Menu ✖

Mode Gelap

Vandalisme Baliho Yoyok-Joss Jelang Pilwalkot Semarang, Pengamat: Ada Upaya Menyerang Secara Anarkis

25 Okt 2024 · 10:11 WIB ·


					Vandalisme Baliho Yoyok-Joss Jelang Pilwalkot Semarang, Pengamat: Ada Upaya Menyerang Secara Anarkis Perbesar

SEMARANG – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Semarang, aksi perusakan dan vandalisme terhadap baliho atau alat peraga kampanye (APK) pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Yoyok Sukawi-Joko Santoso (Yoyok-Joss) terjadi dengan sangat massif.

Kejadian ini menuai perhatian publik dan dianggap merusak suasana demokrasi menjelang pemilihan.

Pengamat Politik Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Joko Prihatmoko menyesalkan tindakan tersebut. Ia menilai, vandalisme terhadap baliho Yoyok-Joss merupakan bentuk politisasi yang tidak relevan.

Menurut Joko, pilkada dan pengelolaan klub sepak bola PSIS yang dipimpin oleh Yoyok Sukawi adalah dua hal yang berbeda.

“Pilkada adalah kompetisi yang melibatkan banyak elemen masyarakat. Ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi memilih pemimpin yang memiliki visi kepemimpinan untuk masa depan Kota Semarang,” jelas Joko di Semarang pada Jumat (25/10/2024).

Ia juga menekankan bahwa sebagai CEO PSIS, Yoyok tidak bisa mengontrol sepenuhnya hasil kompetisi, karena masih ada peran pelatih, manajer, dan pemain dalam keberhasilan mengelola tim.

Menurut Joko, meski Yoyok Sukawi terkenal karena kiprahnya di dunia sepak bola, ia juga telah membawa nama baik Semarang melalui PSIS. Masyarakat diharapkan bisa bijak dalam menilai kedua aspek tersebut secara terpisah.

“Saya yakin pemilih Pilwalkot Semarang cukup dewasa dan bisa memilah antara urusan pilwalkot dan PSIS,” tambahnya.

Ia menduga bahwa pelaku vandalisme mungkin sedang emosi, yang ia nilai sebagai bentuk rasa cinta terhadap PSIS, namun disalurkan dengan cara yang kurang tepat.

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Walisongo, M Kholidul Adip mengungkapkan, bahwa vandalisme terhadap baliho Yoyok-Joss menunjukkan eskalasi persaingan dalam Pilwalkot Semarang yang kian memanas.

Menurutnya, aksi ini bisa saja merupakan upaya pihak tertentu untuk menyerang Yoyok secara anarkis. Namun, ia mengimbau agar Yoyok dan pendukungnya tetap tenang dan tidak membalas tindakan tersebut.

“Kita berharap Pilwalkot Semarang berjalan demokratis, damai, dan bermartabat. Semua pihak diimbau untuk menjaga ketertiban dan tidak terpancing untuk membalas tindakan negatif. Jika ingin melaporkan tindakan vandalisme ini, sebaiknya ada bukti atau saksi yang cukup agar dapat diteruskan ke Bawaslu,” ujar pengamat dari UIN Walisongo tersebut.***

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Di Forum Golkar, Ahmad Luthfi Bicara Kolaborasi dan Masa Depan Jateng

6 September 2026 - 13:40 WIB

Di Forum Golkar, Ahmad Luthfi Bicara Kolaborasi dan Masa Depan Jateng

Sudarsono Pastikan Fraksi Gerindra Jateng Kawal Program Prabowo dan Perkuat Edukasi Masyarakat

14 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Sudarsono Pastikan Fraksi Gerindra Jateng Kawal Program Prabowo dan Perkuat Edukasi Masyarakat

SK Diteken Kaesang, Melly Pangestu Nahkodai Kembali PSI Kota Semarang

6 Agustus 2026 - 18:48 WIB

SK Diteken Kaesang, Melly Pangestu Nahkodai Kembali PSI Kota Semarang

Wamenko Polkam Soroti Politik Transaksional, Serukan Politik untuk Kemaslahatan Umat

25 Juli 2026 - 20:20 WIB

Wamenko Polkam Soroti Politik Transaksional, Serukan Politik untuk Kemaslahatan Umat

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Gus Yasin Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

18 Juni 2026 - 06:54 WIB

Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Gus Yasin Bantah Tuduhan Pemalsuan Dokumen

Konferensi Republik di UGM: Meneguhkan Civil Society Sebagai Pilar Republik

30 Mei 2026 - 20:02 WIB

Konferensi Republik di UGM meneguhkan civil society sebagai pilar republik
Trending di Politik

Tinggalkan Komentar