Minggu, 21 Juni 2026
28 C
Semarang

800 Santri Sudah Mendaftar, Pemprov Jateng Terapkan Seleksi Ketat Beasiswa Pesantren

Berita Terkait


BANYUMAS
 – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberlakukan seleksi ketat bagi calon penerima program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Ini upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan tinggi, bagi kalangan santri.

Penegasan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, saat memberikan sambutan pada Andalusia Bershalawat di Pondok Pesantren At Taujieh Al Islamy 2 Andalusia Lelet, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jumat, 19 Juni 2026.

Dia menjelaskan, seleksi penerima beasiswa santri akan dijalankan dengan ketat. Melibatkan perwakilan dari ulama terkemuka, perwakilan ponpes dan juga kalangan akademisi di Jawa Tengah.

Ujian pun nantinya ada uji baca kitab. Supaya mengetahui, yang benar-benar yang ikut seleksi adalah dari santri sesuai asal pondoknya. Bukan yang hanya minta rekomendasi kiai dari pesantren.


“Siapa yang menentukan? Nanti bukan Pak Yasin. Jadi jangan berharap nanti nitip Pak Yasin bisa lolos ya. Kami ingin terbuka,” tegasnya disambut tepuk tangan gemuruh.


Seleksi bertujuan agar santri yang telah memperoleh beasiswa kembali mengabdi ke pondok asalnya. Seusai pendidikan, santri diwajibkan kembali mengabdi untuk pondok.

“Harus kembali ke pondok asalnya,” tandasnya.

Gus Yasin menambahkan, antusias peserta yang mendaftar program beasiswa santri sangat tinggi. Saat ini sudah ada 800 lebih santri yang mendaftar melalui aplikasi Jateng Ngopeni Nglakoni.

Sesuai jadwal yang berlaku, pendaftaran beasiswa santri untuk luar negeri sudah berakhir pada 13 Juni 2026. Saat ini memasuki tahapan seleksi yang akan berlangsung hingga 4 Juli mendatang.

Adapun pendaftaran untuk program beasiswa S1 dalam negeri, berlangsung sampai dengan 10 Juli 2026. Seleksi akan dilaksanakan pada tanggal 13 Juli sampai dengan 1 Agustus 2026.

Dia mengakui jika banyak santri dari luar provinsi Jawa Tengah yang berminat untuk megikuti program beasiswa tersebut. Sayangnya, hal itu belum dapat dipenuhi oleh Pemprov Jateng.


“Beasiswa untuk para santri ini baik yang kuliah di dalam dan luar negeri, mohon maaf, kalau untuk program ini kami hanya membatasi untuk masyarakat Jawa Tengah,” jelasnya.


Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menyerahkan penghargaan berupa bisaroh kepada penghafal Al Quran, selesai 30 juz. Sebanyak 18 penghafal Quran 30 juz, menerima bisaroh yang diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen.

Dikatakan Gus Yasin, bisaroh menjadi komitmen Pemprov Jateng terhadap para penghafal Al Quran 30 juz. Meskipun ada kitab lain yang juga dihafalkan para santri, namun, Pemprov hanya memberikan bisaroh kepada penghafal Al Quran.


“Komitmen kami, pemerintah harus mengakomodir tidak hanya masyarakat yang beragama Islam. Program itu kita mengapresiasi, memberikan tali asih kepada para penghafal kitab suci. Tetapi sampai sekarang baru Al-Qur’an yang kita beri hadiah. Karena yang menghafalkan kitab suci yang lain belum pernah ada yang mendaftar,” ujarnya.

Program bisaroh itu pun tidak hanya berlaku kepada penghafal Al Quran dari Jawa Tengah. Para penghafal dengan KTP dari luar Jawa Tengah, yang menghafalkan Quran di Jawa Tengah, juga akan memperoleh bisaroh.

Gus Yasin menyebutkan, di antara penerima, ada penghafal dari Lampung, ada juga yang berasal dari Garut. Mereka menghafalkan Quran selama bertahun-tahun, untuk menyelesaikan hafalan 30 juz.**

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru