Minggu, 21 Juni 2026
33.1 C
Semarang

Ribuan Pelari Padati Prambanan, Luthfi Soroti Besarnya Dampak Ekonomi Sport Tourism

Berita Terkait

YOGYAKARTA – Kehadiran ribuan peserta dalam Mandiri Jogja Marathon 2026 tak hanya menciptakan kemeriahan di Kawasan Candi Prambanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Karena itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendorong agar daerah-daerah memperbanyak penyelenggaraan event olahraga sebagai penggerak ekonomi rakyat.

Dari garis start hingga menjelang finis, Ahmad Luthfi tak henti-hentinya membakar semangat ribuan peserta Mandiri Jogja Marathon 2026 di Kawasan Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).

Di balik kemeriahan ajang tersebut, Luthfi membawa pesan besar yakni, sport tourism harus menjadi mesin baru penggerak ekonomi dan pembangunan daerah.

Kehadirannya tak hanya sebagai peserta lomba, tetapi juga menjadi penyemangat bagi runners dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Semangat itu mulai dikobarkan saat Ahmad Luthfi mendampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir pada pelepasan (flag off) kategori 10 kilometer.

Di hadapan para peserta yang memenuhi garis start, Luthfi menyampaikan pesan motivasi yang disambut antusias para pelari.

“Untuk peserta 10K, hidup adalah pelarian maka kita hari ini akan lari terus. Lari merupakan gaya hidup yang kita jalani bersama, saya bangga hari ini ikut bersama rekan-rekan semua,” ujar Luthfi, yang duet Wagub Taj Yasin memimpin Jateng.

Tak berhenti di garis start, semangat yang dibawanya terus mengalir sepanjang perlombaan. Saat mengikuti kategori 5 kilometer, Luthfi beberapa kali memberikan dukungan kepada para peserta yang berlari di sepanjang rute, termasuk pelari dari luar negeri yang berada di barisan depan menuju garis akhir.

“Pelari mana suaranya. Semangat. Semangat. Sebentar lagi finish,” serunya.

Sepanjang rute, Luthfi juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan pasukan cheers yang memberikan dukungan kepada para peserta. Ia tampak melayani permintaan foto bersama dari pelari maupun warga yang hadir memadati area perlombaan.

Mandiri Jogja Marathon 2026 merupakan salah satu ajang lari terbesar di Indonesia yang setiap tahun menarik minat ribuan peserta dari berbagai daerah dan negara.

Dengan titik start dan finish di kawasan Candi Prambanan yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, event tersebut dinilai mampu menjadi ruang kolaborasi antardaerah sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Menurut Luthfi, penyelenggaraan event olahraga seperti lomba lari perlu terus diperbanyak di berbagai daerah karena memiliki dampak langsung terhadap sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Ia menilai, pengembangan sport tourism dapat menjadi instrumen efektif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memperkenalkan potensi daerah, serta meningkatkan kunjungan wisatawan.

Karena itu, Luthfi mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk memperkuat sinergi dalam penyelenggaraan event, termasuk menyusun kalender kegiatan bersama yang saling terintegrasi antarwilayah.

“Di Jawa Tengah semua daerah saya minta untuk memperbanyak event. Kalau perlu buat kalender event bersama antar kabupaten/kota atau provinsi di sekitar. Kolaborasi penting untuk pembangunan wilayah,” katanya.

Melalui kolaborasi tersebut, lanjut Luthfi, manfaat penyelenggaraan event berskala nasional maupun internasional tidak hanya dirasakan oleh daerah tuan rumah, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi wilayah-wilayah di sekitarnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru