Menu ✖

Mode Gelap

Waka DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro

9 Feb 2026 · 08:59 WIB ·


					Waka DPRD Jateng Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Perbesar

Portaljateng.id – Pertumbuhan ekonomi dan capaian indikator makro sering kali menjadi rujukan utama dalam menilai keberhasilan pembangunan daerah. 

Namun, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mengingatkan bahwa angka-angka tersebut belum tentu sepenuhnya mencerminkan kondisi kesejahteraan masyarakat di lapangan.

Heri menilai, indikator makro seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, atau tingkat pengangguran memang penting sebagai gambaran umum. Akan tetapi, pembangunan daerah membutuhkan ukuran tambahan yang mampu membaca kualitas hidup masyarakat secara lebih utuh, terutama di tingkat rumah tangga.

“Angka makro bisa terlihat baik, tetapi di saat yang sama masih ada masyarakat yang menghadapi tekanan biaya hidup, keterbatasan akses layanan, atau ketidakpastian pendapatan. Di sinilah pentingnya indikator kesejahteraan non-angka makro,” ujar Heri.

Ia menyoroti bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Jawa Tengah mencatat pertumbuhan ekonomi yang relatif stabil dan aktivitas investasi yang cukup tinggi.

Meski demikian, Heri menilai tantangan kesejahteraan tidak selalu muncul dalam bentuk penurunan angka statistik. Banyak persoalan justru hadir dalam bentuk beban hidup yang meningkat, kualitas pekerjaan yang belum memadai, hingga ketimpangan akses layanan dasar antarwilayah.

Menurut Heri, indikator kesejahteraan non-makro bisa mencakup aspek-aspek seperti stabilitas pendapatan keluarga, kemudahan akses pendidikan dan kesehatan. Termasuk juga rasa aman dalam bekerja hingga kualitas lingkungan tempat tinggal.

“Indikator semacam ini dinilai lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, tanpa indikator yang lebih membumi, kebijakan berisiko terlalu berorientasi pada capaian administratif dan kurang menyentuh persoalan riil warga.

Karena itu, Heri mendorong pemerintah daerah untuk melengkapi perencanaan pembangunan dengan instrumen evaluasi yang lebih kualitatif dan berbasis kondisi sosial.

“Pembangunan seharusnya membuat hidup masyarakat lebih layak dan lebih aman. Kalau itu belum dirasakan, berarti kita perlu mengoreksi cara kita mengukur keberhasilan,” katanya.

Heri berharap ke depan pemerintah daerah dapat mengembangkan pendekatan pembangunan yang lebih sensitif terhadap kondisi sosial. Dengan melengkapi indikator makro dengan ukuran kesejahteraan non-angka, kebijakan diharapkan mampu lebih responsif dan berkeadilan, serta benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat Jateng.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Kapal Pengangkut BBM Diduga Langgar Aturan, TNI AL Gandeng ESDM

23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Kapal Pengangkut BBM Diduga Langgar Aturan, TNI AL Gandeng ESDM

35 Calon Komisioner KI Jateng Ikuti Psikotes, Hasilnya Jadi Bahan Pertimbangan

22 Oktober 2026 - 19:39 WIB

35 Calon Komisioner KI Jateng Ikuti Psikotes, Hasilnya Jadi Bahan Pertimbangan

Hari Santri, Taj Yasin Dorong Pengabdian Nyata untuk Kesejahteraan Warga

22 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Hari Santri, Taj Yasin Dorong Pengabdian Nyata untuk Kesejahteraan Warga

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban

22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban

Ahmad Luthfi: Semangat Resolusi Jihad Harus Berlanjut Melawan Kemiskinan

22 Oktober 2026 - 08:12 WIB

Ahmad Luthfi: Semangat Resolusi Jihad Harus Berlanjut Melawan Kemiskinan

Porprov Jateng 2026 Libatkan Ribuan Atlet, UMKM hingga Hotel Berpeluang Untung

21 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Porprov Jateng 2026 Libatkan Ribuan Atlet, UMKM hingga Hotel Berpeluang Untung
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar