UNGARAN, PortalJateng.id – Kecelakaan beruntun akibat rem blong seolah menjadi “langganan” di Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang. Teranyar, Selasa (3/3/2026) malam, sebuah truk bermuatan paket kehilangan kendali di turunan dan menghantam 8 sepeda motor serta 1 mobil, menyebabkan 8 orang luka-luka. Insiden ini kembali memicu evaluasi serius terhadap keselamatan di titik yang dikenal sebagai salah satu black spot jalur mudik Jawa Tengah tersebut.

Menjawab kekhawatiran publik, Satuan Lalu Lintas Polres Semarang bersama Dinas Perhubungan dan pengelola tol menyiapkan langkah rekayasa jalur. Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, S.T.K., S.I.K., CPHR. , menjelaskan bahwa uji coba pemisahan jalur kendaraan akan segera diterapkan, terutama untuk mengantisipasi kecelakaan yang melibatkan kendaraan roda dua.
“Kami sudah melakukan uji coba pemisahan jalur khusus sepeda motor di sisi kiri, tidak bercampur dengan antrean kendaraan roda empat. Ini untuk meminimalkan dampak jika terjadi kendaraan dengan rem blong,” ujar AKP Lingga saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).
Rekayasa Lalin, Kanalisasi Motor dan Traffic Light Countdown

Langkah konkret yang disiapkan di Exit Tol Bawen meliputi beberapa aspek penting. Pertama, pemisahan jalur (kanalisasi) bagi sepeda motor. Kendaraan roda dua akan ditempatkan di lajur paling kiri, terpisah dari antrean mobil dan truk.
Plt Kepala Dishub Kabupaten Semarang, Djoko Noerjanto, sebelumnya menjelaskan bahwa pemisahan ini memanfaatkan ruang yang tersedia di sisi kiri jalan .
“Supaya nanti kalau misalnya ada kecelakaan seperti rem blong, dampaknya tidak terlalu fatal,” jelas Djoko, Senin (9/3/2026).
Kedua, pemasangan traffic light dilengkapi countdown (penghitung mundur). Lampu lalu lintas tersendiri beserta hitungan mundur akan dipasang agar pengendara bisa mengatur laju kendaraan dari jarak jauh. Dengan adanya countdown, pengemudi tidak perlu terburu-buru atau menunggu lama di titik rawan tersebut.

“Pengendara bisa melihat hitungan waktunya, jadi bisa mengatur laju kendaraan dan tidak perlu menunggu lama di titik itu,” tambah Djoko.
Ketiga, pendirian Pos Pengamanan Terpadu yang akan beroperasi mulai 13 hingga 30 Maret 2026, atau selama periode arus mudik dan balik Lebaran.
Pos ini akan dijaga petugas gabungan yang siap tanggap cepat terhadap masalah lalu lintas di lokasi.
Latar Belakang, Titik Nol Kecelakaan Rem Blong
Exit Tol Bawen merupakan titik pertemuan antara jalan tol dan jalan nasional dengan karakteristik turunan tajam sepanjang hampir 2 kilometer sebelum mencapai persimpangan ber lampu merah. Analisis pakar transportasi menyebutkan bahwa penempatan lampu merah di ujung turunan panjang menciptakan risiko tinggi. Pengemudi truk dipaksa melakukan pengereman berat, yang dapat menyebabkan rem overheat dan akhirnya blong.
Secara psikologis dan teknis, pengemudi truk dipaksa melakukan pengereman berat di jalur menurun. Ketika sampai di bawah dan bertemu lampu merah, rem sudah dalam kondisi panas. Inilah yang memicu brake fade atau rem blong.
AKP Lingga Ramadhani menegaskan bahwa pihaknya tidak berhenti mengimbau pengemudi kendaraan berat untuk selalu memeriksa kelaikan kendaraan, terutama sistem rem. Hal ini ia sampaikan usai menangani kecelakaan di lokasi yang sama pada November 2025 lalu.
“Kami tidak berhenti untuk terus menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk tetap fokus dan sebelum mengendarai kendaraan, silakan dicek kesiapan kendaraannya baik secara teknis. Terutama di kendaraan-kendaraan roda berat sumbu tiga ke atas,” pungkasnya kala itu.
Dengan adanya rencana jangka pendek, menghadapi rekayasa arus mudik, disebutkan bahwa tol akan dibuka secara fungsional, jadi kendaraan yang menuju Magelang dan Yogyakarta tidak perlu keluar di Exit Tol Bawen, sehingga dapat mengurangi kepadatan sekaligus risiko kecelakaan di titik rawan tersebut.



