Selasa, 26 Mei 2026
29 C
Semarang

JEC Raih Dua Penghargaan Healthcare Asia Awards 2026, Perkuat Posisi sebagai Rumah Sakit Mata Berstandar Internasional

Berita Terkait

Jakarta, 27 Maret 2026 — JEC Eye Hospitals and Clinics kembali menorehkan prestasi di kancah internasional dengan meraih dua penghargaan bergengsi dalam ajang Healthcare Asia Awards 2026. Penghargaan tersebut adalah Clinical Service Initiative of the Year – Indonesia dan Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) – Indonesia.

Penghargaan ini diterima oleh Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo selaku Direktur Pengembangan & Pendidikan JEC Group dalam seremoni yang digelar di Marina Bay Sands, Singapura, Kamis (26/3/2026).

Ajang Healthcare Asia Awards sendiri merupakan penghargaan tahunan yang memberikan apresiasi kepada institusi layanan kesehatan di Asia atas keunggulan dalam kualitas klinis, inovasi, serta dampaknya terhadap masyarakat.

Prof. Tjahjono menyebut penghargaan ini menjadi pengakuan atas pendekatan JEC dalam menghadirkan layanan kesehatan mata yang terstandarisasi dan berorientasi pada pasien.

“Penghargaan ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi kami, tetapi juga validasi atas pendekatan JEC dalam membangun layanan kesehatan mata yang terukur, terstandarisasi, dan berfokus pada kebutuhan pasien,” ujarnya.

Ia menambahkan, capaian tersebut semakin memperkuat posisi JEC sebagai salah satu pemimpin layanan kesehatan mata di Indonesia.

“Kami ingin memastikan setiap pasien mendapatkan diagnosis yang akurat, terapi yang tepat, dan pengalaman layanan yang optimal. Ke depan, kami berkomitmen terus menjadi rujukan utama layanan kesehatan mata sekaligus meningkatkan kualitas penglihatan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Inovasi Layanan Mata Kering Jadi Sorotan

Penghargaan pertama, Clinical Service Initiative of the Year, diberikan atas program Integrated Dry Eye Standardisation and Awareness Programme. Program ini menghadirkan pendekatan terpadu dalam diagnosis dan penanganan penyakit mata kering, yang diperkirakan memengaruhi sekitar 27,5% populasi Indonesia atau lebih dari 76 juta orang.

Melalui program ini, JEC menggabungkan edukasi publik dengan standardisasi protokol klinis di seluruh jaringan. Salah satu inovasinya adalah penggunaan kuesioner digital Dry Eye Questionnaire-5 berbasis gim untuk membantu skrining mandiri pasien.

“Lebih dari 400 pasien setiap tahun memanfaatkan metode ini, yang terbukti mendorong deteksi dini. Dalam satu tahun implementasi, angka diagnosis mata kering meningkat rata-rata 30%, bahkan mencapai hingga 80% di beberapa cabang,” ungkap Prof. Tjahjono.

Program ini juga didukung pelatihan tenaga medis yang melibatkan lebih dari 150 dokter spesialis mata, 400 perawat, serta ratusan tenaga kesehatan lainnya, guna memastikan kualitas layanan yang konsisten.

Sementara itu, penghargaan kedua, Specialty Clinic of the Year (Ophthalmology) diberikan atas kinerja JEC @ Tambora yang dinilai unggul dalam efisiensi operasional dan kualitas layanan.

Klinik ini mencatat lebih dari 35.000 kunjungan rawat jalan dan lebih dari 5.000 tindakan operasi sepanjang 2024, termasuk sekitar 3.500 prosedur katarak. Tingkat konversi pasien ke tindakan operasi mencapai lebih dari 65%, tertinggi di antara jaringan JEC.

“Meski memiliki volume layanan tinggi, tingkat komplikasi tetap terjaga di kisaran 1%, menunjukkan standar keselamatan pasien yang konsisten,” terangnya.

Komitmen Berkelanjutan

Selama lebih dari 40 tahun, JEC telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan 150.000 prosedur koreksi refraksi seperti LASIK dan SMILE. JEC juga dikenal sebagai pelopor teknologi kesehatan mata di Indonesia, termasuk menghadirkan LASIK pertama pada 1997 hingga teknologi SMILE PRO pada 2022.

Ke depan, JEC berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi klinis, meningkatkan kompetensi tenaga medis, serta memperluas akses layanan kesehatan mata berstandar global.

Dengan 16 cabang di berbagai kota, JEC juga tengah mengembangkan fasilitas baru di Sanur, Bali, sebagai pusat layanan kesehatan mata berteknologi tinggi yang terintegrasi dengan konsep smart dan green hospital.

“Penghargaan ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan JEC menuju layanan kesehatan mata yang semakin berkualitas dan berdaya saing internasional,” tutup Prof. Tjahjono.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru