UNGARAN – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern, ada sebuah warung yang tetap teguh menyajikan kehangatan dan keautentikan rasa Jawa. Warung Lestari, yang berlokasi di jantung pemukiman Susukan, Ungaran Timur, bukan sekadar tempat makan biasa. Warung ini adalah sebuah warisan cita rasa yang dijalankan dengan penuh cinta oleh Murdaningsih (42) atau akrab disapa Naning, generasi kedua yang melanjutkan tradisi kuliner keluarganya.
Hampir tujuh tahun lamanya, Naning bersama suaminya mengelola Warung Lestari, warisan orang tuanya yang telah menjadi bagian dari memori kuliner warga sekitar. Filosofinya sederhana, menyajikan masakan berkualitas dengan harga yang ramah di kantong, tanpa mengorbankan rasa dan kebersihan.
“Prinsip saya, bahan harus fresh dari pasar pagisetiap hari. Kualitas nomor satu. Tapi kami juga tidak ngoyo, kalau Senin capek ya libur, karena kesehatan juga penting,” ujar Naning dengan senyum tulus, mencerminkan prinsip hidupnya yang seimbang. Komitmen pada bahan segar inilah yang menjadi rahasia di balik kelezatan setiap masakan yang tersaji.
Membuka pintu Warung Lestari berarti disambut oleh panorama kuliner Jawa yang menggiurkan. Dari Rica-rica Ayam yang pedas menggigit, Mangut Terong kuah santan yang gurih, hingga Sambal Goreng Krecek yang nikmat. Tidak ketinggalan beragam oseng-oseng seperti daun pepaya dan pare, serta lauk klasik seperti Opor Ayam, Bacem, dan aneka ikan goreng.
Yang membuatnya istimewa, menu berubah setiap hari, memastikan pelanggan selalu disuguhi kejutan rasa. Seporsi nasi dengan sayur lodeh, sop, atau sayur asem hanya dibanderol Rp 8.000. Segelas teh hangat atau es teh manis melengkapi santap dengan tambahan Rp 3.000 saja.
Kesetiaan pelanggan adalah bukti nyata kelezatan Warung Lestari. Seperti Gino (49), seorang pelanggan yang hampir setiap hari makan siang di sini. “Masakannya cocok di lidah saya, rasanya authentic kayak masakan rumah. Harganya juga pas, ramah di kantong untuk yang sering makan di luar seperti saya. Kalau sudah lama nggak ke sini, jadi kangen,” ujarnya sambil menikmati sepiring nasi dengan mangut terong dan ayam goreng. Bagi Gino, Warung Lestari bukan cuma soal mengisi perut, tapi juga menemukan kenyamanan dan rasa yang konsisten.
Warung yang buka setiap Senin hingga Sabtu pukul 07.00-16.00 WIB ini juga menjadi solusi praktis bagi banyak ibu-ibu untuk sarapan atau makan siang keluarga tanpa repot masak. Selain makan di tempat yang nyaman, pengunjung juga bisa membungkus pulang.
Warung Lestari pun melayani pesanan khusus untuk acara. “Kami bisa buat untuk nasi kotak, selamatan, atau acara keluarga. Pesan Rica Ayam Kampung, Belut Asap Mangut, atau Nasi Gudangan bisa semua,” imbuh Naning penuh semangat, menunjukkan fleksibilitas warungnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
Warung Lestari membuktikan bahwa keautentikan rasa dan ketulusan dalam berbisnis adalah resep abadi untuk bertahan dan dicintai. Bagi yang ingin merasakan langsung atau menanyakan pesanan, bisa menghubungi 082225544802 (WhatsApp Chat). Setiap suapan di warung ini adalah sebuah perjalanan menuju nostalgia rasa Jawa yang sederhana, lezat, dan penuh makna.



