Rabu, 3 Juni 2026
33.8 C
Semarang

Kepengurusan Baru Apindo Jateng Usung Semangat Kolaborasi dan Adaptasi

Berita Terkait

SEMARANG – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 resmi dilantik di Hotel Patra Semarang Hotel & Convention, Rabu (3/6/2026). Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) XIII Apindo Jawa Tengah yang digelar pada 15 April 2026 di Semarang.

Dalam pelantikan tersebut, Helmi Tas’an Wartono resmi mengemban amanah sebagai Ketua Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan organisasi sekaligus memperkuat peran Apindo sebagai mitra strategis pemerintah, pekerja, dan dunia usaha.

“Pelantikan ini merupakan tindak lanjut hasil Musprov XIII yang berlangsung lancar. Saya diberikan amanah untuk menata organisasi yang luar biasa ini selama lima tahun ke depan bersama jajaran pengurus yang memiliki kapabilitas dan dedikasi tinggi,” ujar Helmi.

Ia menyampaikan apresiasi kepada jajaran pengurus DPP Apindo Jawa Tengah periode 2021-2026 yang telah memberikan kontribusi besar bagi organisasi melalui tenaga, pemikiran, dan pengorbanan demi kemajuan dunia usaha di Jawa Tengah.

Menurut Helmi, DPP Apindo Jawa Tengah periode 2026-2031 bersama seluruh jajaran Apindo kabupaten dan kota berkomitmen meneruskan perjuangan organisasi dengan memperkuat ekosistem bisnis, membangun hubungan industrial yang harmonis, serta mendukung penciptaan lapangan kerja.

“Bersama pemerintah, serikat pekerja, dan seluruh elemen masyarakat, kami siap menjaga dunia usaha di Jawa Tengah tetap tumbuh guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” katanya.

Helmi menilai Jawa Tengah memiliki berbagai keunggulan yang menjadikannya magnet investasi nasional. Ketersediaan sumber daya manusia yang unggul, kawasan industri yang terintegrasi, infrastruktur yang saling terkoneksi, serta dukungan pemerintah daerah terhadap kemudahan berusaha menjadi faktor penting yang mendorong masuknya investasi ke daerah ini.

Namun, di tengah perubahan ekonomi global dan meningkatnya tekanan geopolitik, dunia usaha menghadapi tantangan yang tidak ringan. Banyak pelaku usaha, baik skala besar maupun kecil, padat karya maupun padat modal, harus berjuang menghadapi berbagai tekanan ekonomi.

“Dalam situasi seperti ini, dunia usaha sangat membutuhkan dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak. Dunia usaha tidak bisa berdiri sendiri. Kolaborasi adalah kunci,” tegasnya.

Selain pelantikan pengurus, Apindo Jawa Tengah juga menggelar diskusi panel bertema Resiliensi dan Adaptasi Pelaku Usaha di Jawa Tengah dalam Menghadapi Dinamika Perubahan Ekonomi Global dan Tekanan Geopolitik. Diskusi tersebut menghadirkan narasumber dari Kementerian Perdagangan RI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo, serta pelaku usaha di Jawa Tengah.

Ketua Umum DPN Apindo, Shinta W. Kamdani, mengapresiasi proses regenerasi kepemimpinan yang berlangsung di Apindo Jawa Tengah. Menurutnya, keberhasilan regenerasi merupakan langkah penting untuk menjaga kesinambungan organisasi.

“Tidak mudah mencari pengusaha yang mau meluangkan waktu dan mendedikasikan dirinya untuk organisasi. Karena itu kami bersyukur proses transisi kepemimpinan di Jawa Tengah berjalan dengan baik,” ujar Shinta.

Ia menilai Jawa Tengah terus menunjukkan perkembangan ekonomi yang positif. Pertumbuhan industri, masuknya investasi, serta berkembangnya pusat-pusat ekonomi baru di berbagai daerah semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional.

“Jawa Tengah memiliki kekuatan besar, baik dari jumlah penduduk yang mencapai sekitar 38 juta jiwa maupun dominasi usia produktif yang mencapai sekitar 68 persen. Potensi ini menjadi modal besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Shinta juga menyoroti kontribusi sektor industri pengolahan yang mencapai sekitar 33 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah serta semakin kuatnya keterhubungan daerah ini dengan pasar global melalui peningkatan aktivitas ekspor dan investasi.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus Apindo Jawa Tengah yang baru dilantik. Ia berharap sinergi antara pengusaha, pekerja, dan pemerintah terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melibatkan serikat pekerja dalam berbagai kegiatan menunjukkan bahwa sinergi dan kolaborasi di Jawa Tengah berjalan dengan baik. Ini menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan,” ujar Taj Yasin.

Menurutnya, keberadaan pelaku usaha memiliki peran strategis dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mendorong pertumbuhan investasi dan industri, terutama sektor padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,89 persen atau berada di atas rata-rata nasional. Capaian tersebut didukung oleh sektor manufaktur yang masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah akan terus meningkat. Komitmen para pelaku usaha dan tenaga kerja yang ada di Jawa Tengah menjadi salah satu kekuatan utama dalam menarik investasi,” katanya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga terus mendorong pengembangan kawasan industri di berbagai wilayah, termasuk membuka peluang pengembangan kawasan industri baru di wilayah selatan Jawa Tengah guna menciptakan pemerataan pertumbuhan ekonomi.

“Potensi wilayah selatan sangat besar. Ke depan kami ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat di kawasan tertentu, tetapi merata di seluruh wilayah Jawa Tengah,” pungkasnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru