Selasa, 23 Juni 2026
31.7 C
Semarang

KA 100 Harina Temper Truk di Perlintasan Jerakah-Semarang Poncol, Truk Mogok di Tengah Rel

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Sebuah truk nekat menerobos perlintasan kereta api di JPL 1A, antara Stasiun Jerakah dan Semarang Poncol, Senin (22/6/2026). Akibatnya , KA 100 Harina relasi Bandung – Surabaya Pasarturi tertemper.

Kejadian terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Truk dari arah selatan menuju utara tetap melintas meski sirine peringatan berbunyi dan palang pintu mulai menutup.

Di tengah jalur, truk mengalami mogok. Tangki terlepas. Kendaraan tidak bisa segera bergerak keluar dari lintasan.

Petugas JPL, Deni, berlari ke arah kereta untuk memberi isyarat bahaya. Masinis KA Harina sudah melakukan pengereman maksimal.

Tapi jarak terlalu dekat. Benturan tidak bisa dihindari.

Kereta Kembali Berjalan Setelah 6 Menit

KA Harina melakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) di Stasiun Semarang Poncol pukul 16.16 WIB. Pemeriksaan sarana dilakukan.

Setelah dinyatakan aman oleh Awak Sarana Perkeretaapian (ASP), KA Harina diberangkatkan pukul 16.21 WIB. Keterlambatan 6 menit.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan keprihatinan.

“PT KAI Daop 4 Semarang turut prihatin dan menyayangkan atas kejadian tersebut,” ujar Luqman.

Kronologi di Lapangan

Kronologi lengkapnya:

  • Petugas membunyikan sirine dan menutup palang pintu
  • Truk tetap menerobos dan masuk ke area perlintasan
  • Truk mogok di tengah rel akibat tangki terlepas
  • Petugas Deni memberi isyarat bahaya
  • Masinis mengerem maksimal, tapi benturan tak terhindarkan
  • KA Harina ditarik mundur untuk mengamankan posisi
  • Truk didorong ke selatan, lalu dievakuasi sepenuhnya

Setelah KA Harina dan KA Matarmaja melintas, truk dievakuasi.

Imbauan KAI

KAI Daop 4 Semarang mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu disiplin. Berhenti ketika sinyal berbunyi. Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

“Keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan merupakan tanggung jawab bersama,” tegas Luqman.

Palang pintu sudah menutup. Sirine berbunyi. Tapi truk tetap melintas. Mungkin pengemudi terburu-buru. Mungkin rem blong. Tapi apapun alasannya, aturan tidak bisa ditawar.

Truk mogok di tengah rel. Tangki terlepas. Petugas berlari memberi isyarat. Masinis mengerem. Tapi benturan terjadi.

Beruntung , tidak ada korban jiwa. Kereta hanya terlambat 6 menit. Truk akhirnya dievakuasi.

Tapi apa jadinya jika kereta tergelincir? Apa jadinya jika ada penumpang terluka? Apa jadinya jika truk membawa muatan berbahaya?

KAI sudah berulang kali mengingatkan. Palang pintu bukan hiasan. Sirine bukan hiburan. Aturan dibuat untuk keselamatan bersama.

Jadi, saat melintasi perlintasan kereta: berhenti, lihat, dan pastikan aman. Jangan memaksakan diri hanya untuk menghemat beberapa detik.

Karena kereta tidak bisa berhenti mendadak. Tapi nyawa bisa melayang dalam sekejap.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru