Senin, 29 Juni 2026
31.1 C
Semarang

Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Naik 32 Persen, Peti Kemas Melonjak 24 Persen, Retail 6 Persen

130.710 Ton Terangkut Januari-Mei 2026, Didukung 3 Kawasan Industri dan 3 Container Yard

Berita Terkait

SEMARANG, PortalJateng.id – Barang bergerak dari pusat produksi ke kawasan industri. Dari pelabuhan ke pusat distribusi. Hingga ke tangan konsumen.

PT Kereta Api Indonesia Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif pada angkutan barang. Pada lima bulan pertama 2026, volume angkutan meningkat signifikan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan peningkatan ini mencerminkan tingginya kebutuhan distribusi.

“Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Luqman.

Angkutan Retail Naik 6 Persen

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI Daop 4 Semarang melayani 3.161 ton angkutan retail. Capaian ini meningkat 6 persen dibanding periode sama tahun 2025 (2.981 ton).

Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 yang mencapai 3.093 ton, volume angkutan retail tumbuh 2 persen dalam dua tahun terakhir.

Angkutan Peti Kemas Naik 24 Persen

Untuk angkutan peti kemas, sepanjang Januari hingga Mei 2026, KAI melayani 99.751 ton. Angka ini meningkat 24 persen dibanding periode sama tahun 2025 (79.848 ton).

Jika dibandingkan dengan Januari–Mei 2024 (65.415 ton), volume angkutan peti kemas tumbuh 52 persen dalam dua tahun terakhir.

Total Angkutan Naik 32 Persen

Secara keseluruhan, volume angkutan seluruh komoditas mencapai 130.710 ton. Meningkat 32 persen dibanding periode sama tahun 2025 (98.926 ton).

Dan tumbuh 49 persen dibanding Januari–Mei 2024 (87.267 ton).

Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya peran transportasi berbasis rel. Mendukung kelancaran distribusi logistik di Jawa Tengah maupun nasional.

Kawasan Industri dan Container Yard

Di wilayah Daop 4 Semarang, layanan angkutan barang didukung oleh:

  • Kawasan Industri Wijayakusuma
  • Kawasan Industri Terpadu Batang
  • Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

KAI juga mengoperasikan sejumlah Container Yard (CY) :

  • CY Pethek (Stasiun Semarang Poncol)
  • CY Ronggowarsito (Stasiun Semarang Tawang)
  • CY Brumbung (Stasiun Brumbung)

Setiap harinya, sekitar 30 perjalanan kereta api barang melintas. Tujuan Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember.

Komoditas yang diangkut semen, BBM, peti kemas, dan barang retail.

Dampak Lebih Luas

Peningkatan volume angkutan barang memberikan dampak yang lebih luas. Bukan sekadar perpindahan barang.

Setiap perjalanan kereta barang membawa:

  • Bahan baku industri
  • Produk manufaktur menuju pasar
  • Komoditas ekspor ke pelabuhan
  • Kebutuhan masyarakat yang harus tersedia tepat waktu

Kelancaran distribusi berkontribusi terhadap:

  • Efisiensi biaya logistik
  • Stabilitas pasokan barang
  • Produktivitas ekonomi di berbagai daerah

“Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI Daop 4 Semarang terus mengembangkan layanan angkutan barang agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional,” tutup Luqman.

Barang berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Bahan baku diubah menjadi produk. Produk dikirim ke pasar. Pasar melayani konsumen.

Di balik semua itu, ada kereta api yang melintas setiap hari. Mengangkut semen untuk pembangunan, BBM untuk kendaraan, peti kemas untuk ekspor, dan barang retail untuk kebutuhan sehari-hari.

3.161 ton retail. 99.751 ton peti kemas. 130.710 ton total. Angka yang menunjukkan bahwa ekonomi bergerak, dan kereta api adalah salah satu penggeraknya.

KAI Daop 4 Semarang tidak hanya mengangkut penumpang. Mereka juga mengangkut denyut nadi ekonomi: barang yang dibutuhkan oleh industri dan masyarakat.

Pertumbuhan 32 persen dalam setahun adalah kabar baik. Ekonomi bergerak, logistik lancar, dan kereta api terus berbenah.

Semoga tren ini terus berlanjut. Semoga konektivitas antar kawasan industri semakin kuat. Dan semoga kereta api tetap menjadi tulang punggung distribusi barang nasional.

Karena ketika barang lancar, ekonomi pun ikut lancar. Dan ketika ekonomi lancar, rakyat sejahtera.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru