Semarang – Jawa Tengah Agustus th ini mengalami deflasi sebesar 0,10% (mtm), sehingga angka inflasi kumulatif Januari hingga Agustus tahun ini sebesar 1,39%. Adapun secara tahunan (yoy), inflasi Juli mencapai 2,48%
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih menuturkan, deflasi Agustus secara mtm terutama dipicu oleh penurunan harga yang terjadi pada bensin non subsidi, tarip angkutan udara dan telepon seluler. Selain itu kenaikan harga pada sektor makanan seperti komoditas beras, telur, cabai rawit, cabai merah, tomat, bawang putih, dan jeruk, turut mendorong deflasi.
Adapun komoditas yang memberi sumbangan inflasi terutama yaitu kenaikan tarif perguruan tinggi/akademi dan SD, harga daging ayam ras, beras dan kenaikan tarip kereta api.
Pada Agustus 2025, seluruh kota IHK di Provinsi Jawa Tengah yang berjumlah 9 kabupaten dan kota semuanya mengalami deflasi.
“Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Rembang sebesar 0,20% dan yang terendah Kota Tegal 0,02%. Sementara Kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,05%,” terang Endang, dalam paparannya melaui siaran pers pada Senin (1/9/2025).



