Selasa, 10 Februari 2026
28 C
Semarang

Truk Bermuatan PVC Tabrak Truk Parkir di Pantura Semarang, Satu Tewas dan Satu Selamat Dievakuasi Basarnas

"Kami mengimbau kepada para pengemudi untuk selalu menjaga kondisi fisik dan beristirahat cukup demi keselamatan bersama"

Berita Terkait

SEMARANG – Kecelakaan tunggal melibatkan truk bermuatan PVC terjadi di jalur Pantura Semarang-Kendal, Kamis (15/1/2026) pagi. Insiden yang diduga akibat sopir mengantuk ini menewaskan satu orang dan membuat seorang lainnya harus dievakuasi dengan peralatan khusus.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.45 WIB di Jalan Randu Garut Km 13,5, Kecamatan Tugu, Semarang. Truk dengan nomor polisi AE 8927 UN yang sedang melaju dari Jakarta menuju Surabaya diduga menabrak bagian belakang truk lain yang sedang terparkir di badan jalan.

Dampak tabrakan hebat itu membuat dua orang yang berada di kabin truk penabrak terjepit dan membutuhkan evakuasi darurat.

Setelah menerima laporan, Kantor Basarnas Semarang langsung mengerahkan Tim Rescue ke lokasi. Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan tim segera bergerak untuk penanganan khusus.

“Setelah menerima laporan adanya korban terjepit di dalam kabin truk yang membutuhkan penanganan khusus, kami langsung mengerahkan tim rescue menuju lokasi,” ujar Budiono.

Hasil operasi tim gabungan menyebutkan, terdapat dua korban. Dede Ferdiansyah (21 tahun) dinyatakan meninggal dunia di tempat. Sementara, Ponco Waluyo (61 tahun) berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Evakuasi korban yang terjebak di dalam kabin yang rusak membutuhkan teknik dan peralatan khusus. Tim Rescue menggunakan peralatan ekstrikasi (seperti spreader dan cutter) untuk membuka dan memotong bagian bodi truk yang mengurung korban.

Pada pukul 06.45 WIB, atau tepat satu jam setelah kejadian, proses evakuasi berhasil diselesaikan. Korban yang selamat segera dievakuasi menggunakan ambulans PMI dan dibawa ke RSUP Dr. Kariadi Semarang untuk mendapatkan perawatan intensif lebih lanjut.

Imbauan Keselamatan: Waspada terhadap Microsleep di Jalan Tol & Pantura

Budiono menutup pernyataannya dengan imbauan penting bagi seluruh pengemudi, khususnya pengemudi jarak jauh.

“Kami mengimbau kepada para pengemudi untuk selalu menjaga kondisi fisik dan beristirahat cukup demi keselamatan bersama,” tegasnya.

Kecelakaan ini kembali menyoroti bahaya mematikan microsleep atau kantuk sesaat saat mengemudi, terutama di pagi buta setelah berkendara jarak jauh semalaman. Beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil:

  1. Istirahat Cukup Sebelum Berkendara: Pastikan kondisi tubuh benar-benar fit. Hindari mengemudi jika kurang tidur.
  2. Kenali Tanda-Tanda Kantuk: Menguap terus menerus, mata berat, sulit fokus, dan melanggar marka jalan adalah alarm untuk segera berhenti.
  3. Berhenti di Rest Area: Jika tanda kantuk muncul, jangan paksakan diri. Segera menepi ke rest area terdekat untuk tidur singkat (power nap) 15-20 menit atau beristirahat lebih lama.
  4. Hindari Berkendara Sendirian: Untuk perjalanan jauh, upayakan ada pendamping yang bisa diajak bergantian menyetir atau mengobrol untuk menjaga kewaspadaan.

Keselamatan di jalan adalah hak dan tanggung jawab setiap pengguna. Mari jadikan kesedihan akibat musibah seperti ini sebagai pengingat kolektif untuk selalu mengutamakan nyawa, dengan memulai perjalanan dalam kondisi prima dan beristirahat ketika tubuh memberi sinyal.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru