SEMARANG – Terminal Petikemas (TPK) Semarang telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan arus barang menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Pelabuhan Tanjung Emas.
Terminal Head TPK Semarang, I Nyoman Sutrisna, memproyeksikan peningkatan arus peti kemas sekitar 10% dibanding rata-rata bulanan. “Kami telah menyiapkan seluruh sumber daya, strategi, dan mitigasi agar layanan bongkar muat tetap optimal,” ujarnya, Selasa (17/12).
Berbagai persiapan teknis telah dilakukan, termasuk pengecekan dan perawatan intensif seluruh peralatan bongkar muat untuk meminimalkan downtime, serta kesiagaan tim teknisi dan IT selama 24 jam. Sistem layanan digital juga dipastikan stabil untuk mendukung proses administrasi.
Guna mengantisipasi penumpukan, TPK Semarang menyiapkan area buffer tambahan, baik di dalam maupun luar terminal, dan mengatur penempatan personel dengan jadwal fleksibel. Sutrisna juga menghimbau pengguna jasa untuk melakukan delivery lebih awal sebelum pemberlakuan pembatasan operasional truk.
Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan juga ditingkatkan. Ketua DPC Organda Khusus Pelabuhan Tanjung Emas, Rizal Yosianto, menyatakan dukungan penuh dan mengimbau anggotanya menyesuaikan jadwal pengangkutan. Sinergi dengan instansi seperti KSOP, Bea Cukai, dan kepolisian juga diperkuat untuk menciptakan ekosistem pelabuhan yang responsif.
“Kesiapan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap kelancaran distribusi nasional, terutama menjelang momen perayaan akhir tahun,” tegas Sutrisna. Dengan langkah-langkah tersebut, TPK Semarang optimis dapat menjaga stabilitas pasokan logistik nasional selama periode puncak Nataru.



