Menu ✖

Mode Gelap

Jumlah Investor Saham di Kota Semarang Melonjak 11 Persen Jadi 116 Ribu SID

2 Okt 2025 · 11:07 WIB ·


					Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1, Fanny Rifqi, saat memberikan Short Course terkait Pasar Modal bagi Wartawan Ekonomi Semarang, Selasa (30/9). Perbesar

Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Tengah 1, Fanny Rifqi, saat memberikan Short Course terkait Pasar Modal bagi Wartawan Ekonomi Semarang, Selasa (30/9).

Semarang – Kondisi investasi pasar modal di Kota Semarang dinilai masih cukup menggembirakan. Hal ini terlihat dari terus bertambahnya jumlah investor serta meningkatnya nilai transaksi yang terjadi secara signifikan.

Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Wilayah Jawa ekonomi Tengah 1, Fanny Rifqi, mengungkapkan bahwa hingga Agustus tahun ini, jumlah investor pasar modal di Kota Semarang, yang mencakup saham, obligasi, dan reksadana, telah mencapai 167 ribu Single Investor Identification (SID).

Dari jumlah tersebut, investor saham menjadi yang paling dominan dengan total 116 ribu investor, atau meningkat 11 persen secara tahunan. Capaian ini menjadikan Kota Semarang sebagai kota dengan jumlah investor saham terbesar di Jawa Tengah.

“Bertambahnya jumlah investor tersebut turut mendorong nilai transaksi saham, yang pada bulan Agustus saja mencapai Rp4,8 triliun,” ungkap Fanny di sela acara Short Course terkait Pasar Modal bagi Wartawan Ekonomi Semarang, Selasa (30/9/2025), di kantornya.

Profil investor saham di Kota Semarang didominasi oleh kaum muda berusia di bawah 30 tahun, yang mencakup sekitar 70 persen dari total investor saham di Jawa Tengah.

“Kaum muda cenderung menyukai instrumen investasi yang lebih menantang namun menawarkan margin keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, mereka banyak memilih saham sebagai sarana investasi,” ujarnya.

IHSG Tembus 8.000

Fanny juga menjelaskan bahwa kondisi pasar saham sendiri semakin bergairah, tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada kuartal ketiga tahun ini, yang naik dari level 7.000 menjadi 8.000.

Namun menurutnya, fluktuasi IHSG sama sekali tidak berpengaruh pada bertambahnya jumlah investor.

Kenaikan IHSG ini terutama didorong oleh penguatan saham-saham di sektor teknologi, industri, dan transportasi. Sebaliknya, saham di sektor keuangan, seperti perbankan, justru menunjukkan tren penurunan.

“Penurunan tersebut disebabkan oleh aksi net sell investor asing terhadap saham-saham perbankan. Sementara di sektor industri dan teknologi, tahun ini banyak perusahaan melakukan IPO, sehingga menarik minat investor masuk ke saham-saham di sektor tersebut,” terang Fanny.

Adapun sektor-sektor yang paling diminati sejak awal tahun hingga saat ini adalah sektor teknologi, disusul sektor industri dasar, bahan baku, dan transportasi. Sementara itu, sektor keuangan dan konsumer masih mengalami tren pelemahan.

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Rekor Baru! OJK Jatuhkan Denda Rp 2,52 Triliun Pelanggar Pasar Modal

24 Oktober 2026 - 10:35 WIB

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi.

Ahmad Luthfi Raih Figur Akselerator Kemajuan Berkat Dorongan Investasi di Jateng

24 Oktober 2026 - 08:07 WIB

Ahmad Luthfi Raih Figur Akselerator Kemajuan Berkat Dorongan Investasi di Jateng

Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng, Realisasi Triwulan III Capai Rp 72,54 Triliun

24 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Ahmad Luthfi Pacu Investasi Jateng, Realisasi Triwulan III Capai Rp 72,54 Triliun

OJK Tegaskan Reformasi Pasar Modal Usai Sorotan MSCI

22 Oktober 2026 - 20:26 WIB

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Friderica Widyasari Dewi.

Garap Wisata Mangrove Demangkarta, Solusi Bangun Indonesia Kantongi ESG Platinum

22 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Eduwisata Mangrove Demangkarta, inovasi sosial Solusi Bangun Indonesia yang berlokasi di Cilacap, Jawa tengah.

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka

22 Oktober 2026 - 06:39 WIB

Petani Gagal Panen Terbantu Program Petani Gajian, Ini Harapan Mereka
Trending di Ekonomi

Tinggalkan Komentar