“Untuk mewujudkan konservasi tentang air, diperlukan kolaborasi antar desa, karena konservasi ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu adanya kerjasama, sehingga output yang diharapkan dari berbagai sarasehan kecil dan musyawarah besar akan dihasilkan suatu konsensus yang bisa disampaikan ke Pemerintah Desa, Pemerintah Kabupaten, supaya pemeliharaan sumber mata air bisa dilakukan bersama-sama,” ungkapnya.
Camat Ngadirejo Setyo Nusantoro menyampaikan apresiasi kepada panitia dan warga masyarakat yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia menyuarakan keprihatikan akan menurunnya debit air di lereng Sindoro dalam beberapa tahun terakhir. Tidak hanya debit air, kualitas tanah, kualitas udara dan lainnya juga mulai menurun.
“Karena kegelisahan ini para pemerhati lingkungan membuat suatu kegiatan yang harapannya bisa berkesinambungan. Tidak hanya dilaksanakan pada tahun ini, tetapi terus kita lakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem alam, sehingga anak cucu kita, putra-putri kita juga bisa menikmati alam Ngadirejo, alam Temanggung yang indah dan subur ini,” ungkapnya.
Setyo Nusantoro juga meminta dukungan berbagai pihak, khususnya Kementerian desa untuk memberikan pendampingan, agar kegiatan tersebut dapat berkesinambungan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Demikian ulasan mengenai Festival ili-ili akan berlangsung hingga Sabtu (19/11/2022) mendatang, dengan lokasi di berbagai titik di Kecamatan Ngadirejo.



