Senin, 25 Mei 2026
32 C
Semarang

Warga Jepara Tewas Hanyut di Sungai Jlegong, Ditemukan Tim SAR Setelah 11 Jam Pencarian

Tim SAR gabungan menemukannya dalam keadaan meninggal setelah penyelaman sedalam 7 meter

Berita Terkait

JEPARA – Seorang warga Desa Jlegong, Kabupaten Jepara, Dul Rohman (65), ditemukan meninggal dunia setelah dilaporkan hanyut di Sungai Jlegong. Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban pada Jumat malam (30/1/2026) setelah pencarian intensif selama 11 jam.

Korban diketahui pergi ke kebun sejak pagi hari sekitar pukul 09.00 WIB untuk menanam singkong. Namun hingga siang hari, keluarga mulai khawatir karena Dul Rohman tidak kunjung pulang.

Awal Tragedi: Cangkul dan Bekas Terpeleset di Tepi Sungai

Keluarga bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian di sekitar kebun dan tepi sungai. Mereka menemukan cangkul milik korban serta bekas terpleset di tepi Sungai Jlegong yang menguatkan dugaan korban terjatuh dan hanyut terbawa arus.

Kepala Desa Jlegong, Tono, segera melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Pos SAR Jepara. Laporan diterima pada pukul 14.30 WIB.

“Kami menerima laporan jam 14.30 WIB dan segera mengerahkan satu tim dari Pos SAR Jepara menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR air lengkap,” jelas Budiono, Kepala Kantor SAR Semarang.

Operasi Pencarian: Sinergi Tim SAR dan Warga

Setibanya di lokasi, Tim SAR gabungan langsung melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan warga setempat. Pencarian dilakukan di sepanjang aliran Sungai Jlegong dengan berbagai peralatan pendukung, termasuk:

· Peralatan selam lengkap
· Aqua Eye (alat pencari bawah air)
· Alat komunikasi lapangan

Tim melakukan penyisiran sistematis dan fokus pada area lokasi awal korban diduga terpeleset. Meski kondisi sungai yang cukup dalam dan gelap, pencarian terus dilakukan hingga malam hari.

Korban Ditemukan di Kedalaman 7 Meter

Setelah berjuang melawan waktu dan kondisi sungai, tim akhirnya berhasil menemukan korban pada pukul 20.17 WIB.

“Alhamdulillah tim berhasil menemukan dan mengevakuasi korban dari dasar sungai setelah diselami sedalam 7 meter. Ditemukan dalam keadaan MD (meninggal dunia),” jelas Budiono.

Proses evakuasi berlangsung dengan hati-hati mengingat kedalaman dan kondisi sungai. Korban kemudian dibawa ke darat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Apresiasi untuk Tim SAR dan Solidaritas Warga

Budiono menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian ini. “Terima kasih untuk tim SAR gabungan yang sudah berusaha keras hingga korban dalam waktu singkat bisa berhasil ditemukan dan dievakuasi,” pungkasnya.

Solidaritas warga Desa Jlegong juga patut diapresiasi. Sejak awal kejadian, mereka aktif membantu pencarian dan memberikan dukungan logistik kepada tim SAR.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama di daerah dengan topografi berbukit dan aliran sungai yang deras seperti di Kecamatan Keling, Jepara.

Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:

  1. Tidak beraktivitas sendirian di area sungai yang berisiko
  2. Memberitahu keluarga ketika akan beraktivitas di lokasi rawan
  3. Memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di alam terbuka
  4. Mengenali karakteristik sungai setempat, terutama saat musim penghujan

Keluarga Dul Rohman saat ini sedang menjalani masa duka. Warga sekitar bergotong royong memberikan dukungan moril dan materil kepada keluarga yang ditinggalkan.

Jenazah telah dimakamkan sesuai tradisi dan kepercayaan setempat, diiringi duka mendalam dari seluruh warga Desa Jlegong.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru