SEMARANG, PortalJateng.id – Enam hari masa angkutan Lebaran 2026 telah berlalu, dan data dari PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 4 Semarang menunjukkan satu pola yang konsisten: lebih banyak pemudik yang turun di stasiun-stasiun Jawa Tengah dibandingkan yang berangkat. Hingga Senin (16/3/2026), total penumpang yang tiba di wilayah Daop 4 mencapai 137.143 orang, sementara yang berangkat tercatat 119.473 orang .
Artinya, ada selisih lebih dari 17 ribu orang yang memilih pulang kampung ke Jawa Tengah menggunakan moda kereta api dalam enam hari pertama masa mudik. Angka ini menjadi penegas bahwa wilayah pantura Jawa Tengah masih menjadi daerah asal utama bagi para perantau yang bekerja di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
“Pada masa mudik ini, jumlah penumpang yang turun di stasiun-stasiun wilayah Daop 4 lebih tinggi dibandingkan dengan penumpang yang berangkat. Hal ini karena wilayah Daop 4 Semarang merupakan daerah asal bagi banyak masyarakat yang merantau dan pulang ke kampung halaman saat Lebaran,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Lonjakan di Pintu Kedatangan
Hari pertama masa angkutan Lebaran, Rabu (11/3/2026), sebanyak 11.884 penumpang tercatat naik dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4, sementara yang turun mencapai 14.111 orang. Keesokan harinya, Kamis (12/3), jumlah penumpang naik meningkat menjadi 14.552, diimbangi penumpang turun yang juga naik signifikan menjadi 17.047 orang.
Memasuki akhir pekan, Jumat (13/3), volume penumpang melonjak tajam. Sebanyak 23.653 orang berangkat menggunakan kereta api, sementara 22.412 penumpang turun di berbagai stasiun. Lonjakan tertinggi terjadi pada Sabtu (14/3) ketika 26.321 penumpang naik dan 28.568 penumpang turun, menjadikannya puncak arus kedatangan dalam enam hari pertama.
Minggu (15/3), tren kedatangan masih tinggi dengan 28.564 penumpang turun, sementara yang berangkat tercatat 24.555 orang. Hingga hari keenam, Senin (16/3), sebanyak 18.512 penumpang naik dan 26.659 penumpang turun, menegaskan dominasi arus kedatangan sepanjang periode tersebut.
Beberapa stasiun dengan volume kedatangan tertinggi antara lain Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, Pekalongan, Pemalang, Ngrombo, hingga Cepu. Data dari media lain bahkan menunjukkan di Stasiun Semarang Tawang saja, pada Minggu (15/3) tercatat 7.530 penumpang turun, melampaui jumlah keberangkatan yang mencapai 6.766 orang.
Membaca Pola Mudik di Jawa Tengah
Fenomena ini bukan sekadar angka statistik. Ia berbicara tentang pola migrasi warga Jawa Tengah yang selama bertahun-tahun menjadikan Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya sebagai tujuan merantau. Saat Lebaran tiba, mereka kembali pulang, membawa serta rindu, rezeki, dan cerita dari tanah rantau.
Luqman Arif menjelaskan bahwa para pelanggan didominasi kereta api tujuan Jakarta, Surabaya, Solo, serta Purwokerto. Beberapa kereta jarak jauh favorit keberangkatan Daop 4 antara lain KA Ambarawa Ekspres, KA Tawang Jaya, KA Menoreh, dan KA Gunungjati.
Selama masa angkutan Lebaran 2026, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan 36 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari, terdiri dari 34 perjalanan reguler dan 2 kereta tambahan. Total kapasitas tempat duduk mencapai sekitar 21.128 kursi per hari.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Tingginya angka kedatangan ini membawa implikasi ganda. Di satu sisi, para perantau yang pulang kampung akan menggerakkan ekonomi lokal. Belanja di pasar tradisional, membeli oleh-oleh, atau sekadar mentraktir keluarga di warung makan turut menghidupkan roda ekonomi di daerah asal.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam kesempatan terpisah menyebut momen mudik tidak hanya menjadi tradisi silaturahmi, tetapi juga berpotensi mendorong perputaran ekonomi di daerah. “Di situ ada perputaran orang, barang dan uang di daerah. Itu akan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujarnya saat melepas program mudik gratis di Jakarta, Senin (16/3/2026).
Di sisi lain, lonjakan kedatangan juga menuntut kesiapan layanan transportasi lanjutan. Para pemudik yang turun di stasiun-stasiun besar seperti Tawang dan Poncol membutuhkan akses ke angkutan kota, bus, atau travel untuk menuju kampung halaman masing-masing yang mungkin tersebar di berbagai penjuru Jawa Tengah.
Kesiapan Daop 4 Melayani Pemudik
PT KAI Daop 4 Semarang terus memastikan layanan operasional berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh pelanggan. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk petugas keamanan dan tenaga pelayanan di stasiun, terus ditingkatkan.
“Kami berkomitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Masyarakat diharapkan memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk memantau ketersediaan tiket serta memilih alternatif jadwal apabila tanggal favorit telah mendekati penuh,” pesan Luqman.
Sebagai bentuk antisipasi, KAI Daop 4 Semarang juga melakukan berbagai langkah pengamanan, termasuk inspeksi mendadak berupa tes narkoba kepada para petugas yang terlibat dalam operasional perjalanan kereta api. Pemeriksaan tersebut dilakukan secara rahasia dan diikuti oleh seluruh awak sarana perkeretaapian, termasuk masinis, asisten masinis, kondektur, hingga petugas kebersihan. Dari hasil pemeriksaan, seluruh petugas dinyatakan negatif penyalahgunaan narkotika.
Yang Perlu Diketahui Pemudik
Bagi para pemudik yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api, beberapa hal berikut penting dicermati:
- Pemesanan tiket hanya melalui saluran resmi: aplikasi Access by KAI, website kai.id, dan mitra penjualan resmi lainnya.
- Periode angkutan Lebaran berlangsung 13-30 Maret 2026, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 24 Maret.
- Total kapasitas 21.128 kursi per hari tersedia di 36 perjalanan kereta jarak jauh.
- Stasiun dengan kedatangan tertinggi: Tawang, Poncol, Tegal, Pekalongan.
Catatan Redaksi
Data 137.143 penumpang yang turun di stasiun-stasiun Jawa Tengah dalam enam hari pertama mudik adalah cermin dari realitas sosial-ekonomi yang telah mengakar. Jutaan warga Jawa Tengah memilih merantau ke kota-kota besar demi mencari penghidupan yang lebih baik, dan Lebaran menjadi momen sakral untuk pulang.
Fenomena ini juga mengingatkan bahwa pembangunan ekonomi yang merata masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Selama lapangan kerja berkualitas masih terkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya, arus mudik akan selalu menjadi ritual tahunan yang menghadirkan kerinduan sekaligus kesibukan luar biasa bagi sektor transportasi.
PT KAI Daop 4 Semarang melalui pernyataan resminya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan menggunakan layanan kereta api, serta mengapresiasi semua pihak yang mendukung kelancaran operasional, termasuk TNI/Polri dan komunitas pecinta kereta api.
Bagi jutaan pemudik yang telah tiba di kampung halaman, selamat menikmati kebersamaan dengan keluarga. Bagi yang masih dalam perjalanan, semoga selamat sampai tujuan.



