Jumat, 1 Mei 2026
33 C
Semarang

Polrestabes Semarang Siaga Penuh Amankan May Day 2026

Kapolrestabes: utamakan pendekatan humanis

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Jumat pagi itu, suasana di Jalan Pahlawan berbeda dari biasanya. Sejak pukul 08.00, puluhan personel kepolisian berbaris rapi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah. Bukan untuk demo. Bukan untuk konvoi. Mereka bersiap mengamankan orang-orang yang akan demo.

Polrestabes Semarang menggelar apel kesiapan pengamanan dalam rangka mengantisipasi aksi unjuk rasa peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Jumat (1/5/2026). Apel dilaksanakan di dua titik strategis, di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan di halaman Balaikota Semarang.

Bukan tanpa alasan. Kedua lokasi ini biasanya menjadi pusat konsentrasi massa aksi. Di sinilah tuntutan para buruh disuarakan. Di sinilah aparat harus hadir bukan untuk menghalangi, tapi untuk memastikan bahwa suara itu tersampaikan dengan aman dan tertib.

Apel Pertama: Di Depan Kantor Gubernur

Pukul 08.15 WIB, apel pertama dimulai. Bertindak sebagai pimpinan apel, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Heri Wahyudi, S.I.K., M.M. , berdiri tegap di hadapan jajarannya. Pejabat utama Polrestabes Semarang hadir. Personel gabungan dari berbagai satuan termasuk BKO dari sejumlah Polres dan dukungan Brimob turut serta.

Dalam arahannya, Heri Wahyudi menekankan satu pesan utama, lindungi, bukan lawan.

“Laksanakan tugas dengan ikhlas, tetap profesional, dan pastikan kegiatan berjalan aman serta tertib. Kendalikan anggota dengan baik dan utamakan keselamatan,” tegasnya.

Ia mengingatkan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan humanis namun tetap tegas sesuai SOP. Juga melarang penggunaan alat yang berpotensi membahayakan, seperti senjata api maupun senjata tajam.

Usai apel, Sipropam Polrestabes Semarang melakukan pengecekan menyeluruh terhadap personel. Hasilnya: tidak ditemukan personel yang membawa senjata api. Pengamanan dipastikan mengedepankan pendekatan non-militeristik.

Itu pesan penting. Di tengah kekhawatiran masyarakat bahwa aksi buruh kerap berakhir ricuh, aparat menunjukkan kesiapan untuk bersikap humanis sejak awal.

Apel Kedua: Di Balaikota Semarang

Tak cukup di satu titik, apel kesiapan juga digelar di halaman Balaikota Semarang mulai pukul 08.00 hingga 08.30 WIB. Apel ini dipimpin oleh Wakapolrestabes Semarang KBP Wiwit Ari Wibisono, S.I.K., S.H., M.H.

Sebanyak 611 personel gabungan dikerahkan terdiri dari unsur Polri, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

Dalam arahannya, Wiwit Ari Wibisono menekankan pentingnya pengecekan kekuatan personel, penempatan sesuai ploting, serta penerapan SOP pengendalian massa secara tepat dan profesional.

Balaikota disebut sebagai titik cadangan aksi tempat di mana massa bisa berkumpul jika arus utama di Kantor Gubernur sudah terlalu padat. Karena itu, kesiapan dan tampilan kekuatan di titik ini harus optimal.

Sarana dan Prasarana Pendukung

Polrestabes Semarang tidak main-main dalam persiapan. Berbagai sarana dan prasarana pendukung disiapkan:

  • Kendaraan taktis
  • Tameng
  • Body armor
  • Kendaraan pengurai massa (Raimas)
  • Water cannon

Semua disiapkan untuk mendukung kelancaran tugas di lapangan. Namun kehadirannya bukan untuk mengintimidasi. Ia adalah standar operasional jaring pengaman jika situasi di luar kendali.

Buruh dan Polisi: Dua Sisi yang Tak Harus Berhadapan

May Day sejatinya adalah momentum penting bagi buruh untuk menyuarakan hak dan kesejahteraannya. Bukan untuk merusak. Bukan untuk anarkis. Tapi untuk didengar.

Di sisi lain, polisi bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Jika kedua belah paham, demonstrasi bisa berlangsung damai tanpa ricuh.

Kapolrestabes Semarang tampaknya ingin memastikan itu terjadi. Apel kesiapan bukan persiapan untuk melawan, tapi persiapan untuk melindungi baik buruh maupun masyarakat luas yang mungkin terdampak aksi mogok dan unjuk rasa.

“Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai mitra dialog bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk serikat buruh,” ujar Heri Wahyudi beberapa hari sebelumnya saat mengunjungi Kantor Sekretariat KASBI Jawa Tengah.

Dialog sudah dibangun. Kini saatnya membuktikan di lapangan.

Situasi Terkini: Kondusif

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan apel berlangsung dengan aman dan lancar. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan terpantau kondusif. Personel tetap siaga mengawal jalannya aksi May Day di wilayah Kota Semarang.

Belum ada laporan insiden berarti. Baik dari pihak buruh maupun aparat, semua berusaha menjaga suasana tetap terkendali.

May Day bukan tentang siapa yang menang atau kalah. Ia tentang bagaimana suara buruh didengar, dan bagaimana aparat hadir untuk memastikan suara itu tidak tenggelam dalam kekerasan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru