SEMARANG – Film PIYE TO KIH? menghadirkan perpaduan komedi dan drama yang menghibur dalam special screening di The Park Mall Semarang, Kamis (22/10/2026). Film produksi MIRACLE Pictures tersebut mengangkat kisah cinta, persahabatan, dan keluarga yang dibalut sentuhan supernatural.
Sejumlah adegan komedi dalam film ini menjadi bagian dari daya tarik cerita Mukidi, tokoh utama yang berjuang membuktikan dirinya layak untuk menikah. Di balik kelucuan yang dihadirkan, film ini juga menyimpan kisah emosional tentang kehilangan, keikhlasan, dan keberanian untuk memperbaiki diri.
Special screening di Semarang sekaligus menjadi pembuka rangkaian roadshow film PIYE TO KIH? di 17 kota. Acara tersebut menghadirkan sutradara Ito Mavin serta pemain Dara Sarasvati dan Gabriella Desta untuk menyapa penonton secara langsung.
Penonton yang hadir juga berkesempatan mengenal lebih dekat proses pembuatan film tersebut, termasuk pesan yang ingin disampaikan melalui cerita dan karakter-karakternya.
Film PIYE TO KIH? berkisah tentang Mukidi, seorang lelaki yang ingin membuktikan bahwa dirinya layak menikah. Perjalanannya tidak berjalan mulus setelah cintanya kepada Bunga, yang diperankan Gabriella Desta, ditolak.
Mukidi kemudian bertemu dengan Sukma, sosok misterius dari alam berbeda. Pertemuan tersebut membawa Mukidi ke dalam situasi yang semakin rumit, terutama ketika hubungan mereka dihadapkan pada perbedaan alam dan keyakinan.
Konflik yang dialami Mukidi menjadi pintu masuk bagi cerita yang tidak hanya mengandalkan humor, tetapi juga menyentuh persoalan kehidupan sehari-hari. Tokoh Gendut dan Penyok turut memberikan warna komedi dalam perjalanan sang tokoh utama.
Sutradara Ito Mavin mengatakan, film ini membawa pesan tentang pentingnya memantaskan diri ketika seseorang menginginkan sesuatu dalam hidupnya.
“Pesan yang ingin kita sampaikan dalam film ini sebenarnya bisa relevan dengan kehidupan banyak orang yang hidup di masa ini. Jadi, tentang bagaimana seseorang memantaskan diri ketika menginginkan sesuatu, mempunyai cita-cita, atau mengharapkan sesuatu dalam hidupnya,” ujar Ito.
Menurut Ito, perpaduan drama komedi dan unsur supernatural dipilih agar pesan tersebut dapat diterima oleh berbagai kalangan. Ia menegaskan, film ini tidak berfokus pada teror atau adegan menakutkan, melainkan lebih menonjolkan drama dan komedi dengan sentuhan dunia supranatural.
Perbedaan alam dan keyakinan yang dihadapi tokoh utama juga bukan dimaksudkan untuk mengolok-olok agama. Unsur tersebut menjadi bagian dari konflik yang mendorong Mukidi memperbaiki diri dan menemukan versi terbaik dari dirinya.
Selain cerita yang menghibur, penggunaan bahasa Jawa menjadi salah satu ciri khas film ini. Ito berharap film tersebut dapat ikut memperkaya perfilman Indonesia melalui keberagaman bahasa dan budaya daerah.
Ia juga berharap semakin banyak sineas yang berani mengangkat bahasa daerah lain, seperti Batak, Bugis, Makassar, Manado, dan Bali, sehingga kekayaan budaya Indonesia semakin dikenal melalui layar lebar.

Film ini turut melibatkan kreator digital, di antaranya Dara Sarasvati sebagai kreator budaya dan Wakow Channel. Kolaborasi tersebut dipadukan dengan para pemain berpengalaman di industri perfilman nasional.
Dara Sarasvati mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam menggunakan bahasa Jawa karena berasal dari Jawa Timur. Tantangan terbesarnya justru terletak pada pendalaman karakter Sukma sebagai sosok dari dunia lain.
Ia harus menyesuaikan gerak tubuh dan ekspresi agar karakter yang diperankannya tidak terlihat seperti manusia biasa, termasuk ketika menampilkan emosi.
“Walaupun momennya sedang emosional, emosionalnya hantu itu harus berbeda pendekatannya dengan manusia. Itu tantangan terbesarnya,” kata Dara.
Film PIYE TO KIH? dibintangi Heri Chandra sebagai Mukidi dan Dara Sarasvati sebagai Sukma. Gabriella Desta berperan sebagai Bunga, sedangkan Sutrisno Agung memerankan Gendut dan Eko Dunung sebagai Penyok.
Pemain lainnya meliputi Wiyono, Rizka Oktavia, TJ Ruth, Ibnu Gundul, Marwoto, Ivonne Dahler, Devina Aureel, Lorenzo Gibbs, dan Yono Bakrie.
Film berdurasi 108 menit ini disutradarai Ito Mavin, yang juga menulis skenario bersama Endik Koeswoyo. Film tersebut ditujukan bagi penonton berusia 13 tahun ke atas.
Setelah Semarang, rangkaian special screening dijadwalkan menyambangi Yogyakarta, Magelang, Solo, Sragen, Ngawi, Madiun, Ponorogo, Nganjuk, Kediri, Mojokerto, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Malang, Blitar, dan Tulungagung.
Film PIYE TO KIH? dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 19 November 2026. Melalui perpaduan komedi, romansa, drama, dan supernatural, film ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan arti keikhlasan dan keberanian untuk berubah.
“Ketika kita ikhlas, sebenarnya kita sedang membebaskan diri dari penjara yang kita buat sendiri. Film ini idealis sekaligus realistis. Harapannya, penonton bisa mendapatkan pesannya dan tetap terhibur,” pungkas Ito.











