Menu ✖

Mode Gelap

Anggota DPRD Brebes Pamor Wicaksono Raih Tokoh Inspiratif Jateng 2026

29 Agu 2026 · 06:52 WIB ·


					Anggota DPRD Brebes Pamor Wicaksono Raih Tokoh Inspiratif Jateng 2026 Perbesar


SEMARANG
 – Anggota DPRD Kabupaten Brebes Pamor Wicaksono menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2026 dalam malam apresiasi yang digelar di Wisma Perdamaian, Semarang, Jumat (28/8/2026).

Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang Tokoh Inspiratif Jateng 2026 yang diselenggarakan Paguyuban Wartawan Jawa Tengah melalui BERLIAN Organizer. Sebanyak 13 tokoh dari berbagai bidang menerima penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kiprah, prestasi, dan kontribusi mereka kepada masyarakat.

Pamor menjadi salah satu penerima penghargaan dari kalangan legislatif daerah. Ia mengaku bersyukur dan mengapresiasi penyelenggaraan malam penghargaan tersebut.

Menurutnya, Tokoh Inspiratif Jateng 2026 menjadi momentum yang tepat untuk memberikan apresiasi kepada berbagai tokoh sekaligus menghadirkan inspirasi bagi masyarakat.

“Malam ini sangat spektakuler. Momentumnya pas dan menginspirasi. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, rekan-rekan media, serta seluruh panitia penyelenggara,” ujar Pamor.

Bagi Pamor, penghargaan yang diterimanya bukan semata-mata menjadi pengakuan atas kiprah pribadi. Sebagai wakil rakyat yang dipilih oleh masyarakat, ia menilai penghargaan tersebut juga menjadi milik masyarakat Brebes yang telah memberikan kepercayaan kepadanya.

“Ini bukan semata-mata penghargaan untuk pribadi saya. Saya dipilih oleh rakyat, sehingga penghargaan ini juga untuk masyarakat,” katanya.

Menurut Pamor, penghargaan tersebut sekaligus menjadi motivasi dan tantangan untuk terus menjalankan amanah sebagai wakil rakyat. Ia menyadari bahwa dalam menjalankan tugas di dunia politik dan pemerintahan, berbagai tantangan akan selalu dihadapi.

Namun demikian, setiap tantangan harus dapat dihadapi dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang yang dimiliki.

“Tantangan itu tentu ada. Tinggal bagaimana caranya kekuatan yang kita miliki bisa digunakan untuk mengantisipasi berbagai tantangan tersebut,” ujarnya.

Sebagai anggota DPRD, Pamor menilai kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu hal penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Aspirasi masyarakat, menurutnya, tidak cukup hanya diserap melalui mekanisme formal, tetapi juga harus didengarkan secara langsung hingga ke tingkat akar rumput.

Secara kelembagaan, penyerapan aspirasi dilakukan melalui agenda reses. Dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD dapat bertemu langsung dengan konstituen untuk mendengarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Selain melalui agenda resmi, Pamor juga memilih membangun komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dan informal. Ia memanfaatkan berbagai kesempatan untuk hadir dan berinteraksi langsung dengan warga.

“Kalau secara regulasi, kita bisa melalui reses, di mana kita bertemu langsung dengan konstituen untuk menyerap aspirasi yang memang terjadi di lapangan. Kalau gaya saya memang gaya dialog, bisa lewat jagong, layat dan berbagai hal. Jadi, saya gunakan tiap momentum untuk selalu bisa berdekatan dengan masyarakat,” katanya.

Dari berbagai pertemuan dan kunjungan ke masyarakat, Pamor melihat pemenuhan kebutuhan dasar masih menjadi persoalan utama yang harus terus diperhatikan. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap warga memiliki kecukupan sandang, pangan, dan papan.

Menurutnya, tiga kebutuhan tersebut merupakan hal yang fundamental dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Cukup sandang, cukup pangan, cukup papan. Tiga itu yang utama. Negara harus bertanggung jawab bagaimana setiap warga negara bisa mendapatkan kecukupan sandang, pangan, dan papan,” ujarnya.

Pamor mengatakan, tujuan penyelenggaraan negara pada akhirnya adalah mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Karena itu, pembangunan dan berbagai program pemerintah tidak boleh berhenti pada tataran perencanaan, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga lapisan paling bawah.

“Agenda-agenda yang sudah terprogram oleh pemerintah harus sampai pada tingkatan masyarakat di lapisan terbawah. Masyarakat harus bisa merasakan manfaatnya. Itu sebuah kewajiban,” tegasnya.

Khusus di Kabupaten Brebes, Pamor mengatakan persoalan infrastruktur masih menjadi salah satu aspirasi utama yang banyak disampaikan masyarakat. Hal itu tidak terlepas dari kondisi wilayah Brebes yang memiliki cakupan geografis luas dan karakteristik daerah yang beragam.

Brebes membentang dari kawasan Pantai Utara dengan wilayah pertanian hingga daerah pegunungan di bagian selatan. Kondisi tersebut, menurut Pamor, menjadikan pembangunan dan pemerataan infrastruktur sebagai kebutuhan penting bagi masyarakat.

Saat melakukan kunjungan ke berbagai wilayah dan bertemu langsung dengan warga, persoalan infrastruktur, terutama jalan, masih menjadi keluhan yang paling sering disampaikan.

“Brebes itu wilayahnya luas, membentang dari Pantura, kawasan pertanian, hingga wilayah pegunungan di selatan. Ketika kami turun ke bawah, dari kampung ke kampung sampai RT, rata-rata yang dikeluhkan masyarakat salah satunya adalah infrastruktur jalan,” katanya.

Menurut Pamor, kebutuhan infrastruktur yang memadai harus terus diperjuangkan karena berkaitan langsung dengan aktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Akses jalan yang baik dibutuhkan untuk menunjang mobilitas warga, aktivitas ekonomi, serta konektivitas antarwilayah.

Ia menilai daerah-daerah dengan wilayah yang luas seperti Brebes masih membutuhkan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur.

“Untuk daerah seperti Brebes, infrastruktur masih sangat dibutuhkan dan menjadi aspirasi yang terus disuarakan masyarakat,” ujarnya.

Pamor berharap penghargaan Tokoh Inspiratif Jateng 2026 yang diberikan melalui ajang yang digelar Paguyuban Wartawan Jawa Tengah bersama BERLIAN Organizer tersebut dapat menjadi penyemangat untuk terus bekerja dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Baginya, penghargaan tersebut bukanlah akhir dari sebuah pencapaian, melainkan pengingat atas amanah yang telah diberikan masyarakat.

Kepercayaan rakyat, kata dia, harus dibalas dengan kerja nyata, kedekatan dengan masyarakat, serta komitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi warga Brebes.

“Penghargaan ini bukan semata-mata untuk pribadi saya. Saya dipilih oleh rakyat, sehingga ini juga merupakan penghargaan untuk masyarakat. Karena itu, amanah dan kepercayaan tersebut harus terus dijaga melalui kerja dan pengabdian,” pungkasnya.***

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Penanganan TBC Jateng Dinilai Efektif, Wamendagri Dorong Replikasi Nasional

14 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Penanganan TBC Jateng Dinilai Efektif, Wamendagri Dorong Replikasi Nasional

Solusi Bangun Indonesia Raih ASEAN Energy Awards 2026 Berkat Inovasi RDF

14 Oktober 2026 - 13:58 WIB

Dalam malam penganugerahan di Manila, Filipina, Rabu (7/10/2026), Direktur Operasi Solusi Bangun Indonesia Edi Sarwono menerima penghargaan dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Vietnam, Nguyen Viet Son.

Pemerintah Siapkan Rp120 Miliar untuk Renovasi RSUD RA Kartini Jepara

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Pemerintah Siapkan Rp120 Miliar untuk Renovasi RSUD RA Kartini Jepara

OJK Gandeng Nasyiatul Aisyiyah, Siapkan 70 Duta Literasi Keuangan di Jawa Tengah

13 Oktober 2026 - 13:29 WIB

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah, menyiapkan 70 kader perempuan muda menjadi Duta Literasi dan Inklusi Keuangan (DILAN).

Pemprov Jateng Dorong Pemutakhiran Data Bansos 2027, Warga Bisa Daftar Mandiri

13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Pemprov Jateng Dorong Pemutakhiran Data Bansos 2027, Warga Bisa Daftar Mandiri

Cegah Penularan TBC, Warga Jepara Antusias Ikuti Pemeriksaan Gratis

13 Oktober 2026 - 12:57 WIB

Cegah Penularan TBC, Warga Jepara Antusias Ikuti Pemeriksaan Gratis
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar