Kamis, 12 Februari 2026
31 C
Semarang

Tragedi Tumbler Ridge: Pembunuhan Berantai Seorang Transgender yang Tewaskan 9 Nyawa

Tragedi Tumbler Ridge: Transgender Bunuh Ibu-Adik, Lantas Tembak 6 Orang di Sekolah

Berita Terkait

BRITISH COLUMBIA – Kanada berduka. Sebanyak sembilan orang tewas dalam aksi penembakan brutal di Tumbler Ridge Secondary School, British Columbia, Selasa (10/2/2026). Pelaku berusia 18 tahun, Jesse Van Rootselaar, seorang transgender yang telah putus sekolah, mengakhiri hidupnya setelah menewaskan ibu, saudara tiri, dan enam orang di gedung sekolah.

Peristiwa ini menjadi penembakan sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada setelah Pembantaian Polytechnique Montréal (1989) yang menewaskan 14 orang.

Kronologi Mengerikan: Dari Rumah ke Perpustakaan Sekolah

Rangkaian pembunuhan dimulai di kediaman keluarga Van Rootselaar. Sebelum menuju sekolah, Jesse menembak mati ibu kandungnya (39 tahun) dan saudara tiri laki-lakinya (11 tahun) .

Sekitar pukul 13.20 waktu setempat, ia tiba di Tumbler Ridge Secondary School, sekolah yang telah ia tinggalkan empat tahun lalu, dan melepaskan tembakan .

Polisi tiba dalam dua menit setelah laporan masuk. Mereka masih mendengar suara tembakan aktif saat memasuki gedung. Di dalam, petugas menemukan pemandangan mengerikan:

· Enam korban tewas di dalam sekolah
· Satu korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit
· Dua korban luka serius dievakuasi dengan helikopter
· 25 orang lainnya mengalami luka ringan

Pelaku ditemukan tewas di lokasi dengan senjata api di samping tubuhnya. Dua pucuk senjata, long gun dan pistol modifikasi, disita sebagai barang bukti.

Identitas Korban dan Fakta Pelaku

Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) merilis identitas korban pada Rabu (11/2):

Korban di sekolah:

· Seorang pendidik perempuan, 39 tahun
· Tiga siswi, 12 tahun
· Dua siswa laki-laki, 12 dan 13 tahun

Korban di rumah pelaku:

· Ibu kandung Jesse, 39 tahun
· Saudara tiri laki-laki, 11 tahun

Komisaris Deputi RCMP Dwayne McDonald mengungkap fakta penting tentang pelaku:

“Jesse Van Rootselaar terlahir sebagai laki-laki secara biologis dan mulai bertransisi menjadi perempuan sekitar enam tahun lalu. Ia telah putus sekolah sejak kelas 9 dan tidak lagi menjadi siswa di sekolah tempat ia menembak.”

Polisi mengakui telah beberapa kali merespons panggilan terkait kesehatan mental ke rumah pelaku dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa di antaranya melibatkan senjata api. Senjata pernah disita dari rumah tersebut, namun pemilik yang sah, diduga ayah pelaku, mengajukan permohonan pengembalian dan dikabulkan. Surat izin kepemilikan senjata atas nama Van Rootselaar diketahui telah kedaluwarsa.

Polisi Akui Kesulitan Menemukan Motif

Superintendent Ken Floyd, Komandan Distrik Utara RCMP, menyampaikan pernyataan yang mengejutkan:

“Kami akan kesulitan untuk benar-benar menentukan motif dari tragedi ini. Tidak ada catatan, tidak ada surat, tidak ada manifesto yang ditinggalkan.”

Hingga kini, penyelidik masih mencoba merangkai hubungan antara pelaku, keluarga, dan sekolah yang menjadi sasaran.

Duka Nasional: Bendera Setengah Tiang Tujuh Hari

Perdana Menteri Kanada Mark Carney membatalkan kunjungan ke Konferensi Keamanan Munich dan memerintahkan bendera dikibarkan setengah tiang selama sepekan.

Di hadapan Parlemen, Rabu (11/2), Carney berbicara dengan nada bergetar:

“Pagi ini, keluarga di Tumbler Ridge bangun di dunia yang berbeda. Orang tua, kakek-nenek, saudara memulai hari pertama mereka di bumi tanpa orang yang sangat mereka cintai.”

Raja Charles III dikabarkan secara pribadi menghubungi Carney untuk menyampaikan belasungkawa .

Perdana Menteri Provinsi British Columbia David Eby menyebut peristiwa ini sebagai:

“Tragedi yang tak terbayangkan. Ini membuat siapa pun ingin memeluk anak-anak sedikit lebih erat malam ini.”

Kesaksian dari Kota Kecil yang Hancur

Tumbler Ridge adalah kota kecil di kaki Pegunungan Rocky, hanya dihuni 2.400 jiwa. Sekolah menengahnya memiliki 160 siswa kelas 7-12. Semua warga saling mengenal.

Chris Norbury, anggota Dewan Kota Tumbler Ridge, adalah salah satu korban selamat yang trauma. Istrinya adalah guru di Tumbler Ridge Secondary School. Putrinya bersekolah di sekolah dasar yang berdekatan.

“Kami tidak mengunci pintu di sini. Ini komunitas yang sangat aman. Tidak ada yang menyangka hal seperti ini bisa terjadi di tempat kami. Kami semua kenal para korban. Mereka adalah teman, anak-anak teman kami.” ujarnya pada BBC yang mewancarainya.

Fakta yang Perlu Diluruskan

Koreksi jumlah korban: Awalnya dilaporkan 10 orang tewas termasuk pelaku. RCMP mengoreksi menjadi 9 korban setelah satu korban yang semula diduga meninggal ternyata masih hidup dan dirawat intensif .

Tidak ada pelaku lain: Polisi memastikan tidak ada tersangka tambahan dan ancaman telah berakhir .

Kota kecil, luka besar: Tumbler Ridge kini masuk dalam daftar kelam sejarah kekerasan bersenjata Kanada, sebuah tragedi yang tak pernah dibayangkan akan menimpa komunitas sekecil ini.

Catatan Redaksi

Tumbler Ridge adalah ironi yang pahit. Sebuah kota kecil yang terlalu aman untuk dikunci pintunya, tapi tak cukup aman untuk melindungi anak-anaknya dari peluru.

Ada dua narasi yang kerap berlomba usai tragedi seperti ini, yang satu terburu-buru mengaitkan kekerasan dengan identitas gender pelaku, yang lain sibuk membela mati-matian agar isu transgender tak tersangkut-paut. Keduanya, menurut kami, sama-sama meleset.

Jesse Van Rootselaar bukan pelaku karena ia transgender. Ia adalah anak yang sakit dan tak mendapatkan pertolongan yang cukup. Identitas gendernya bukanlah penyebab, ia hanyalah seorang remaja yang sistemnya gagal melindungi, baik dari kekerasan yang ia lakukan, maupun kekerasan yang mungkin ia alami.

Polisi mengaku “kesulitan menemukan motif”. Padahal mungkin motifnya sederhana dan menyedihkan, seorang anak yang putus sekolah, dengan riwayat kesehatan mental bermasalah, yang keluarganya memiliki akses senjata, dan tak ada satu pun pintu yang benar-benar terbuka untuk menyelamatkannya.

Kita tak akan pernah tahu pasti. Yang tersisa kini adalah sembilan kuburan baru di pemakaman kecil Tumbler Ridge, bendera setengah tiang di seluruh Kanada, dan satu komunitas yang harus belajar hidup dengan luka.

Tertawalah pada anggapan bahwa “kota kecil lebih aman”. Tapi jangan berhenti membangun sistem perlindungan yang tak pandang bulu, karena kekerasan tak pernah pilih-pilih alamat.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru