Selasa, 26 Mei 2026
30.7 C
Semarang

Jasa Marga Tinjau Jalur Fungsional Tol Jogja-Bawen & Solo-Jogja untuk Mudik 2026

Dua ruas tol fungsional di Jateng-DIY dipersiapkan antisipasi padat mudik Lebaran 2026. Warga soroti pentingnya aspek teknis keselamatan.

Berita Terkait

YOGYAKARTA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk secara intensif mempersiapkan dua jalur fungsional tol di wilayah Jawa Tengah dan DIY untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Persiapan meliputi peninjauan langsung oleh direksi pada Kamis dan Jumat (22-23 Januari 2026) lalu untuk memastikan kesiapan infrastruktur dan aspek keselamatan.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menegaskan, dua ruas yang akan dioperasikan adalah Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (segmen Prambanan-Purwomartani) sepanjang 11,48 km dan Yogyakarta-Bawen (seksi 6 Ambarawa-Bawen) sepanjang 4,98 km.

“Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan infrastruktur, pemenuhan aspek keselamatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor. Kehadiran jalur ini diharapkan mampu mengurai kepadatan dan memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien,” ujar Rivan.

Dukungan Penuh dari Kepolisian dan Kemenhub

Tinjauan ini dihadiri pejabat tinggi terkait, termasuk Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho dan Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan. Mereka menyambut baik operasional jalur fungsional yang dinilai strategis untuk memecah arus mudik.

Irjen Agus menjelaskan, dengan adanya ruas fungsional Yogyakarta-Bawen, arus dari Jakarta dan Semarang menuju Solo dan Yogyakarta dapat terpecah. “Skenario rekayasa lalu lintas menjadi lebih tepat, termasuk pemberlakuan one way atau contraflow bila diperlukan,” jelasnya.

Sementara Aan Suhanan menekankan, pengoperasian jalur ini sangat membantu masyarakat yang menuju Temanggung dan Magelang. “Kami memastikan sarana prasarananya sudah siap, terutama yang termasuk dalam unsur keselamatan,” tambahnya.

Rivan memaparkan manfaat masing-masing ruas:

· Ruas Prambanan-Purwomartani: Memangkas waktu tempuh Klaten-Yogyakarta dari 45 menit menjadi sekitar 20 menit, sekaligus mempermudah akses ke Candi Prambanan.
· Ruas Ambarawa-Bawen: Menjadi alternatif bagi pengguna dari Tol Semarang-Solo yang keluar melalui Gerbang Tol Bawen, mengurangi kepadatan yang kerap terjadi di titik tersebut saat Lebaran.

Sorotan Warga: Keselamatan Teknis Harus Jadi Prioritas

Di tengah rencana positif ini, warga sekitar menyoroti aspek teknis keselamatan yang harus benar-benar dipastikan. Nurhadi (45), warga Widodomartani, Sleman, yang kerap melintasi di ruas tol, menyambut baik rencana ini namun memberikan catatan kritis.

“Kesiapan teknis seperti rambu yang jelas, penerangan cukup, dan marka jalan yang tidak luntur itu vital. Jangan sampai alternatif untuk lancar justru jadi titik rawan baru karena hal dasar seperti ini terlewat,” tegas Nurhadi kepada Portaljateng.id.

Ia menambahkan, sebagai pengguna jalan harian, ia sering melihat titik-titik yang membutuhkan perhatian khusus. “Di beberapa ruas, terutama saat malam atau hujan, ini berisiko tinggi,” ujarnya.

Nurhadi juga berharap sosialisasi tentang jalur fungsional ini digencarkan, terutama kepada pengendara yang pertama kali melintas. “Banyak pengendara mudik dari luar kota yang tidak familiar dengan jalan ini. Petunjuk arah yang besar dan jelas, beserta speed limit yang konsisten, sangat diperlukan untuk antisipasi,” tambahnya.

Komitmen Jasa Marga terhadap Standar Keselamatan

Menanggapi masukan dari warga, Rivan menegaskan bahwa seluruh persiapan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan mengutamakan aspek keselamatan. “Kami memastikan fasilitas pendukung seperti CCTV, radar, traffic counting, dan pengaturan lalu lintas berfungsi optimal,” jelasnya.

Persiapan juga mencakup koordinasi intensif dengan kepolisian untuk pengaturan akses masuk-keluar, skenario rekayasa lalu lintas, dan kesiapan personel di lapangan.

Dengan operasional dua jalur fungsional tol ini, Jasa Marga menargetkan distribusi lalu lintas yang lebih merata selama puncak arus mudik dan balik Lebaran Idulfitri 2026. Langkah ini diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan keselamatan perjalanan puluhan ribu pemudik.

Masyarakat dapat memanfaatkan alternatif baru ini sembari tetap diimbau untuk mematuhi rambu lalu lintas, menjaga kecepatan, dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan mudik.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru