Jumat, 17 Juli 2026
34.4 C
Semarang

Bunda PAUD Jateng Kembangkan PAUD EMAS, Padukan Karakter, Literasi, dan Budaya Lokal

Berita Terkait


SEMARANG
 – Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, tengah menyiapkan modul “PAUD Emas Jawa Tengah”, sebuah lembaga pendidikan PAUD berbasis masyarakat.

Langkah ini sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak usia 0–6 tahun. Sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan layanan PAUD.

Hal itu dikatakan Nawal, usai melakukan rapat koordinasi dengan tim penyusun modul PAUD Emas, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Kamis, 16 Juli 2026.

“PAUD Emas lahir karena kami ingin meningkatkan akses dan partisipasi anak usia 0 sampai 6 tahun untuk bersekolah di PAUD. Kami juga ingin menggerakkan swadaya masyarakat agar bersama-sama menghadirkan layanan PAUD yang lebih luas di Jawa Tengah,” ujarnya.

Nawal mengatakan, penyusunan modul PAUD Emas didasarkan pada kebutuhan untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini yang lebih merata di Jawa Tengah. Program ini juga mengedepankan semangat gotong royong dengan melibatkan masyarakat sebagai kekuatan utama dalam pengembangannya.

Menurutnya, pendidikan tidak semata-mata bergantung pada ketersediaan anggaran pemerintah. Yang lebih penting adalah membangun kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak usia dini.

“Secara teknis, PAUD Emas ini sifatnya non formal, diselenggarakan oleh masyarakat, mengandalkan kekuatan lokal, sarana prasarana, anggaran, dan tenaga didik juga menggunakan potensi masyarakat. Maka disebut PAUD Emas, PAUD berbasis masyarakat untuk Indonesia Emas,”tambahnya.


Dia katakan, program PAUD Emas juga bagian dari komitmen “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah”. Ini dalam rangka mendukung visi Ngopeni dan Nglakoni yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Juga memperluas program Bunda PAUD Jateng, yaitu
SEDULOR PAUD (Siji Deso, Loro PAUD), alias target satu desa dua PAUD.


Saat ini, tim tengah melakukan finalisasi atau fiksasi modul PAUD Emas. Program tersebut dijadwalkan diluncurkan pada awal Agustus mendatang.

Selain penyusunan modul, Bunda PAUD Jateng juga akan mengintegrasikan konsep PAUD Emas ke layanan Posyandu yang tersebar di seluruh Jawa Tengah. Terdapat lebih dari 49 ribu Posyandu yang diharapkan menjadi ruang pendukung pendidikan dan stimulasi anak usia dini.

Nawal menegaskan, keberadaan modul saja belum cukup. Karena itu, pihaknya juga membentuk “Akademik Komunitas PAUD Emas”, sebuah forum pembelajaran berkelanjutan bagi para guru PAUD.

Melalui forum tersebut, para pendidik akan mendapatkan pembaruan materi pembelajaran secara rutin. Termasuk pengembangan metode kreatif seperti penciptaan lagu-lagu edukatif, media pembelajaran inovatif, hingga berbagai praktik baik dalam pendidikan anak usia dini.

“Akademi Komunitas PAUD Emas ini menjadi ruang belajar bersama bagi guru-guru PAUD agar terus meningkatkan kompetensinya secara berkelanjutan,” katanya.

Keunikan PAUD Emas Jawa Tengah juga terletak pada penguatan muatan lokal yang menjadi ciri khas daerah. Kurikulum akan memasukkan berbagai nilai budaya Jawa Tengah, seperti pendidikan etika atau unggah-ungguh, penggunaan bahasa Jawa, pendidikan keagamaan, serta pengenalan adat dan budaya lokal sejak usia dini.

Selain itu, peserta didik juga akan memperoleh pembelajaran dasar yang mencakup literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni yang dikemas sesuai karakteristik anak usia dini.

Nawal menjelaskan, terdapat tiga keunggulan utama yang menjadi identitas PAUD Emas Jawa Tengah. Yakni penguatan nilai-nilai keagamaan, pembentukan jati diri anak, serta pengembangan muatan lokal yang dipadukan dengan pembelajaran dasar sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman.

“Melalui PAUD Emas, kami ingin membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, mencintai budaya daerah, sekaligus memiliki fondasi literasi dan sains yang baik sejak usia dini,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam paparan yang disampaikan Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sunarto, S.Pd., M.Pd., dan sejumlah
pakar di rakor tersebut, PAUD Emas hadir sebagai jawaban nyata atas berbagai tantangan krusial aksesibilitas dan mutu pendidikan anak usia dini di Jawa Tengah.

Berdasarkan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dapodik per 30 Juni 2026, Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD di Jawa Tengah saat ini masih berada di kisaran 47,65% hingga 58,76%.

Data Pokok Pendidikan (Dapodik) PAUD Provinsi Jawa Tengah (Per Juni 2026), tercatat jumlah satuan sekolah sebanyak 27.700 sekolah. Jumlah pendidik/guru sebanyak 57.805 guru. Jumlah Siswa Terdaftar : 906.809 anak (terdiri dari TK: 559.903; KB: 265.853; TPA: 12.878; SPS: 68.175).

Di samping memperluas akses melalui program SEDULOR PAUD (Siji Deso, Loro PAUD), tantangan besar yang tengah diatasi adalah kualitas akademik pendidik. Saat ini baru sekitar 63,53% guru PAUD di Jawa Tengah yang memiliki kualifikasi akademik formal yang sesuai standar.

Di wilayah pedesaan, proporsi guru PAUD non-formal yang berlatar belakang S1/D3 masih berkisar antara 30% hingga 40%.

Disebutkan, salah satu keunikan utama dari PAUD EMAS adalah sifat kelembagaannya yang digerakkan sepenuhnya oleh komunitas akar rumput, seperti kader PKK, kader Posyandu, pengurus RW, dan tokoh masyarakat setempat. Untuk bangunan sekolah juga menggunakan balai RT/RW, rumah warga, atau fasilitas kampung, dan lainya.

Data menunjukkan, mayoritas mutlak penyelenggaraan PAUD di Jawa Tengah bertumpu pada inisiatif swadaya. Dimana sebesar 99,3% (27.486 satuan) berstatus swasta/masyarakat, sementara PAUD Negeri/formal hanya berkisar 0,7% (214 satuan).

Meskipun angka tersebut berada di atas rata-rata nasional, sebaran akses di lapangan belum merata secara optimal.
Kondisi inilah yang memicu lahirnya gerakan PAUD EMAS guna memastikan pemerataan layanan bagi seluruh anak.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru