Jumat, 28 Agustus 2026
30 C
Semarang

Olahraga Bentuk Karakter, Sekda Jateng Ajak Perguruan Tinggi Junjung Integritas

Berita Terkait

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan olahraga tidak hanya penting untuk menjaga kesehatan. Tetapi juga menjadi sarana membangun integritas dan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari.

Hal itu disampaikan Sumarno di sela pembukaan Turnamen Tenis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, di Lapangan Tenis Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Jumat, 28 Agustus 2026.

“Kami menyambut baik kegiatan pertandingan tenis yang diselenggarakan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah. Ini juga bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk menjaga kesehatan masyarakat,” katanya.

Menurut Sumarno, kegiatan olahraga merupakan salah satu promosi pola hidup sehat. Selain itu, pertandingan tenis juga menjadi ruang untuk memperkuat interaksi dan kolaborasi antarpihak, khususnya perguruan tinggi di Jawa Tengah.

Ia menilai kolaborasi antarperguruan tinggi diperlukan untuk menyatukan langkah dalam mendorong kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

“Ini bagian juga karena berinteraksi untuk menyatukan kolaborasi. Seperti yang Pak Gubernur sampaikan, kita harus berkolaborasi sehingga perguruan tinggi harus disatukan, bagaimana menyatukan langkah sehingga membawa kemajuan pendidikan tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Dalam sambutannya saat pembukaan, Sumarno juga menekankan olahraga dapat membentuk karakter dan integritas seseorang.

Menurut dia, nilai kejujuran dalam olahraga tidak hanya berkaitan dengan kejujuran kepada orang lain, tetapi juga kejujuran terhadap diri sendiri.

“Integritas manusia itu bisa dibangun dari olahraga. Karena apa? Kejujuran. Di olahraga, kejujurannya itu tidak hanya kejujuran pada orang lain, tetapi kejujuran pada diri kita sendiri,” katanya.

Ia mengatakan nilai integritas tersebut selanjutnya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia kerja.

Sumarno menegaskan bahwa integritas bukan hanya persoalan yang melekat pada aparatur sipil negara (ASN), melainkan menjadi tanggung jawab setiap orang dalam menjalankan amanah.

“Kita kalau ngomong tentang integritas, mungkin masyarakat tahunya integritas itu berlaku untuk aparatur sipil negara. Tidak. Integritas itu utamanya dengan amanah. Kita semua di dunia mana pun pasti punya amanah. Kita bisa menjalankan amanah dengan baik, itu adalah bentuk integritas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Adhrial Refaddin mengatakan, turnamen tersebut berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 dan diikuti peserta dari LLDIKTI Wilayah VI serta perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah.

Sebanyak 75 pasangan atau sekitar 150 peserta mengikuti pertandingan yang terbagi dalam empat kategori, yakni ganda 80 tahun, ganda akumulasi 90 tahun, ganda 100 tahun, serta ganda eksekutif yang diperkenalkan pada penyelenggaraan tahun ini.

Ia mengatakan pembagian pool dan pertandingan telah dilakukan melalui proses pengundian sebelum turnamen dimulai.

“Insya Allah seluruh rangkaian pertandingan akan dilaksanakan dengan mengedepankan ketertiban, sportivitas, dan fair play,” katanya.

Adhrial menyebut terdapat 23 perguruan tinggi yang mengirimkan peserta dalam turnamen tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada referee, perangkat pertandingan, perguruan tinggi pendukung, dan seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan kegiatan.

Menurut dia, turnamen tersebut menjadi penyelenggaraan edisi pertama setelah vakum selama tujuh tahun.

“Kami sangat menyadari bahwa dalam penyelenggaraan kegiatan edisi pertama setelah tujuh tahun ini masih terdapat berbagai kekurangan,” ujarnya.

Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi mengatakan turnamen tersebut menjadi momentum untuk kembali mempererat kebersamaan antarpihak di lingkungan perguruan tinggi swasta.

“Kita menunggu tujuh tahun ini untuk guyub bareng. Pertandingan ini bukan hanya untuk mencari pemenang. Kalau pun kalah, apalagi kalau dikasih skor nol, tetap tersenyum. Yang penting bahagia, yang penting sehat,” katanya.

Menurut Aisyah, pertandingan tenis juga dapat menjadi ajang silaturahmi dan memperluas jejaring antarperguruan tinggi swasta di wilayah LLDIKTI VI Jawa Tengah.

Ia berharap interaksi yang terbangun selama turnamen dapat melahirkan gagasan dan kerja sama baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah.

“Di antara waktu istirahat dan waktu santai akan muncul ide-ide yang luar biasa untuk meningkatkan jejaring dan kemudian ada kolaborasi. Ide-ide yang keluar dari turnamen ini nantinya akan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Salah satu peserta, Ajeng, dosen Unisbank memberikan apresiasi yang tinggi atas pelaksanaan turnamen tersebut. “Wonderful thing, keren banget,” kata pengajar digital marketing ini usai pertandingan eksibisi.

Sekda Sumarno sempat melakukan pertandingan eksibisi, berpasangan dengan Prof Agus mewakili Rektor Undip. Pasangan ini memenangkan pertandingan usai bermain imbang melawan pasangan Rektor Unimus Prof Masrukhi dan Rektor Upgris Sapto Budoyo.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru