Selasa, 21 Juli 2026
31.4 C
Semarang

Pemprov Jateng Bantu Korban Tragedi Perlintasan, Luthfi Ingatkan Jangan Nekat Melintas

Berita Terkait


SEMARANG
 – Tragedi di perlintasan sebidang Jalan Kokrosono, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (20/7/2026), merenggut nyawa seorang siswa sekolah dasar dan melukai dua orang lainnya. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan duka mendalam, memastikan para korban mendapatkan penanganan terbaik, sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak lagi mengabaikan peringatan saat melintasi jalur kereta api.

Korban meninggal dunia adalah HRA (9), warga Kaliasin, Kecamatan Semarang Utara. Sementara dua korban lainnya, ZIA (12) dan Rujito (45), mengalami luka di bagian kepala dan masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Kariadi Semarang.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran, saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” ujar Luthfi, yang menggawangi Jawa Tengah dengan Wagub Taj Yasin.

Menurutnya, peristiwa itu menjadi duka yang sangat mendalam karena terjadi ketika anak-anak hendak berangkat sekolah pada awal tahun ajaran baru. Ia mengajak masyarakat mendoakan korban yang meninggal dunia serta berharap dua korban lainnya segera pulih.

“Kita doakan almarhum mendapatkan husnul khatimah. Untuk korban yang masih dirawat, semoga segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Tak hanya menyampaikan belasungkawa, Luthfi juga memastikan pemerintah hadir membantu keluarga korban. Ia memerintahkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan RSUP Dr Kariadi, agar seluruh proses penanganan medis terhadap korban berjalan optimal.

“Rumah sakit saya perintahkan untuk kita bantu penuh. Dinas Kesehatan segera berkoordinasi agar beban penderitaan keluarga dapat diringankan,” tegasnya.

Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB ketika sepeda motor Honda Supra yang ditumpangi tiga orang melintas di perlintasan kereta api. Pada saat bersamaan, kereta barang melaju dari arah barat menuju timur.

Petugas penjaga perlintasan diketahui telah menutup palang pintu dan memberikan peringatan kepada pengguna jalan. Namun sepeda motor tetap melintas hingga bagian belakang kendaraan tertabrak kereta.

Benturan keras membuat ketiga korban beserta sepeda motor terpental ke pembatas jalan. Seluruh korban dievakuasi dalam kondisi tidak sadarkan diri sebelum dilarikan ke RSUP Dr Kariadi.

Luthfi menegaskan, tragedi tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat agar lebih disiplin saat melintasi perlintasan sebidang. Menurutnya, keselamatan harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikalahkan oleh keinginan untuk terburu-buru.

“Apabila sudah ada tanda-tanda dari petugas. Apalagi sirene peringatan berbunyi, palang pintu belum turun sekalipun, masyarakat harus berhenti,” ujarnya.

Ia mengingatkan, kecepatan dan jarak kereta api kerap sulit diperkirakan oleh pengendara. Karena itu, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, sirene, serta arahan petugas menjadi kunci untuk mencegah kecelakaan yang merenggut nyawa.

“Jangan sampai tragedi seperti ini terulang kembali. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” ungkap Luthfi.**

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru