Rabu, 5 Agustus 2026
27.7 C
Semarang

Kredit Perbankan Tumbuh 12,67% pada Juni 2026, Investasi dan Korporasi Jadi Penopang

Berita Terkait

JAKARTA – Penyaluran kredit perbankan kembali mencatat akselerasi pada Juni 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit tumbuh 12,67% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 9.081 triliun, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Mei 2026 yang sebesar 11,51% yoy.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, penguatan tersebut menunjukkan fungsi intermediasi perbankan tetap terjaga di tengah profil risiko industri yang masih terkendali.

“Kinerja intermediasi perbankan melanjutkan tren penguatan dengan profil risiko yang terjaga. Pertumbuhan kredit pada Juni 2026 kembali terakselerasi menjadi 12,67% yoy menjadi sebesar Rp 9.081 triliun,” ujar Dian dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Juli 2026 di Jakarta, Selasa (4/8).

Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Investasi masih menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan 24,9% yoy. Sementara Kredit Modal Kerja tumbuh 8,94% yoy dan Kredit Konsumsi meningkat 5,75% yoy.

Dari sisi debitur, kredit korporasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 20,45% yoy. Adapun kredit UMKM melanjutkan tren perbaikan dengan tumbuh 1,05% yoy, lebih tinggi dibandingkan Mei 2026 yang sebesar 0,60% yoy. Sementara berdasarkan kelompok bank, kredit bank BUMN mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 16,54% yoy.

Di segmen pembiayaan digital, baki debet kredit buy now pay later (BNPL) perbankan mencapai Rp 30,7 triliun atau tumbuh 33,54% yoy. Meski laju pertumbuhannya melambat dibandingkan Mei yang mencapai 37,72% yoy, jumlah rekening BNPL terus meningkat menjadi 32,77 juta.

Di sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 10,21% yoy menjadi Rp 10.282 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan tabungan sebesar 12,16% yoy, giro 9,95% yoy, dan deposito 8,25% yoy.

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan DPK membuat rasio likuiditas perbankan menurun. Namun, OJK menilai kondisi likuiditas masih sangat memadai. Rasio Alat Likuid terhadap Non-Core Deposit (AL/NCD) tercatat 101,92% dan Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 23,08%, masih jauh di atas ambang batas masing-masing 50% dan 10%. Sementara Liquidity Coverage Ratio (LCR) berada di level 182,75%.

Pada saat yang sama, kualitas aset perbankan terus membaik. Rasio kredit bermasalah (NPL) gross turun menjadi 2,09% dari 2,17% pada Mei 2026, sedangkan NPL net membaik menjadi 0,82%. Loan at Risk (LaR) juga turun ke level 8,47% dari sebelumnya 8,72%.

Profitabilitas industri ikut meningkat dengan return on assets (ROA) mencapai 2,47%, naik dari 2,45% pada bulan sebelumnya. Adapun permodalan perbankan tetap solid dengan rasio kecukupan modal (CAR) sebesar 23,70%, yang dinilai memadai untuk menopang ekspansi kredit sekaligus menyerap potensi risiko.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru