Menu ✖

Mode Gelap

Longsor Cibeunying: Pemerintah Maksimalkan Modifikasi Cuaca Percepat Evakuasi

16 Nov 2025 · 18:52 WIB ·


					Longsor Cibeunying: Pemerintah Maksimalkan Modifikasi Cuaca Percepat Evakuasi Perbesar


CILACAP
 – Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan upaya modifikasi cuaca, guna mempercepat evakuasi korban hilang yang masih tertimbun material longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Hal itu dilakukan karena salah satu kendala pencarian selama beberapa hari ini adalah hujan yang turun di sekitar lokasi longsor.

“Modifikasi cuaca sudah dilakukan hari ini. Kami berharap bisa berhasil ya, karena ini tergantung dengan angin,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan saat mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi meninjau lokasi dan melihat proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Minggu, 16 November 2025.

Budi menjelaskan, dalam melakukan modifikasi cuaca tersebut, tim ahli dari BMKG juga diikutkan dalam pesawat. Ahli tersebut akan mengidentifikasi apakah awan yang ada mengandung air atau tidak.

“Kalau anginnya bisa sesuai dengan prediksi dari BMKG, saya yakin dan percaya hujan tidak akan turun. Kalau turun paling rintik, tapi kalau angin di luar prediksi ya hujan akan turun juga,” jelasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat memimpin rapat evaluasi di Posko Lapangan Bencana Longsor Desa Cibeunying juga menegaskan, bahwa koordinasi terus dilakukan oleh tim SAR. Salah satunya adalah terkait waktu pencarian yang terkendala oleh cuaca atau hujan.

“Sudah diminta untuk modifikasi cuaca dan sudah dilakukan oleh BNPB,” katanya.

Kalakhar BPBD Provinsi Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan menambahkan, kendala pencarian sampai hari keempat adalah cuaca. Berkaitan dengan hal itu maka operasi SAR tidak bisa panjang.

“Waktunya hanya bisa dimulai pukul 06.00-18.00 WIB. Nah, ini dengan melihat evaluasi yang sudah berjalan, maka BNPB melakukan operasi modifikasi cuaca. Harapannya cukup membantu untuk mengurangi hujan yang ada di lokasi ini,” jelasnya.

Ia mengatakan, berdasarkan data dari Basarnas korban hilang yang sudah ditemukan sebanyak 11 orang. Masih ada sekitar 10 orang yang saat ini dalam pencarian. “Untuk update temuan korban hilang masih menunggu rilis dari Basarnas,” ujarnya.***

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

Ketua INTI Jateng Apresiasi Respons Kementerian Hukum terhadap Pengaduan Masyarakat

24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Ketua INTI Jateng Apresiasi Respons Kementerian Hukum terhadap Pengaduan Masyarakat

LDII Gelar Diklat Dai Kamtibmas 2026, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Wujudkan Kota Semarang yang Harmoni

24 Oktober 2026 - 15:42 WIB

LDII Gelar Diklat Dai Kamtibmas 2026, Perkuat Toleransi dan Kerukunan Wujudkan Kota Semarang yang Harmoni

Kapal Pengangkut BBM Diduga Langgar Aturan, TNI AL Gandeng ESDM

23 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Kapal Pengangkut BBM Diduga Langgar Aturan, TNI AL Gandeng ESDM

35 Calon Komisioner KI Jateng Ikuti Psikotes, Hasilnya Jadi Bahan Pertimbangan

22 Oktober 2026 - 19:39 WIB

35 Calon Komisioner KI Jateng Ikuti Psikotes, Hasilnya Jadi Bahan Pertimbangan

Hari Santri, Taj Yasin Dorong Pengabdian Nyata untuk Kesejahteraan Warga

22 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Hari Santri, Taj Yasin Dorong Pengabdian Nyata untuk Kesejahteraan Warga

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban

22 Oktober 2026 - 09:03 WIB

Gugatan Penghapusan Kredit Dinilai Keliru, Dika Dituntut Ganti Rugi Korban
Trending di Daerah

Tinggalkan Komentar