SEMARANG, PortalJateng.id – Gelak tawa menggema di Kopi Revolusi Semarang, Minggu (19/7/2026) malam. Polrestabes Semarang menggelar Grand Final Stand Up Comedy Bhayangkara Competition 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80. Acara ini menjadi bukti pendekatan humanis Polri melalui ruang kreatif anak muda.
Delapan komika terbaik bergantian naik panggung. Mereka adalah Arif Desmawan, Restu Fauzi, Aji Wibowo, Ade Doni Irawan, Rintio Darmayuda, Benediktus Agung Prasetyo, Ibrahim Al Islami, dan Ilham Muhammad. Penampilan spesial dari perwakilan Polrestabes Semarang turut meramaikan malam grand final.
Kegiatan ini dihadiri Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K., M.M., perwakilan Wali Kota Semarang, unsur Forkopimda, Pejabat Utama Polrestabes, para Kapolsek, personel Polri, serta masyarakat. Suasana semakin semarak sejak pembukaan dengan lagu Indonesia Raya dan sambutan ketua panitia.
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi menegaskan, Stand Up Comedy Bhayangkara Competition Polrestabes Semarang bukan sekadar lomba. Menurutnya, ini adalah wadah membangun komunikasi dekat antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan budaya dan kreativitas.
“Melalui Stand Up Comedy Bhayangkara Competition Polrestabes Semarang ini, kami ingin menunjukkan Polri hadir dalam ruang kreatif masyarakat. Stand up comedy menjadi media positif menyampaikan gagasan, kritik membangun, sekaligus mempererat hubungan dengan generasi muda,” ujar Kapolrestabes.
Kapolrestabes menambahkan, kompetisi ini hasil kolaborasi Polrestabes Semarang, mahasiswa, dan komunitas kreatif. Sinergi ini penting menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Generasi muda adalah agen perubahan. Kreativitas mereka menjadi energi positif menjaga persatuan bangsa. Kolaborasi Polri, akademisi, dan komunitas terus kami bangun demi kamtibmas kondusif,” tambahnya.
Puncak acara adalah pengumuman pemenang. Pada kategori Stand Up Comedy, Ilham Muhammad meraih Juara I. Benediktus Agung Prasetyo sebagai Juara II, dan Aji Wibowo sebagai Juara III. Penghargaan harapan diberikan kepada Restu Fauzi dan Ibrahim Al Islami.
Sementara itu, kategori Lomba Kartun juga menghasilkan karya terbaik. Taranita Krismawati Widyaningrum meraih Juara I dengan karya Merawat Kepercayaan Publik. Edi Darmadi sebagai Juara II lewat Bhayangkaratun. Sjahidul Haq Chotib sebagai Juara III dengan Masyarakat Butuh Polisi. Penghargaan harapan diberikan kepada Marochin dan Mokhamad Chaerudin.
Selama lebih dari dua jam, panggung Stand Up Comedy Bhayangkara Competition Polrestabes Semarang dipenuhi tawa dan tepuk tangan. Antusiasme penonton menikmati setiap penampilan finalis. Kehangatan interaksi antara aparat, komunitas kreatif, dan masyarakat menjadi gambaran nyata pendekatan humanis Polrestabes Semarang.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 22.00 WIB. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Grand final ini menjadi penutup meriah sekaligus komitmen Polrestabes Semarang membangun kedekatan dengan masyarakat melalui ruang kreativitas, seni, dan budaya.
Setiap tawa yang tercipta malam itu bukan sekadar hiburan. Ada pesan di balik gelak itu: bahwa aparat dan rakyat bisa tertawa bersama, saling memahami, dan tumbuh dalam kebersamaan. Polisi hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, tetapi juga teman berdialog dan berbagi cerita. Di tengah riuh rendah kota, momen seperti ini mengingatkan bahwa kepercayaan publik dibangun dari kedekatan, bukan jarak.



