Selasa, 21 April 2026
31.9 C
Semarang

27 Warga Masih Tertimbun, BNPB Turun Langsung: Kronologi Lengkap Longsor Dahsyat Banjarnegara yang Tewaskan 2 Jiwa

Berita Terkait

BANJARNEGARA – Bencana tanah longsor kembali menyapa Jawa Tengah. Kali ini Kabupaten Banjarnegara menjadi lokasi terdampak, dengan 27 warga masih dinyatakan tertimbun material longsor hingga Senin (17/11/2024). Insiden yang terjadi Sabtu (15/11) sekitar pukul 16.00 WIB itu telah menelan korban jiwa dan mengakibatkan kerusakan material yang signifikan.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Pengendalian Operasi BNPB, korban jiwa akibat bencana ini telah mencapai 2 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Sementara sebanyak 823 warga terpaksa mengungsi ke tiga titik pengungsian yang telah disiapkan.

Tim SAR gabungan terus melakukan operasi pencarian terhadap 27 warga yang masih dinyatakan tertimbun. Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih berlangsung dengan intensif di Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, lokasi episentrum bencana.

“Personel gabungan telah berhasil mengevakuasi 34 orang dari kawasan hutan di sekitar longsoran,” demikian laporan resmi BPBD Kabupaten Banjarnegara.

Korban luka-luka telah dirujuk ke RSUD Banjarnegara dan Puskesmas Pandanarum untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Bencana ini mengakibatkan kerusakan material yang cukup parah. Sebanyak 30 unit rumah mengalami rusak berat, disertai kerusakan pada lahan persawahan dan perkebunan warga.

Tiga lokasi pengungsian telah disiapkan, meliputi Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Beji, dan Gedung Haji Desa Pringamba. BPBD setempat telah mengaktifkan dapur umum di kantor kecamatan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Kebutuhan mendesak dari hasil kaji cepat terdiri dari bahan makanan, makanan siap saji, air mineral, matras, selimut, hygiene kit, dan family kit,” jelas petugas BPBD di lokasi.

Merespons bencana ini, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto beserta jajarannya diagendakan bertolak menuju Banjarnegara pada hari ini, Senin (17/11). Kunjungan kerja ini dilakukan setelah rombongan BNPB meninjau lokasi bencana longsor di Majenang, Cilacap.

“Pusdalops BNPB masih terus memantau dan mendukung penanganan darurat di kedua wilayah itu,” tandas pihak BNPB dalam pernyataan resminya.

Berdasarkan analisis sementara, tanah longsor di Banjarnegara dipicu oleh hujan lebat yang mengguyur Kawasan Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum. Kombinasi antara intensitas hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang labil diduga menjadi pemicu utama amblesnya tebing yang kemudian menimpa area persawahan dan perkebunan.

Bencana terjadi pada Sabtu (15/11) sekitar pukul 16.00 WIB, saat kebanyakan warga sedang beraktivitas di rumah. Kejadian ini mengingatkan kembali pada kerentanan beberapa wilayah di Jawa Tengah terhadap bencana tanah longsor, terutama saat memasuki musim penghujan.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru