Minggu, 19 Juli 2026
28.3 C
Semarang

LDII Jateng Gelar Bedah Buku, Wamen Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak: Pintu Dialog Rawat Keberagaman dan Persatuan

Berita Terkait

SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi Jawa Tengah bersama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro menyelenggarakan bedah buku berjudul  “Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke”.

Acara bedah buku tersebut dilaksanakan di Art Center Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro, Semarang, Sabtu, 18 Juli 2026.

Ketua DPW LDII Jawa Tengah Prof. Dr. H. Singgih Tri Sulistiyono mengatakan, kegiatan bedah buku ini dihadiri oleh jajaran pengurus harian DPW LDII Jateng, DPD, hingga PC.

“Untuk yang datang di studio utama ini merupakan perwakilan PC terdekat. Kemudian di daerah-daerah ada di studio mini kabupaten kota yang juga mengundang stake holder terkait,” ujarnya.

Singgih menambahkan, kegiatan ini menjadi ruang dialog akademik untuk memperkenalkan lebih dekat sistem pendidikan LDII kepada masyarakat. 

Buku tersebut memotret keragaman praktik pendidikan LDII di berbagai daerah sekaligus benang merah yang menyatukannya.

Mulai upaya membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri, serta mampu memberi manfaat di tengah masyarakat.

Bedah buku ini juga menegaskan bahwa pendidikan keagamaan tidak berdiri terpisah dari tantangan zaman.

“Sebagai ormas, LDII mempunyai tugas mencetak generasi penerus yang komprehensif. Tak hanya kuasai ilmu teknologi dan pengetahuan, tapi juga menguasai soft skill. Soft skill ini bisa dipakai sampai kapan pun. Contoh soft skill itu diantaranya kejujuran, amanah, kebaikan, tanggungjawab, hingga semangat toleransi,” tambahnya.

Sementara itu Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dr. H. Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi kegiatan bedah buku yang digelar DPW LDII Jawa Tengah.

Pihaknya mengaku sangat tertarik dengan bedah buku tersebut.

Salah satu hal yang menarik perhatiannya adalah, buku yang membahas pendidikan di LDII tersebut ditulis oleh cendekiawan Nahdlatul Ulama, kemudian dibedah oleh cendekiawan Muhammadiyah.

“Ini merupakan hal yang menarik. Kita harus membangun kebiasaan yang memahami satu dengan lainnya dan kesatuan ini tetap dijaga,” katanya.

“Indonesia ini kan beragam, Islamnya juga beragam belum lagi dengan agama lainnya. Cara LDII merawat keberagaman itu membuka pintu dialog satu dengan lainnya itu adalah cara yang baik,” tambahnya.

Adapun dalam kegiatan, buku akan dipaparkan oleh Dr. Ahmad Ali M.D., M.A. dan ditanggapi oleh empat pembahas, yakni Dr. K.H. Tafsir, M.Ag.; Ibnu Fikri, M.Si., Ph.D.; Dr. Rabith Jihan Amaruli, M.Hum.; serta Dr. Miftahudin, S.Pd., M.Si. Diskusi dimoderatori oleh Dr. A.M. Jumai, S.E., M.M. 

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru