Menu ✖

Mode Gelap

Duet Prof Hamidah dan Prof Teguh Yuwono Pimpin FORDEKIIS, Bidik Daya Saing Global

25 Okt 2026 · 06:59 WIB ·


					Duet Prof Hamidah dan Prof Teguh Yuwono Pimpin FORDEKIIS, Bidik Daya Saing Global Perbesar


SEMARANG
– Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (UB), Prof. Dr. Hamidah Nayati Utami, S.Sos., M.Si., dan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Dr. Drs. Teguh Yuwono, M.Pol.Admin., dipercaya memimpin Forum Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (FORDEKIIS) periode 2026–2027. Prof Hamidah menjabat sebagai ketua, sedangkan Prof Teguh menjadi wakil ketua.

Kepengurusan baru tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antarfakultas ilmu sosial di Indonesia, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan penelitian, dan menyiapkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

Pertemuan FORDEKIIS yang berlangsung di FISIP Undip, Semarang, pada 23–25 Oktober 2026, membahas sejumlah agenda strategis. Di antaranya pemutakhiran program kerja, penandatanganan kesepakatan mata kuliah esensial Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial, penentuan ketua FORDEKIIS antarwaktu, serta pembahasan rencana tindak lanjut.

Wakil Ketua FORDEKIIS Teguh Yuwono mengatakan, kolaborasi menjadi kunci bagi perguruan tinggi untuk menghadapi persaingan global. Menurut dia, kompetisi tidak seharusnya membuat kampus saling menjatuhkan, tetapi justru mendorong perguruan tinggi berkembang bersama.

“Kita berkolaborasi untuk berkompetisi di tingkat global. Kompetisi kita bukan di antara sesama PTN, tetapi PTN harus saling membangun,” ujar Teguh, Sabtu (24/10/2026).

Ketua FORDEKIIS Hamidah Nayati Utami mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi pimpinan fakultas untuk bertukar pengalaman, membahas tantangan pendidikan tinggi, dan merumuskan langkah bersama.

Menurut dia, perbedaan karakteristik dan kapasitas setiap kampus perlu dijembatani melalui komunikasi dan koordinasi berkelanjutan. Dengan demikian, kerja sama antarfakultas dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian sekaligus mendukung pencapaian indikator kinerja utama perguruan tinggi.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL) Universitas Gadjah Mada (UGM), Wawan Mas’udi, turut menekankan pentingnya kolaborasi untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan ilmu sosial di Indonesia.

“Tujuannya untuk membangun komunikasi antarfakultas dan antaruniversitas, sekaligus mendekatkan kualitas pengajaran, pendidikan, dan riset untuk ilmuwan sosial di Indonesia,” kata Wawan.

Prof Hamidah Nayati Utami dari UB dan Prof Teguh Yuwono dari Undip dipercaya memimpin FORDEKIIS periode 2026–2027

Pertemuan tersebut juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pendidikan tinggi. Wawan menegaskan, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti kemampuan berpikir mahasiswa.

“Kita ingin menjadikan AI betul-betul sebagai tools, sebagai alat bantu. Dia tidak menggantikan semuanya, tetapi membantu mempercepat proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, penggunaan AI harus disertai pemahaman etika. Mahasiswa tetap perlu mengembangkan daya kritis dan kemampuan analitis agar dapat memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Sebagai langkah konkret, FORDEKIIS merencanakan mata kuliah bersama yang mencakup materi transformasi digital, kecerdasan buatan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan. Mahasiswa juga akan mendapatkan penguatan keterampilan menulis, berbicara di depan publik, serta kewirausahaan sosial.

Materi tersebut rencananya dihimpun dalam platform bersama yang dapat diakses perguruan tinggi anggota FORDEKIIS. Setiap kampus dapat menyesuaikan penerapannya dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing, baik sebagai mata kuliah tersendiri maupun bagian dari mata kuliah yang sudah berjalan.

Melalui rangkaian agenda tersebut, FORDEKIIS diharapkan mampu memperkuat sinergi antarfakultas, memperkecil kesenjangan kualitas pendidikan ilmu sosial, serta meningkatkan daya saing perguruan tinggi negeri Indonesia di tingkat global.***

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Cegah Anak Rentan Depresi, Nawal Yasin Minta Ayah Terlibat dalam Pengasuhan

26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Cegah Anak Rentan Depresi, Nawal Yasin Minta Ayah Terlibat dalam Pengasuhan

10 Ribu Guru TK Aisyiyah Berkumpul di Semarang, Ahmad Luthfi Apresiasi Dedikasi Pendidik

24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

10 Ribu Guru TK Aisyiyah Berkumpul di Semarang, Ahmad Luthfi Apresiasi Dedikasi Pendidik

Perkuat Sinergi PTN, FORDEKIIS Kembangkan Materi Kuliah Bersama

24 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Perkuat Sinergi PTN, FORDEKIIS Kembangkan Materi Kuliah Bersama

Ahmad Luthfi Beri Enam Kado untuk Santri Jateng, Perkuat Pendidikan hingga Perlindungan

23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Ahmad Luthfi Beri Enam Kado untuk Santri Jateng, Perkuat Pendidikan hingga Perlindungan

Dari Pesantren ke Kampus Dunia, Santri Jateng Wujudkan Mimpi Berkat Pesantren Obah

22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Dari Pesantren ke Kampus Dunia, Santri Jateng Wujudkan Mimpi Berkat Pesantren Obah

Apel Hari Santri PWNU Jateng, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Santri di Era Digital

22 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Apel Hari Santri PWNU Jateng, Gus Rozin Ingatkan Tantangan Santri di Era Digital
Trending di Pendidikan

Tinggalkan Komentar