Rabu, 20 Mei 2026
28.2 C
Semarang

Remaja Tenggelam di Sungai Sengkarang Pekalongan, Ditemukan Meninggal 50 Meter dari Lokasi

Hanyut Saat Mandi Sore Hari, Tim SAR Evakuasi Hari Kedua

Berita Terkait

PEKALONGAN, PortalJateng.id – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang remaja yang tenggelam di Sungai Sengkarang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Korban bernama Irsal Dwi Pratama (17) , warga Warulor, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Lokasi kejadian tepatnya di bawah Jembatan Gantung Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan.

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, menjelaskan kronologi kejadian.

Peristiwa bermula pada Senin (18/5/2026) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu, korban bersama 7 orang temannya mandi di tepi Sungai Sengkarang. Mereka asyik bermain air.

Tiba-tiba, korban berniat berenang menyeberangi sungai. Namun, diduga tidak kuat melawan arus sungai. Korban pun hanyut.

Salah satu teman korban sempat berusaha membantu menarik korban menuju tepian. Tetapi, tidak mampu bertahan lama. Akhirnya, korban hanyut tenggelam.

Upaya Pencarian

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera melakukan upaya pencarian awal. Mereka juga melaporkan kejadian kepada Unit Siaga SAR Pemalang.

Setelah pencarian oleh warga belum membuahkan hasil, warga meminta bantuan kepada tim SAR.

“Pada pukul 18.30 WIB kami menerima informasi adanya korban hanyut di Sungai Sengkarang. Kami langsung menerjunkan satu tim SAR untuk melakukan pencarian lengkap dengan peralatan selam dan juga perahu karet,” ujar Budiono.

Pencarian Hari Pertama dan Kedua

Tim SAR gabungan segera diberangkatkan menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian.

Hari pertama, karena sudah gelap, pencarian hanya dilakukan dengan penyisiran. Situasi yang gelap membuat pencarian tidak efektif. Hasilnya, pencarian belum membuahkan hasil.

Hari kedua, pencarian dilakukan dengan lebih intensif. Tim melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sisi kanan dan kiri aliran sungai. Jarak penyisiran sejauh kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian.

Selain itu, tim juga melakukan penyisiran darat di pinggiran sungai. Serta penyelaman pada titik awal korban tenggelam.

Setelah dilakukan pencarian yang intensif, akhirnya pada Selasa (19/5/2026) sekira pukul 13.40 WIB, korban berhasil ditemukan.

Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ditemukan pada jarak sekitar 50 meter dari lokasi kejadian awal (LKP). Penemuan setelah dilakukan penyelaman di area tersebut,” imbuh Budiono.

“Selanjutnya korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Bendan Kota Pekalongan untuk proses lebih lanjut,” tambahnya.

Operasi SAR Dinyatakan Selesai

Budiono menyampaikan apresiasi dan mengakhiri operasi SAR.

“Terima kasih atas segala usaha tim SAR gabungan sehingga korban lekas ditemukan,” ujarnya.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR dinyatakan selesai. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” pungkas Budiono.

Air sungai yang mengalir deras menyimpan pesona sekaligus bahaya. Irsal Dwi Pratama (17) dan ketujuh temannya datang untuk mandi dan bermain. Siapa sangka, satu kesalahan kecil berniat menyeberang berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.

Korban sempat ditolong temannya, tetapi arus terlalu kuat. Warga sudah berusaha mencari, tetapi hari mulai gelap. Tim SAR diterjunkan, bekerja siang dan malam, menyisir sungai dengan perahu karet dan alat selam.

Akhirnya, korban ditemukan 50 meter dari lokasi awal. Terlambat untuk diselamatkan, tetapi setidaknya keluarga mendapatkan kepastian.

Kejadian ini menjadi pelajaran pedih, jangan pernah meremehkan arus sungai. Air yang tampak tenam belum tentu aman untuk diseberangi. Apalagi jika tidak tahu kondisi dasar dan kekuatan arusnya.

Semoga keluarga korban diberi ketabahan. Semoga kejadian ini mengingatkan kita semua untuk lebih waspada saat bermain air. Karena nyawa tidak bisa diulang. Sekali melayang, ia pergi untuk selamanya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru