Kamis, 2 Juli 2026
29.8 C
Semarang

Bulog Pastikan Warga Tak Dirugikan, Minyakita Diduga Berbau Solar di Grobogan Diganti Baru

Berita Terkait


SEMARANG
 – Perum Bulog memastikan Minyakita yang diduga mengeluarkan aroma menyerupai solar di Kabupaten Grobogan akan ditarik dan diganti oleh produsen. Langkah tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus untuk memastikan bantuan pangan yang diterima warga tetap memenuhi standar mutu dan aman dikonsumsi.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima laporan dari sejumlah wilayah di Grobogan. Bulog kemudian berkoordinasi dengan produsen Minyakita, PT KMR, guna menelusuri dugaan adanya kendala kualitas pada produk dari batch tertentu.

Menurut Rendy, produsen telah menyatakan kesediaannya untuk bertanggung jawab mengganti seluruh produk yang diduga mengalami masalah kualitas. Proses penggantian akan segera dilakukan setelah pendataan produk yang sudah tersalur ke masyarakat selesai sembari produsen menyiapkan produk pengganti.

“Produk yang terindikasi bermasalah akan diganti oleh produsen. Kami juga akan melakukan uji laboratorium untuk memastikan penyebabnya serta memperketat pemeriksaan terhadap produk yang dipasok oleh pihak ketiga,” ujar Rendy.

Ia menegaskan, Bulog belum dapat menyimpulkan penyebab munculnya aroma tidak normal tersebut. Karena itu, produk akan diuji di laboratorium untuk memastikan sumber permasalahan sekaligus mengetahui apakah terdapat ketidaksesuaian terhadap standar mutu yang berlaku.

Selama proses pemeriksaan berlangsung, Bulog mengedepankan langkah pencegahan dengan menarik produk yang dilaporkan bermasalah dari peredaran. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi menggunakan produk tersebut hingga hasil pengujian laboratorium keluar.

Selain menarik produk, Bulog juga semakin memperketat pengawasan terhadap proses pengadaan dan distribusi Minyakita. Pemeriksaan akan dilakukan lebih ketat terhadap produk yang dipasok oleh pihak ketiga agar kualitasnya benar-benar sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

“Kami berkomitmen menjaga kualitas bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat. Setiap laporan yang masuk akan kami tindak lanjuti secara cepat agar masyarakat memperoleh produk yang aman dan layak dikonsumsi,” katanya.

Keluhan mengenai Minyakita tersebut bermula dari Desa Penadaran, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Sejumlah warga penerima bantuan pangan mengaku mencium aroma menyengat menyerupai solar saat Minyakita kemasan dua liter dipanaskan untuk menggoreng.

Aroma yang tidak biasa itu membuat warga khawatir terhadap kualitas minyak goreng yang mereka terima. Beberapa penerima bantuan bahkan memilih menghentikan penggunaan produk tersebut sambil menunggu penjelasan dari pihak terkait.

Laporan warga kemudian diteruskan kepada Pemerintah Desa Penadaran. Pemerintah desa selanjutnya berkoordinasi dengan Bulog dan instansi terkait untuk melakukan pendataan serta penanganan.

Sebagai langkah awal, seluruh penerima bantuan diminta mengumpulkan kembali Minyakita yang diduga bermasalah ke balai desa. Pendataan dilakukan untuk memudahkan proses penarikan, penggantian produk, sekaligus mendukung penelusuran terhadap batch yang dilaporkan warga.

Bulog memastikan masyarakat tidak perlu panik. Seluruh produk yang terindikasi bermasalah akan diganti oleh produsen sehingga penerima bantuan tidak dirugikan.

Sementara itu, hasil uji laboratorium akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab munculnya aroma tidak normal pada Minyakita tersebut. Hasil pemeriksaan juga akan menjadi bahan evaluasi guna memperkuat pengawasan distribusi dan menjaga kualitas bantuan pangan pemerintah ke depan.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru