Selasa, 16 Juni 2026
29.3 C
Semarang

Personel ARFF Bandara Ahmad Yani Semarang Jalani Tes Fisik, Siap Hadapi Keadaan Darurat

30 Personel Diuji, General Manager: Kebugaran Vital untuk Selamatkan Nyawa

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Kebakaran pesawat, kecelakaan darat, atau keadaan darurat lain di bandara tidak bisa diprediksi. Tapi kesiapan personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) harus selalu prima.

Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang menggelar Physical Fitness Test bagi 30 personel ARFF. Kegiatan dilaksanakan di Fire Station pada 9, 11, dan 12 Juni 2026.

Tujuannya, mengukur sekaligus memastikan kebugaran fisik mereka. Karena dalam keadaan darurat, nyawa orang lain bergantung pada kecepatan dan ketangguhan mereka.

Kebugaran Fisik Kunci Keselamatan

General Manager Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto, menjelaskan pentingnya kegiatan ini.

“Kegiatan tes ini bertujuan untuk mengukur sekaligus memastikan kesiapan dan kebugaran fisik personel Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) agar selalu siap menghadapi kondisi darurat,” ujar Sulistyo Yulianto.

Ia menambahkan bahwa kebugaran fisik yang terjaga membuat personel mampu mengatasi berbagai hambatan di lapangan.

“Melalui kebugaran fisik yang terjaga, personel diharapkan mampu mengatasi berbagai hambatan di lapangan sehingga seluruh tugas dapat terlaksana dengan cepat, tepat, dan efektif dalam mendukung pencapaian tugas pokok dan fungsi ARFF,” tambah Sulistyo Yulianto.

Menurutnya, kondisi fisik personel ARFF memiliki peran vital. Terutama dalam penanganan keadaan darurat di lingkungan bandar udara.

Personel ARFF Harus Selamatkan Nyawa

“Physical Fitness Test menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas-tugas penyelamatan dan pemadaman kebakaran di lingkungan bandara,” ujar Sulistyo Yulianto.

Personel ARFF dituntut untuk selalu siap siaga dalam berbagai situasi. Karena itu, kondisi fisik yang prima menjadi aspek penting yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan.

“Melalui Physical Fitness Test ini, kami ingin memastikan seluruh personel memiliki kemampuan fisik yang memadai untuk mendukung pelaksanaan tugas secara profesional dan optimal,” pungkas Sulistyo Yulianto.

Bandara Jenderal Ahmad Yani berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta kesiapsiagaan seluruh personel. Tujuannya, mendukung terciptanya kenyamanan, keamanan, dan keselamatan untuk seluruh pengguna jasa.

Kebakaran pesawat tidak memberi tahu sebelumnya. Kecelakaan di landasan tidak menunggu waktu yang tepat. Ketika itu terjadi, detik sangat berharga.

Personel ARFF adalah garda terdepan. Mereka yang berlari ke arah bahaya, bukan menjauh. Mereka yang mengangkat selang, memecahkan kaca, mengevakuasi penumpang yang panik.

Tugas itu tidak ringan. Beban alat berat, tekanan panas, risiko ledakan, dan beban psikologis harus dihadapi dengan tubuh yang prima.

Makanya, Physical Fitness Test bukan sekadar formalitas. Ia adalah penentu, siapa yang siap menyelamatkan nyawa, dan siapa yang belum.

Bandara Jenderal Ahmad Yani tidak ingin mengambil risiko. 30 personel diuji kebugarannya. Bukan untuk disiksa, tapi untuk dipastikan.

Karena di saat darurat, tidak ada waktu untuk bertanya: “Apakah kamu cukup fit?”

Semoga semua personel lulus ujian. Semoga mereka selalu dalam kondisi terbaik. Dan semoga bandara ini tetap menjadi tempat yang aman bagi siapa pun yang datang dan pergi.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru