Jumat, 28 Agustus 2026
30 C
Semarang

Atlanta Elektronik Hadir dengan Wajah Baru, Didukung 14 Brand

Berita Terkait

SEMARANG – Memasuki usia ke-30 tahun, Atlanta Elektronik kini hadir dengan wajah baru setelah melakukan renovasi dan perluasan toko di Jl. MT Haryono No. 540, Kota Semarang.

Momentum tersebut mendapat dukungan dari 14 brand elektronik nasional dan internasional yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan Atlanta Elektronik.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Atlanta Elektronik di tengah perubahan pasar dan persaingan industri ritel elektronik yang semakin ketat.

Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, menuturkan, kondisi pasar elektronik saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Perubahan harga, perkembangan teknologi, hingga persaingan dengan kanal penjualan online membuat pelaku ritel harus semakin adaptif dalam menjalankan bisnis.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” kata Santoso saat pembukaan toko Atlanta Elektronik pada Jumat (28/8/2026).

Atlanta Elektronik telah menjalankan bisnis ritel elektronik sejak 1996. Selama tiga dekade perjalanan bisnisnya, perusahaan menghadapi berbagai fase perkembangan industri.

Salah satunya ketika permintaan produk elektronik meningkat tajam, sementara persediaan barang belum mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Namun, kondisi tersebut kini telah berubah. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan untuk membeli produk elektronik, baik melalui toko fisik maupun platform online.

Santoso menilai toko fisik masih memiliki keunggulan karena konsumen dapat melihat langsung produk sekaligus memperoleh penjelasan mengenai tipe dan penggunaannya. Layanan purnajual juga menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam menentukan tempat membeli produk elektronik.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Untuk menghadapi persaingan tersebut, Atlanta Elektronik memilih memperkuat ekosistem ritel dengan menjaga hubungan dengan grosir, toko mitra, dan produsen.

Strategi tersebut dinilai penting untuk menghadapi persaingan harga sekaligus menjaga keberlangsungan bisnis.

Dukungan dari sejumlah brand juga menjadi bagian dari perjalanan panjang Atlanta Elektronik.

Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, mengatakan Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986. Kerja sama tersebut mencakup berbagai produk, mulai televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

Atlanta Elektronik Hadir dengan Wajah Baru, Didukung 14 Brand

Sementara itu, CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe, mengungkapkan kerja sama dengan Atlanta telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, juga menjadi bagian dari perjalanan Atlanta dalam menghadirkan beragam produk elektronik kepada konsumen.

Dari sisi ritel, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta bertahan selama lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian yang luar biasa. Menurutnya, fokus Atlanta pada sektor ritel menjadi salah satu faktor yang membedakannya dengan toko elektronik lainnya.

Dukungan serupa disampaikan brand Artugo. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan Atlanta merupakan salah satu mitra strategis bagi perusahaannya. Artugo berupaya menghadirkan produk dengan karakter berbeda, di antaranya freezer dengan pilihan warna dan kompor berbahan material batu.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” katanya.

Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan industri elektronik saat ini menghadapi tantangan regulasi dan perubahan pasar.

Menurutnya, pelaku industri harus mampu beradaptasi dengan kondisi yang ada agar tetap bertahan.

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet, menilai perkembangan teknologi, termasuk artificial intelligence (AI), akan semakin memengaruhi produk elektronik dan pola konsumsi masyarakat.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Dukungan juga datang dari Sony, AQUA, NIKO, dan Changhong.

Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, menyebut hubungan bisnis dengan keluarga Santoso bahkan telah berlangsung sejak generasi sebelumnya.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, turut mengapresiasi perjalanan Santoso dalam membangun Atlanta Elektronik.

Ia berharap kerja sama antara Changhong dan Atlanta dapat semakin kuat dan berlangsung dalam jangka panjang.

Selain Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO, dan Changhong, dukungan juga datang dari Daikin, Midea, MODENA, dan TCL.

Dengan demikian, total terdapat 14 brand yang hadir dalam momentum tersebut. Hal ini menunjukkan kuatnya jejaring Atlanta Elektronik dengan industri elektronik.

Santoso berharap sinergi dengan para brand tidak berhenti pada momentum pembukaan showroom, tetapi menjadi fondasi untuk menghadapi persaingan industri yang semakin ketat.

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” ujarnya.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru