Menu ✖

Mode Gelap

Samsung Perkuat Kompetensi Digital 6.000 Generasi Muda melalui Pembelajaran Coding

14 Okt 2026 · 16:04 WIB ·


					Tim Outliers, Best Team Kategori Universitas Samsung Innovation Campus Batch 7 Perbesar

Tim Outliers, Best Team Kategori Universitas Samsung Innovation Campus Batch 7

Jakarta – Sebanyak 6.000 generasi muda terpilih mulai mengasah kemampuan pemrograman melalui Samsung Innovation Campus (SIC) Batch 8. Mereka merupakan peserta yang lolos seleksi dari total 14.806 pendaftar dan kini mengikuti Stage 1: Code Kick-Start – Python Programming.

Program yang berlangsung pada 27 Agustus hingga 28 September 2026 ini menjadi tahap awal bagi peserta untuk membangun fondasi coding sebelum mempelajari teknologi yang lebih kompleks, seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Pada tahap pertama, peserta mempelajari berbagai konsep dasar pemrograman menggunakan bahasa Python. Materi yang diberikan meliputi variabel, tipe data, operator, pernyataan kondisional, perulangan, fungsi, serta struktur data seperti lists dan dictionaries.

Pembelajaran dilakukan secara bertahap, mulai dari memahami konsep hingga menerapkannya melalui latihan pemrograman. Peserta juga mendapatkan pendampingan teknis untuk membantu mengatasi berbagai kendala, termasuk kesalahan penulisan kode (syntax error) dan penyusunan logika pemrograman.

AI Engineer sekaligus SIC Trainer, Rahmat Fajri, mengatakan, kemampuan terpenting dalam belajar coding bukan sekadar menghafal sintaks, melainkan memahami cara menggunakan konsep pemrograman untuk menyelesaikan masalah.

“Yang paling penting dalam belajar coding bukan hanya memahami syntax, tetapi memahami kapan dan mengapa sebuah konsep digunakan. Peserta diajak untuk memahami bagaimana sebuah masalah dapat diterjemahkan menjadi logic, kemudian diwujudkan dalam bentuk code,” ujar Rahmat.

Bangun Pola Pikir Terstruktur

Melalui pembelajaran coding, peserta tidak hanya dilatih menulis kode, tetapi juga mengembangkan kemampuan memecahkan masalah (problem solving) dan berpikir komputasional (computational thinking).

Mereka belajar menguraikan persoalan menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, mengenali pola, serta menyusun langkah penyelesaian secara sistematis.

Pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) juga diterapkan agar peserta dapat mempraktikkan konsep yang telah dipelajari. Melalui metode ini, mereka memahami bagaimana variabel, kondisi, perulangan, dan fungsi saling berkaitan dalam membangun sebuah program.

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi peserta untuk melanjutkan pembelajaran ke tahap berikutnya, yakni pengembangan perangkat berbasis IoT dan penerapan AI.

Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia, Anggi Paramita, mengatakan, pembelajaran coding merupakan langkah awal untuk membangun pola pikir terstruktur sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi.

“Belajar coding bukan hanya tentang menulis kode, tetapi tentang belajar berpikir secara terstruktur. Peserta Samsung Innovation Campus mulai membangun cara berpikir tersebut sebagai bekal untuk memahami dan mengembangkan teknologi yang lebih kompleks ke depannya, mulai dari IoT hingga pemahaman AI,” ujar Anggi.

Ia berharap, 6.000 peserta yang mengikuti Stage 1 dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat kemampuan, mengeksplorasi potensi teknologi, dan terus berkembang sepanjang program SIC Batch 8.

Perkuat Kompetensi Tenaga Pendidik

Selain menyasar generasi muda, Samsung Innovation Campus juga memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Guru dan dosen dinilai memiliki peran penting dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi kebutuhan keterampilan di era digital.

Penguasaan dasar coding, computational thinking, serta pemahaman mengenai AI dan IoT menjadi bekal yang semakin relevan bagi tenaga pendidik untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran.

Melalui program ini, lebih dari 500 guru dan dosen telah mendapatkan kesempatan untuk memperluas pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi. Pembekalan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesiapan tenaga pendidik dalam mengikuti perkembangan teknologi sekaligus menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

Setelah menyelesaikan Stage 1, peserta akan mengikuti proses seleksi untuk melanjutkan ke tahap berikutnya. Sebanyak 1.500 peserta akan masuk Stage 2: IoT-Device Hardware Discovery.

Selanjutnya, 700 peserta akan melanjutkan ke Stage 3: AI Crafting sebelum memasuki Stage 4: Final Integration dan rangkaian Final Judging.

Melalui tahapan tersebut, Samsung Innovation Campus Batch 8 diharapkan dapat membantu mengembangkan kemampuan generasi muda dalam bidang teknologi sekaligus mempersiapkan talenta digital yang mampu menciptakan solusi inovatif di masa depan.**

Artikel ini telah dibaca 14 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

UNW Perkuat Pendidikan Hukum, Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Digital

14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

UNW Perkuat Pendidikan Hukum, Siapkan Lulusan Hadapi Tantangan Digital

Bekali Anak Hadapi Era Digital, Nawal Yasin Dukung Pembelajaran Koding dan Robotik

9 Oktober 2026 - 07:04 WIB

Bekali Anak Hadapi Era Digital, Nawal Yasin Dukung Pembelajaran Koding dan Robotik

200 Guru PAUD Jateng Belajar Coding dan Robotik, Nawal Tekankan Etika AI

5 Oktober 2026 - 18:54 WIB

200 Guru PAUD Jateng Belajar Coding dan Robotik, Nawal Tekankan Etika AI

Dari Sisa Jadi Karya, Mahasiswa PPG Unnes Kenalkan Eco-Enzym kepada Warga RT 4 RW 5 Kelurahan Sampangan

20 September 2026 - 10:30 WIB

Dari Sisa Jadi Karya, Mahasiswa PPG Unnes Kenalkan Eco-Enzym kepada Warga RT 4 RW 5 Kelurahan Sampangan

PUtech Lahirkan 230 Lulusan Siap Kerja, Menteri PU Ingatkan Integritas Jadi Landasan

19 September 2026 - 13:15 WIB

PUtech Lahirkan 230 Lulusan Siap Kerja, Menteri PU Ingatkan Integritas Jadi Landasan

Sekda Jateng: Penghargaan Adiwiyata Harus Jadi Motor Gerakan Peduli Lingkungan

17 September 2026 - 14:05 WIB

Sekda Jateng: Penghargaan Adiwiyata Harus Jadi Motor Gerakan Peduli Lingkungan
Trending di Pendidikan

Tinggalkan Komentar