JAKARTA – Di tengah maraknya kemudahan akses layanan keuangan digital yang kerap memicu gaya hidup konsumtif di kalangan generasi muda, ShopeePay dan SeaBank mengambil langkah strategis dengan membekali mahasiswa pemahaman literasi keuangan yang lebih aplikatif. Melalui SPARKS Student Ambassador Program, kedua perusahaan fintech ini baru saja mengapresiasi 36 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dalam acara SPARK Class of 2025 Awarding Night.

Acara puncak yang digelar di kantor SeaBank Indonesia beberapa waktu lalu ini menjadi penutup dari program yang berlangsung sejak September 2025 hingga Januari 2026. Selama lima bulan, para peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga terlibat dalam inisiatif berbasis kampus dan kegiatan pengembangan diri yang bertujuan membangun kebiasaan finansial yang bertanggung jawab.
“Melalui SPARK Student Ambassador Program, kami ingin membangun pemahaman literasi keuangan yang lebih baik di kalangan mahasiswa, agar mereka dapat mengenal, menggunakan, dan memanfaatkan layanan keuangan digital secara lebih bijak, bertanggung jawab, dan berkelanjutan,” ujar Eka Nilam Dari (Lala), Direktur Utama ShopeePay Indonesia.
Membangun Kebiasaan Finansial Sehat Sejak Dini
Program ini dirancang untuk merespons tantangan literasi keuangan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar di Indonesia, terutama di kalangan mahasiswa. Kemudahan akses paylater, pinjaman online, dan fitur kredit digital kerap menjebak generasi muda dalam siklus utang konsumtif jika tidak diimbangi pemahaman yang memadai.
Junedy Liu, Wakil Direktur Utama SeaBank Indonesia, menegaskan pentingnya fondasi literasi keuangan yang kokoh sejak masa mahasiswa.
“Kami percaya literasi keuangan yang baik perlu dibangun sejak masa mahasiswa untuk membentuk kebiasaan finansial yang sehat sepanjang hidup. Melalui SPARK, kami mendorong mahasiswa untuk memahami dasar pengelolaan keuangan dan menggunakan layanan keuangan digital secara sadar, sehingga dapat menjadi pengguna yang lebih bijak, hati-hati, dan bertanggung jawab,” jelas Junedy.
Selain aspek teknis keuangan, SPARK juga menekankan penguatan soft skills seperti komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Keterampilan ini dinilai krusial bagi generasi muda yang akan memasuki industri keuangan digital yang dinamis dan berada dalam pengawasan ketat regulator.
Belajar dari Pengalaman Nyata untuk Terus Bertumbuh
Sebagai bagian dari rangkaian Awarding Night, peserta mengikuti sesi dialog bertajuk “Achieving Financial Freedom” bersama perencana keuangan Prita Ghozie, CFP, Principal Consultant Zapfinance. Diskusi ini menyoroti pentingnya menetapkan tujuan finansial yang realistis, membangun disiplin, serta menjadikan literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan finansial jangka panjang.

Prita menekankan bahwa kemudahan akses keuangan digital harus dibarengi dengan kedewasaan dalam mengelola risiko.
“Jangan sampai fitur yang seharusnya memudahkan justru menjebak kita dalam konsumerisme berlebihan,” pesannya dalam diskusi tersebut.
Peserta juga memperoleh wawasan mengenai pengembangan karier di industri fintech melalui sesi panel bersama narasumber dari ShopeePay dan SeaBank. Sesi ini membahas jalur karier, realitas dunia kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk berkembang di sektor yang terus bertumbuh.
Apresiasi untuk Para Agen Perubahan
Menandai penutupan program, ShopeePay dan SeaBank memberikan penghargaan kepada para student ambassador atas partisipasi aktif dan kontribusi mereka. Raihan Naufal (Universitas Indonesia), Siti Amalia N. (Universitas Indonesia), dan Yoga Eka P. (Universitas Indonesia) memperoleh pengakuan atas keterlibatan dan kontribusi mereka, disertai penghargaan Best Group Performance serta sertifikat apresiasi bagi seluruh peserta.
Raihan Naufal, peraih Top 1 Individual Performance SPARK Student Ambassador, berbagi pengalamannya.

“Program ini mengajarkan saya pentingnya mengelola keuangan secara bijak, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri saya dalam berkomunikasi di lingkungan kampus. Melalui berbagai aktivitas dan kolaborasi dengan mahasiswa lain, saya turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan di kalangan teman sebaya. Pengalaman ini sangat berharga, tidak hanya untuk perkuliahan saya, tetapi juga dalam mempersiapkan diri memasuki dunia profesional,” ungkap Raihan.
Melalui SPARK Student Ambassador Program, ShopeePay dan SeaBank menegaskan komitmennya dalam mendorong mahasiswa menjadi agen literasi di lingkungan kampus. Program ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan talenta muda yang adaptif dan bertanggung jawab dalam membangun ekosistem keuangan digital yang lebih inklusif.
Catatan Redaksi
Di era di mana paylater bisa diakses hanya dengan beberapa kali klik, dan pinjaman online menjanjikan cair dalam hitungan menit, literasi keuangan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan tameng hidup.
Kemudahan yang ditawarkan teknologi finansial kerap menjadi pisau bermata dua, di satu sisi membuka akses inklusi keuangan, di sisi lain menjerat mereka yang belum siap dalam jerat konsumerisme dan utang berbunga tinggi.
SPARK Student Ambassador Program hadir di tengah ironi tersebut. ShopeePay dan SeaBank, dua pemain besar yang juga diuntungkan dari perilaku konsumtif pengguna, justru mengambil peran mengedukasi. Sebuah langkah yang patut diapresiasi, sekaligus mengundang tanya, sejauh mana edukasi ini mampu membendung godaan fitur-fitur yang dirancang untuk membuat orang terus berbelanja?
Yang menarik, program ini tidak sekadar memberi ikan, tapi juga kail. Para mahasiswa didorong menjadi agen perubahan di kampusnya masing-masing. Mereka bukan hanya belajar, tetapi juga mengajarkan. Pendekatan peer to peer ini lebih efektif karena pesan tentang bahaya jerat utang dan pentingnya disiplin finansial akan lebih mudah diterima ketika disampaikan oleh teman sebaya.
Namun, pada akhirnya, literasi keuangan sejati tidak cukup hanya dipahami, tetapi harus dipraktikkan. Dan praktik terbaiknya bukan sekadar tahu kapan harus menggunakan fitur paylater, tetapi juga tahu kapan harus berkata “tidak” pada godaan konsumtif yang menyamar sebagai kebutuhan. Semoga para 36 agen perubahan ini tidak hanya menjadi duta di masa program, tetapi juga menjadi teladan sepanjang hidupnya. Karena mengelola uang sejatinya adalah mengelola diri sendiri.



