Menu ✖

Mode Gelap

Driver Ojol Sumringah, Ahmad Luthfi Bayari Pembuatan Ulang SIM

12 Sep 2025 · 21:22 WIB ·


					Ratusan driver ojek online dengan surat izin mengemudi (SIM) mati mendapatkan hadiah dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan digratiskan biaya pembuatan ulang SIM. Perbesar

Ratusan driver ojek online dengan surat izin mengemudi (SIM) mati mendapatkan hadiah dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan digratiskan biaya pembuatan ulang SIM.


SEMARANG
 – Ratusan driver ojek online dengan surat izin mengemudi (SIM) mati mendapatkan hadiah dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan digratiskan biaya pembuatan ulang SIM. Mereka adalah driver yang mengikuti Saresehan Mitra Ojek Online (Ojol) dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) bersama Gubernur di GOR Jatidiri Semarang, Jumat, 12 September 2025.

“Di sini yang SIM-nya mati angkat tangan, kumpulin. Saya yang bayar, provinsi yang bayar. Langsung daftar ke belakang, itu ada ibu-ibu polwan,” kata Ahmad Luthfi di tengah acara.

Ahmad Luthfi menjelaskan, laka lantas merupakan penyumbang kematian terbesar di Jawa Tengah selain kasus pembunuhan. Untuk itu, persyaratan keselamatan di jalan raya harus dipenuhi, salah satunya dilihat dari SIM.

“Maka kita dahulukan para sopir yang SIMnya mati. Kita bantu agar tidak terjadi laka lantas saat di jalanan. Kita bantu mereka,” ujarnya.

Langkah Ahmad Luthfi menggratiskan biaya pengaktifan kembali SIM tersebut disambut antusias oleh para driver ojol yang hadir di Jatidiri. Mereka langsung berbondong-bondong untuk mendaftarkan SIM-nya.

Salah seorang di antara driver ojol yang mendapat hadiah dari Ahmad Luthfi itu adalah Joko Purnomo. Pria yang sudah 7 tahun menjadi driver ojol Grab itu berterima kasih dengan kebijakan langsung dari Ahmad Luthfi. Biaya pengaktifan atau pembuatan ulang SIM mati itu sangat membantu untuk kelancaran bekerja.

“Alhamdulillah itu merupakan kebijakan dari pemerintah Jawa Tengah ya. Semoga dengan ini kami driver ojol lebih semangat mencari orderan. Peran pemerintah sangat membantu untuk kelancaran kami bekerja, terutama dengan aktifnya SIM ini,” ujarnya.

Joko mengaku SIM-nya telah mati kurang lebih satu tahun. Ia tidak bisa memperpanjang SIM karena penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Sudah mati kurang lebih satu tahun. Banyak sekali kebutuhan. Penghasilan untuk menutup kebutuhan sehingga tidak bisa perpanjang SIM,” ungkapnya.

Driver ojol lainnya, Musafak, menyampaikan hal yang sama. SIM miliknya sudah mati tahun lebih. Kesempatan yang diberikan oleh Ahmad Luthfi itu sangat membantu.

“Alhamdulillah ada kesempatan perpanjangan SIM lagi, gratis. Tadinya kan nggak ada uang untuk perpanjangan SIM, mati sejak Juni 2024. Terima kasih sekali, sangat membantu kami,” ujarnya.*

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Jateng Siapkan Mangrove sebagai Benteng Pantura Sebelum Giant Sea Wall

8 Oktober 2026 - 17:39 WIB

Jateng Siapkan Mangrove sebagai Benteng Pantura Sebelum Giant Sea Wall

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Edi Winarko Jadi Aswas

8 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Andhie Fajar Jabat Asintel Kejati Jateng, Edi Winarko Jadi Aswas

Nawal Yasin Dorong Posyandu Jateng Jadi Pusat Layanan Berbagai Persoalan Warga

7 Oktober 2026 - 06:24 WIB

Nawal Yasin Dorong Posyandu Jateng Jadi Pusat Layanan Berbagai Persoalan Warga

Gouw Ivan Siswanto Terpilih Aklamasi, INTI Jateng Masuki Babak Baru

7 Oktober 2026 - 06:18 WIB

Gouw Ivan Siswanto Terpilih Aklamasi, INTI Jateng Masuki Babak Baru

Air Tanah Asin, Pemprov Jateng Gandeng Undip Atasi Kekeringan Pati

6 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Air Tanah Asin, Pemprov Jateng Gandeng Undip Atasi Kekeringan Pati

PKK Jateng Salurkan Air Bersih, Nawal Yasin Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

PKK Jateng Salurkan Air Bersih, Nawal Yasin Dorong Penguatan Mitigasi Bencana
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar