Jakarta – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mencatat lonjakan laba bersih signifikan pada kuartal I 2026 menjadi Rp101,89 miliar, naik 111,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp48,22 miliar. Kinerja ini diraih di tengah industri semen domestik yang mulai pulih, meski tingkat utilisasi masih berada di kisaran 53,9 persen dari total kapasitas nasional sekitar 124 juta ton.
Direktur Utama Solusi Bangun Indonesia, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan capaian tersebut mencerminkan keberhasilan strategi transformasi yang dijalankan secara konsisten oleh perusahaan.
“Pertumbuhan kinerja pada kuartal I 2026 menjadi awal yang baik bagi Solusi Bangun Indonesia dalam menjaga momentum bisnis. Kami akan terus fokus pada pertumbuhan yang sehat, efisiensi operasional, serta inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.
Secara operasional, perusahaan mencatat volume penjualan semen dan terak sebesar 2,92 juta ton, tumbuh 1,4 persen secara tahunan. Kenaikan ini mendorong pendapatan menjadi Rp2,56 triliun atau meningkat 3,6 persen year-on-year. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp358 miliar, naik 14,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh peningkatan penjualan, disiplin dalam pengelolaan biaya, serta penerapan operational excellence di seluruh proses produksi. Perusahaan juga terus memperkuat efisiensi energi, termasuk melalui peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi berkelanjutan.
Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya sertifikat Green Label predikat Platinum untuk pabrik di Lhoknga (Aceh), Narogong (Jawa Barat), dan Cilacap (Jawa Tengah), serta predikat Gold untuk pabrik di Tuban (Jawa Timur).
Ke depan, prospek industri semen domestik diperkirakan masih terbatas. Asosiasi Semen Indonesia memproyeksikan pertumbuhan penjualan hanya sekitar 1–2 persen sepanjang 2026. Meski demikian, Solusi Bangun Indonesia optimistis dapat menjaga tren pertumbuhan.
Selain memperkuat pemasaran dan efisiensi operasional, perusahaan tengah menyiapkan ekspansi melalui pasar ekspor. Fasilitas dermaga dan pemuatan terintegrasi di Tuban, Jawa Timur, segera dioperasikan untuk mendukung pengiriman ke pasar Amerika Serikat.
“Ini adalah langkah progresif yang tidak hanya memperluas pasar dan meningkatkan utilitas, tetapi juga memperkuat daya saing global perusahaan dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan,” kata Rizki.
Di dalam negeri, perusahaan juga terlibat dalam sejumlah proyek strategis, di antaranya perbaikan Jalan Tol Pejagan–Pemalang menggunakan teknologi beton fast track yang memungkinkan pengerjaan hanya dalam tiga hari. Selain itu, perusahaan turut ambil bagian dalam pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara di Subang, Jawa Barat.
Sebagai informasi, Solusi Bangun Indonesia merupakan anak usaha dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dengan kepemilikan saham sebesar 83,52 persen. Perseroan menjalankan bisnis terintegrasi mulai dari produksi semen, beton siap pakai, agregat, hingga pengelolaan limbah ramah lingkungan, dengan total kapasitas produksi mencapai 14,86 juta ton semen per tahun dan didukung sekitar 1.750 karyawan.



