Minggu, 15 Februari 2026
29 C
Semarang

Evakuasi Jasad Pendaki Gunung Slamet Ditemukan di Jurang 20 Meter

"Penyebab kematian resmi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Goeteng Purbalingga, meski dugaan sementara adalah hipotermia"

Berita Terkait

SEMARANG – Operasi panjang pencarian pendaki hilang di Gunung Slamet akhirnya tuntas. Syafiq Ridhan Ali Razan (18) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan berhasil dievakuasi setelah 17 hari menghilang. Jasad siswa SMAN 5 Magelang itu ditemukan di jurang sedalam 20 meter di area lereng Gunung Slamet.

Kronologi bermula saat Syafiq dan temannya, Himawan Choi Darbahran, mendaki via jalur Dipajaya, Pemalang, pada 27 Desember 2025. Saat temannya mengalami kram kaki, Syafiq turun duluan untuk cari bantuan dan tak pernah kembali.

Syafiq ditemukan Tim SAR Gabungan pada Rabu (14/1/2026) pagi. Menariknya, lokasinya bukan di rute awal pendakiannya.

“Lokasi jatuhnya Ali berada sisi selatan lereng di jalur turun menuju BC (basecamp) gunung Malang yang berarti bukan jalur saat Ali mendaki yakni via BC Dipajaya,” jelas Budiono, Kepala Basarnas Kantor SAR Semarang.

Temuan ini mengindikasikan Syafiq kemungkinan besar tersesat dan mencoba mencari jalan turun melalui jalur yang berbeda.

Meski sudah ditemukan, proses evakuasi tak bisa langsung dilakukan. Kabut tebal dan cuaca buruk memaksa tim menunda demi keselamatan personel.

Evakuasi baru bisa dimulai Kamis (15/1/2026) pagi pukul 07.00 WIB. Tim SAR bahu-membahu mengangkat jenazah dari dasar jurang. Berkat cuaca cerah, proses berjalan lancar dan jenazah tiba di Basecamp Gunung Malang, Purbalingga, pukul 14.30 WIB.

“Alhamdulillah kondisi jenazah saat ditemukan masih utuh sehingga mudah untuk dikenali,” imbuh Budiono. Penyebab kematian resmi masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Goeteng Purbalingga, meski dugaan sementara adalah hipotermia.

Kisah pilu ini menyisakan pelajaran penting untuk para pendaki:

· Jangan Pernah Berpisah: Jika satu anggota cedera, tetap bersama. Berpisah justru melipatgandakan risiko.
· Kenali Jalur dan Bawa Navigator: Kuasai rute dan bawa peta fisik atau track GPS. Jangan mengandalkan ingatan.
· Siapkan Mental “Stay Put” jika Tersesat: Saat tersesat, berhenti, cari tempat aman, dan tetap di lokasi. Bergerak tanpa arah malah memperparah situasi.
· Antisipasi Hiportemia: Bawa perlengkapan darurat seperti sleeping bag, ponco, dan pakaian hangat ekstra. Kenali gejalanya, mulai dari gigil ekstrem, kebingungan, hingga kelelahan parah.

Budiono menutup dengan apresiasi tinggi bagi semua pihak yang terlibat dalam operasi sarat tantangan ini.

“Kami apresiasi tinggi kepada seluruh tim SAR gabungan, sehingga almarhum bisa dikebumikan secara layak oleh keluarga,” tutupnya.

Jenazah Syafiq akan dipulangkan ke Magelang usai proses autopsi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan tragedi ini mengingatkan kita semua untuk lebih memprioritaskan keselamatan di atas segalanya di alam bebas.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru