Selasa, 8 September 2026
30.9 C
Semarang

Tekan Harga Pangan, Kempling Semar Salurkan 80 Ton Beras SPHP di Semarang

Berita Terkait

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang bersama Bank Indonesia Jawa Tengah memperkuat pengendalian inflasi melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) Serentak Kempling Semar. Sepanjang Agustus 2026, program ini telah menjangkau 729 Rukun Warga (RW) di 16 kecamatan.

 Dalam pelaksanaan GPM tersebut, sebanyak 80 ton beras SPHP dan 35.040 liter minyak goreng disalurkan kepada masyarakat. Sejumlah komoditas pangan strategis lainnya seperti gula pasir, telur ayam ras, cabai, bawang merah, bawang putih, dan sayuran segar juga tersedia dalam program tersebut.

 Puncak GPM Serentak Kempling Semar digelar di Halaman Kantor Kecamatan Banyumanik, Senin (31/8). Program ini merupakan bagian dari intervensi pasokan pangan langsung ke tingkat permukiman untuk menjaga keterjangkauan harga dan daya beli masyarakat.

 Wali Kota Semarang mengatakan, pendekatan stabilisasi pangan hingga tingkat RW menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mendekatkan pasokan pangan kepada masyarakat.

 “Pemerintah Kota Semarang terus berkomitmen memfasilitasi akses pangan yang berkualitas dan terjangkau langsung ke lingkungan warga melalui Kempling Semar,” ujar Wali Kota Semarang.

 Ia menambahkan, kolaborasi dengan Bank Indonesia dan 14 mitra penyedia pangan strategis juga diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus menggerakkan perekonomian lokal melalui keterlibatan UMKM.

 Adapun secara kumulatif, GPM Kota Semarang melalui sinergi program Pak Rahman dan Kempling Semar telah terlaksana di 1.085 titik selama Januari-Agustus 2026. Total omzet transaksi yang tercatat mencapai Rp5,01 miliar.

 Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Andi Reina Sari H. mengatakan, pelaksanaan GPM merupakan bagian dari langkah proaktif TPID Kota Semarang dan Bank Indonesia dalam mengendalikan inflasi daerah.

 “Sinergi antara TPID Kota Semarang dan Bank Indonesia melalui kerangka Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) merupakan wujud langkah proaktif dan terukur dalam mengarahkan ekspektasi inflasi masyarakat,” kata Andi.

 Selain memastikan kelancaran pasokan dan distribusi, GPM kali ini juga mendorong transaksi digital menggunakan QRIS. Langkah tersebut dinilai dapat membuat transaksi masyarakat lebih cepat, praktis, dan aman.

 Kempling Semar mendapat dukungan dari 14 mitra penyedia pangan, antara lain Perum BULOG Kantor Cabang Semarang, PT Jateng Agro Berdikari, PT Rajawali Nusindo, PT Indoguna, PT Bhumi Pandanaran Sejahtera, PT Lumpang Semar Sejahtera, serta distributor pangan lokal.

 Pemerintah Kota Semarang dan Bank Indonesia Jawa Tengah selanjutnya akan memperkuat strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

 Strategi tersebut ditujukan untuk menjaga inflasi IHK tetap berada dalam sasaran 2,5% plus-minus 1% sekaligus menjaga daya beli masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru