Selasa, 18 Agustus 2026
33.7 C
Semarang

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Industri

Berita Terkait

Semarang – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong agar pertumbuhan industri dan investasi di Jawa Tengah memberikan ruang lebih besar bagi produk lokal untuk masuk dalam rantai pasok industri. Menurutnya, keberadaan industri besar harus mampu menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

Heri mengatakan keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri dapat menjadi salah satu cara memperkuat perekonomian daerah. Produk yang dihasilkan UMKM maupun usaha kecil di daerah dapat menjadi bagian dari kebutuhan industri apabila memenuhi standar kualitas, kapasitas, dan kontinuitas pasokan.

“Investasi jangan hanya dilihat dari nilai modal yang masuk. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana industri yang tumbuh bisa menciptakan ekosistem ekonomi di sekitarnya, termasuk melibatkan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok,” ujar Heri.

Menurutnya, banyak pelaku UMKM dan usaha kecil di Jawa Tengah memiliki produk potensial, tetapi masih menghadapi kendala untuk menembus pasar industri. Persoalan tersebut antara lain berkaitan dengan standar produk, kapasitas produksi, legalitas usaha, sertifikasi, hingga kemampuan memenuhi kebutuhan dalam jumlah dan waktu tertentu.

Karena itu, Heri meminta pemerintah daerah memperkuat pendampingan agar pelaku usaha lokal mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan perusahaan besar. Program pembinaan sebaiknya tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan sampai pelaku usaha benar-benar terhubung dengan pasar.

“Pendampingan harus sampai pada tahap membuka akses pasar. Kalau UMKM sudah dibina tetapi tidak pernah masuk ke rantai pasok industri, manfaat pembinaannya belum maksimal,” katanya.

Heri juga mendorong perusahaan besar yang beroperasi di Jawa Tengah agar membuka peluang kemitraan dengan UMKM dan pemasok lokal. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat memberikan kepastian pasar sekaligus membantu perusahaan memperoleh bahan maupun jasa pendukung dari lingkungan sekitar.

Selain memperluas pasar, keterlibatan usaha lokal dalam rantai pasok juga dinilai dapat menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Perputaran uang yang berasal dari aktivitas industri akan lebih banyak tinggal dan bergerak di wilayah Jawa Tengah.

“Kalau bahan baku, produk pendukung, jasa, maupun kebutuhan industri lainnya bisa dipenuhi dari pelaku usaha lokal, maka manfaat investasi akan lebih luas. Bukan hanya perusahaan yang tumbuh, tetapi ekonomi masyarakat di sekitarnya juga ikut bergerak,” ujarnya.

Heri menambahkan, pemerintah perlu memetakan kebutuhan industri dengan potensi usaha lokal di masing-masing daerah. Pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan produk dan kapasitas pelaku usaha setempat.

Ia berharap semakin banyak perusahaan di Jawa Tengah yang membangun kemitraan jangka panjang dengan UMKM dan usaha lokal. Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak hanya menghasilkan angka realisasi modal, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Kita ingin investasi di Jawa Tengah benar-benar menciptakan multiplier effect. Produk lokal naik kelas, UMKM berkembang, tenaga kerja terserap, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” pungkasnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru