KENDAL, PortalJateng.id – Seorang pemuda asal Brangsong, Kendal, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di perairan dermaga pelabuhan Kaliwungu, Jumat (26/6/2026) pagi. Korban bernama Muh Sadya Taruna (27).
Kejadian terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Berdasarkan kesaksian pemancing di lokasi, korban sengaja menceburkan diri ke perairan utara Kendal.
Aksi itu terjadi begitu cepat. Para pemancing dan orang-orang di sekitar lokasi terkejut. Mereka bergegas hendak menolong. Namun, korban sudah tak tampak lagi di permukaan air.
Seorang saksi melaporkan kejadian ke pengelola pelabuhan. Laporan diteruskan ke Basarnas Kantor SAR Semarang.
Pencarian Selama 4 Jam

Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan tim diterjunkan setelah menerima laporan.
“Pukul 9 tadi kami menerima laporan ada orang tenggelam di pelabuhan Kaliwungu Kendal dan langsung memberangkatkan satu tim untuk melakukan pencarian bersama tim SAR gabungan,” ujar Budiono.
Pencarian dilakukan dengan penyelaman dan penyisiran menggunakan perahu karet.
Setelah kurang lebih 4 jam, pada pukul 14.00 WIB, korban berhasil ditemukan. Tim selam menemukannya di kedalaman 2,5 meter. Lokasi penemuan tak jauh dari titik awal, kurang lebih bergeser 3 meter.
Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Korban Dibawa ke RSUD Kendal

Setelah dievakuasi, korban dibawa ke RSUD Kendal untuk penanganan lebih lanjut.
“Kami ucapkan terima kasih kepada rekan-rekan tim SAR gabungan atas usahanya sehingga korban lekas ditemukan dan dievakuasi,” pungkas Budiono.
Muh Sadya Taruna (27) pergi ke dermaga pada Jumat pagi. Ia tidak memancing. Ia tidak mencari ikan. Ia datang untuk melompat.
Saksi mata melihatnya sengaja menceburkan diri. Tak ada teriakan minta tolong. Tak ada kepanikan. Hanya tubuh yang tenggelam, lalu hilang di permukaan air.
Para pemancing terkejut. Mereka berusaha menolong. Tapi sudah terlambat.
Tim SAR datang. Mereka menyelam, menyisir perairan dengan perahu karet. Empat jam kemudian, korban ditemukan di dasar laut, 2,5 meter di bawah permukaan.
Apa yang membuatnya melompat? Kita tidak akan pernah tahu. Yang pasti, ia meninggalkan keluarga, teman, dan orang-orang yang mencintainya.
Kepada keluarga Muh Sadya Taruna, kami turut berduka. Semoga diberi ketabahan. Dan semoga kita semua, ketika hidup terasa berat, ingat bahwa ada tangan-tangan yang siap membantu.
Karena melompat bukanlah solusi. Berbagi beban dengan orang-orang terdekat adalah jalan yang lebih bijak.



