BATANG, PortalJateng.id – Kecelakaan beruntun yang melibatkan bus PO Haryanto dan delapan mobil pribadi di Tol Batang-Semarang KM 361+600 A, Minggu (15/3/2026) siang, menyisakan kesaksian mencekam. Korban selamat yang mobilnya berada di posisi paling belakang menyebut bus melaju tanpa upaya pengereman hingga menyeret kendaraannya puluhan meter.
Insiden terjadi sekitar pukul 15.45 WIB di jalur A (arah Jakarta ke Semarang), tepatnya di Desa Gondang, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang . Lalu lintas kala itu sedang padat merayap karena arus mudik Lebaran 2026 mulai menggeliat.
Gede Pasek Suardika, Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara yang tengah dalam perjalanan Jakarta menuju Solo bersama putrinya, menjadi saksi sekaligus korban langsung. Mobil Cherry J6 yang dikemudikan putrinya, Putu Devi Narasari, berada di posisi paling belakang dalam antrean kendaraan yang tertabrak bus bernopol S-7428-UN itu.
“Bus itu menabrak delapan mobil. Dari rekaman dashcam saya, bus sama sekali tidak melakukan pengereman, malah semakin kencang,” ujar Gede kepada PortalJateng.id.

Ia bersyukur dirinya, anaknya, serta sopir mobil selamat meski kendaraannya mengalami kerusakan parah di bagian belakang hingga ban pecah dan harus diderek ke Pos Tol Jasa Marga Batang. Rekaman dashcam milik Gede yang memperlihatkan bus melaju kencang tanpa upaya mengerem kini menjadi salah satu bahan investigasi polisi untuk mengungkap kronologi lengkap kecelakaan.
Polisi: Human Error, Sopir Tidak Mengantuk
Kasat Lantas Polres Batang, AKP Eka Hendra Ardiansyah, membenarkan bahwa kecelakaan beruntun ini melibatkan satu unit bus dan delapan mobil pribadi. Hasil investigasi awal di lokasi kejadian mengarah pada faktor kelalaian manusia (human error).
“Berdasarkan pemeriksaan sementara, penyebabnya adalah sopir bus berinisial TW (42) yang diduga tidak menjaga jarak aman dan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi di tengah kepadatan. Bus tidak dapat menguasai laju kendaraan kemudian menabrak Wuling Alvez yang berjalan searah. Setelah itu bus oleng ke kanan dan menabrak dua unit Toyota Innova, Suzuki XL7, hingga mobil listrik Chery milik Gede Pasek,” jelas Eka.

Polisi memastikan sopir yang diketahui bernama lengkap Tega Wijanarko (42), warga Gunungpati Kota Semarang, tidak dalam kondisi mengantuk. Namun diduga gagal menguasai laju kendaraan saat lalu lintas di depannya mulai melambat. Akibatnya, bus menabrak kendaraan di lajur kiri, oleng ke kanan, dan kembali menabrak kendaraan lainnya.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Satu orang dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan. Sopir bus kini diamankan petugas untuk proses hukum lebih lanjut.
Kesaksian Korban: Tabrakan Keras Tanpa Pengereman
Gede Pasek mengunggah rekaman dashcam di akun Facebook-nya yang memperlihatkan detik-detik mencekam saat bus melaju ugal-ugalan. Dalam video tersebut, tampak bus berwarna hitam melaju kencang dan menyilang sebelum akhirnya menyeruduk mobilnya dari belakang .
“Kerasnya kejadian hantaman Bus PO Haryanto yang ugal-ugalan tersebut menabrak dari belakang langsung ke samping hingga melewati mobil kami,” tulis Gede dalam unggahannya.
Ia menceritakan bahwa putrinya yang mengemudikan mobil sempat mengalami syok pascakejadian. “Selain menenangkannya, saya juga harus segera datangi Bus pelaku tabrakan beruntun sebelum petugas datang, untuk memastikan ada penanganan penyelesaian yang baik nantinya. Bahagia sekali begitu melihat Devi bisa tenang dan akhirnya mulai bisa senyum,” ujarnya.
Menariknya, pascakejadian, Gede sempat bertemu dan berfoto bersama sopir bus yang menyebabkan kecelakaan tersebut. “Devi dengan sopir balik naik kereta api dari Solo ke Jakarta dan saya besok melanjutkan perjalanan ke Bali naik pesawat dari Solo karena tiket Jakarta-Denpasar ludes. Mobil masih kita titipkan dulu di Pos Tol Jasa Marga Batang,” katanya.
Kronologi dan Data Kendaraan
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, berikut kronologi dan data kendaraan yang terlibat:
Kecelakaan bermula saat bus yang dikemudikan Tega Wijanarko melaju dari arah barat menuju timur di lajur kiri tol. Saat melintasi lokasi kejadian yang merupakan jalan lurus, datar, dan dalam kondisi cuaca cerah, pengemudi bus diduga tidak dapat menguasai laju kendaraannya di tengah kepadatan lalu lintas.
Bus kemudian menabrak sejumlah kendaraan di depannya secara beruntun. Total delapan mobil menjadi korban, dengan lima di antaranya mengalami kerusakan parah dan tiga mobil harus diderek ke Pos Tol Jasa Marga Batang.
Kendaraan yang tercatat terlibat antara lain:
- Toyota Innova bernopol F 1434 QJ dan B 2387 EGX
- Suzuki XL7 bernopol S 1599 CF
- Mobil listrik Chery J6 bernopol B 1194 BDV milik Gede Pasek Suardika
- Satu unit Wuling Alvez
Momen Krusial Arus Mudik
Kecelakaan ini menjadi peringatan dini di awal masa arus mudik Lebaran 2026. Jalur tol Batang-Semarang yang kerap padat saat musim mudik membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama bagi kendaraan besar seperti bus.
Data dari pengelola tol menunjukkan volume kendaraan di ruas tersebut meningkat signifikan sejak H-7 Lebaran. Kondisi padat merayap seperti saat kejadian menjadi tantangan tersendiri bagi pengemudi kendaraan besar yang membutuhkan jarak pengereman lebih panjang.
Gede mengimbau para pemudik untuk selalu waspada dan menjaga jarak aman. “Kejadian ini bisa menimpa siapa saja. Saya bersyukur masih diberi kesempatan hidup. Semoga ini jadi pelajaran bagi semua, terutama sopir-sopir bus,” pungkasnya.
Catatan Redaksi
Kecelakaan yang melibatkan bus PO Haryanto ini menyoroti persoalan klasik yang terus berulang setiap musim mudik: bagaimana memastikan kendaraan umum, terutama bus, dioperasikan dengan standar keselamatan tinggi.
Fakta bahwa sopir tidak dalam kondisi mengantuk justru menjadi pertanyaan tersendiri. Jika penyebabnya murni human error berupa kegagalan menjaga jarak aman dan kecepatan tinggi di tengah kepadatan, maka ini menunjukkan lemahnya disiplin dan pemahaman sopir akan risiko berkendara di kondisi padat.
PO Haryanto sebagai perusahaan otobus besar seharusnya memiliki standar operasional yang ketat, termasuk pembatasan kecepatan dan pelatihan defensive driving bagi para sopirnya. Apakah ini kasus kelalaian individu atau ada celah dalam sistem manajemen keselamatan perusahaan?
Hingga berita ini diturunkan, manajemen PO Haryanto belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, polisi terus mendalami penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor teknis pada kendaraan.
Yang jelas, nyawa para pemudik berada di tangan para sopir dan kelayakan kendaraan. Kasus ini menjadi pengingat bahwa evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan angkutan umum, terutama bus, harus dilakukan tidak hanya menjelang Lebaran tapi juga pengawasan ketat selama operasional berlangsung.



