Sabtu, 15 Agustus 2026
31.7 C
Semarang

Ahmad Luthfi Dorong 1.488 Pramuka Jateng Jadi Calon Pemimpin Masa Depan

Berita Terkait


CIBUBUR
 – Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan Jambore Nasional (Jamnas) ke-XII bukan sekadar ajang berkumpul dan berkemah. Bagi Ahmad Luthfi, ribuan Pramuka Penggalang yang hadir merupakan calon pemimpin yang sedang ditempa untuk membawa perubahan di daerahnya masing-masing.

Pesan itu disampaikan Gubernur Ahmad Luthfi saat mengunjungi Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat malam (14/8/2026), untuk menyapa dan memberikan motivasi langsung kepada kontingen Pramuka Jawa Tengah.

“Adik-adik datang ke sini, dicetak untuk menjadi pemimpin saat pulang ke Jawa Tengah dan kabupaten/kota masing-masing,” kata Luthfi di hadapan para peserta.

Menurutnya, pendidikan kepramukaan harus membentuk generasi yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kemandirian, kreativitas, motivasi, dan kemampuan menghadapi persoalan.

“Kalian akan dididik bersikap mandiri, terampil, dan berinovasi atau punya daya kreasi, punya motivasi untuk membanggakan diri sendiri dan orang lain,” ujar pria yang memimpin Jawa Tengah bersama Wagub Taj Yasin itu

Luthfi meminta para peserta Jamnas menunjukkan nilai-nilai kepramukaan melalui sikap, perilaku, tindak-tanduk, dan tutur kata selama mengikuti kegiatan.

Ia juga menekankan pentingnya kemampuan mengidentifikasi sekaligus menyelesaikan persoalan, baik secara individu maupun dalam kelompok. Kemampuan tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika kelak terjun ke tengah masyarakat.

Jamnas, lanjut dia, juga menjadi ruang bagi para peserta untuk membangun jejaring dan mengenal keberagaman Indonesia dengan berinteraksi bersama Pramuka dari berbagai provinsi.

“Anda Pramuka Penggalang yang merupakan wakil atau duta-duta Provinsi Jawa Tengah. Ceritakan tentang Jawa Tengah, ceritakan kabupaten/kota, ceritakan daerah asal,” tegasnya.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan para peserta bukan hanya sebagai anggota kontingen, tetapi sebagai duta yang membawa nama Jawa Tengah di tingkat nasional.

Dalam kesempatan itu, Luthfi berdialog langsung dengan sejumlah Pramuka Penggalang. Ia menanyakan daerah asal hingga potensi unggulan masing-masing wilayah.

Suasana berlangsung cair. Luthfi juga memberikan pelukan kepada perwakilan Pramuka Berkebutuhan Khusus dan peserta lainnya, serta melayani permintaan foto bersama dan tanda tangan.

Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Slamet Budi Prayitno, mengatakan kontingen Jawa Tengah yang mengikuti Jamnas ke-XII berjumlah sekitar 1.488 orang.

Mereka terdiri atas 1.208 Pramuka Penggalang tingkat SMP, 24 Pramuka Berkebutuhan Khusus, 68 Pimpinan Kontingen Cabang, 175 Pembina Pendamping, 12 Pimpinan Kontingen Daerah, serta satu dokter kontingen.

Menurut Budi, para peserta dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah tersebut telah menjalani persiapan dan pelatihan selama tiga bulan sebelum mengikuti Jamnas.

“Seperti disampaikan Gubernur, adik-adik Pramuka ini juga sebagai duta Jawa Tengah untuk memperkenalkan berbagai keunggulan yang ada,” katanya.

Budi menjelaskan, pendidikan kepramukaan tidak berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. Ada dua aspek penting yang terus ditanamkan, yakni scouting skill dan life skill.

Scouting skill diarahkan untuk membangun karakter, kemampuan sosial, keterampilan, dan daya tahan menghadapi berbagai kondisi. Sementara life skill membekali peserta dengan kemampuan berpikir cerdas, kreatif, dan inovatif sebagai bekal menghadapi kehidupan.

Di saat yang sama, pendidikan kepramukaan juga menanamkan kecintaan terhadap tanah air dan wawasan kebangsaan.

“Pramuka Penggalang sekarang akan menjadi pemimpin masa depan. Sangat penting adik-adik ini tidak lepas dari jati diri sebagai warga negara Indonesia,” ujar Budi.

Ia menegaskan, makna kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan.

“Pemimpin itu tidak harus jadi pejabat publik atau negara, tapi bisa memimpin diri sendiri, keluarga, dan masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Bagi para peserta, kehadiran langsung Gubernur Jawa Tengah menjadi suntikan semangat tersendiri. Alifah dan Ravi, perwakilan Pramuka Penggalang Kwarda Jateng, mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kontingen Jawa Tengah dalam Jamnas yang digelar lima tahun sekali tersebut.

Keduanya juga mengaku termotivasi setelah mendapatkan pesan langsung dari Ahmad Luthfi.

“Anak-anak Jawa Tengah ini pastinya hebat-hebat. Beliau memberikan semangat agar kami menjadi calon pemimpin masa depan,” ujar mereka.

Jamnas ke-XII pun diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman berkemah dan bertemu Pramuka dari berbagai daerah. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk menempa karakter, memperluas wawasan, membangun keberanian, serta menyiapkan generasi muda agar mampu memimpin dirinya sendiri dan lingkungan ketika kembali ke Jawa Tengah.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru