Menu ✖

Mode Gelap

Peringatan Dini BMKG: Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur Status Awas Hujan Ekstrem Januari 2026

24 Jan 2026 · 13:42 WIB ·


					Peringatan Dini BMKG: Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur Status Awas Hujan Ekstrem Januari 2026 Perbesar

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk periode 23 hingga 29 Januari 2026. Pada hari pertama, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur ditetapkan pada status AWAS dengan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem. Sementara itu, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT berada pada status SIAGA. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) telah meminta seluruh pemerintah daerah mengaktifkan posko siaga dan menyiapkan langkah antisipasi.

Rincian Status Siaga hingga 25 Januari, Jateng Masuk Siaga pada 25 Januari 2026.

Berdasarkan rilis resmi BMKG, eskalasi cuaca ekstrem akan terjadi secara bertahap:

· 23 Januari: Level AWAS untuk Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur. Level SIAGA untuk Jabar, Jateng, DIY, Bali, NTB, NTT.
· 24 Januari: Status SIAGA meluas mencakup Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, serta sejumlah provinsi di Papua.
· 25 Januari: Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, dan NTT kembali masuk dalam status SIAGA.

Selain hujan lebat, BMKG juga mengeluarkan peringatan angin kencang yang berpotensi melanda beberapa provinsi, meningkatkan risiko pohon tumbang dan kerusakan infrastruktur.

Posko Siaga Harus Dikatifkan, Infrastruktur dan Jalur Evakuasi Disiapkan

Menyikapi peringatan ini, Menko PMK menginstruksikan seluruh pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah kongkrit. “Saya minta Pemda mengaktifkan posko siaga 24 jam, menyiapkan kesiapan BPBD, TNI, Polri, dan relawan, serta memeriksa kerentanan infrastruktur seperti tanggul, bendungan, dan jalan,” tegas Menko PMK dalam pesannya.

Instruksi kunci lainnya adalah menyiapkan dan mengidentifikasi jalur evakuasi serta lokasi pengungsian yang aman. Langkah proaktif ini dinilai krusial untuk mencegah korban jiwa dan meminimalisir kerugian material apabila banjir, longsor, atau angin kencang benar terjadi.

Pemerintah pusat akan terus memantau perkembangan cuaca dan siap memberikan dukungan logistik maupun personel kepada daerah-daerah yang terdampak. Kolaborasi yang cepat dan tepat antara pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi ini.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD setempat, menghindari aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor, serta menyiapkan kebutuhan darurat keluarga. Kesiapsiagaan kolektif adalah pertahanan pertama yang paling efektif dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Bagikan ke WhatsApp Bagikan ke Facebook Bagikan ke Line Salin tautan artikel
Baca Lainnya

JNE Kantongi Sertifikat Halal, Perkuat Layanan Logistik

10 Oktober 2026 - 09:12 WIB

JNE resmi mengantongi sertifikat halal untuk layanan logistik dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Buka Kongres Nasional Pendeta, Gibran Tegaskan Pentingnya Toleransi

9 Oktober 2026 - 18:06 WIB

Buka Kongres Nasional Pendeta, Gibran Tegaskan Pentingnya Toleransi

Karhutla Jadi Perhatian Utama, Menko Polkam Dorong Percepatan Pemadaman

6 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Karhutla Jadi Perhatian Utama, Menko Polkam Dorong Percepatan Pemadaman

Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Usai Lepas Djamari, Dudung Abdurachman Langsung Fokus Menjaga Stabilitas Politik dan Keamanan

Karhutla Ditindak Tegas, 96 Korporasi dan 196 Orang Diproses Hukum

29 September 2026 - 19:39 WIB

Karhutla Ditindak Tegas, 96 Korporasi dan 196 Orang Diproses Hukum

Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat

22 September 2026 - 19:48 WIB

Karhutla Meluas, Pemerintah Perkuat Layanan Kesehatan dan Edukasi Masyarakat
Trending di Nasional

Tinggalkan Komentar