Kamis, 12 Februari 2026
27 C
Semarang

Lewat PGN Care, Pelanggan Jargas di Bojonegoro Dibekali Edukasi dan Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Bojonegoro – Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) Area Bojonegoro, menggelar kegiatan penyuluhan yang dipusatkan di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur (11/2/2026).

Kegiatan bertajuk PGN Care tersebut diisi dengan sejumlah agenda, antara lain sosialisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) jaringan gas (Jargas) rumah tangga, sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrome (P2HIV/AIDS), serta pemeriksaan kesehatan gratis. Selain itu, PGN juga memberikan bantuan paket sembilan bahan pokok (sembako) kepada pelanggan yang diundang.

Hadir dalam kegiatan tersebut dokter perusahaan, dr. M. Yusuf Amran; perwakilan Sales Operation Region (SOR) III dari Department Head Regional HSSE and Risk Management (RHRM), Eka Subandriani; Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief; serta Penjabat (Pj) Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo. Kegiatan diikuti sekira 75 pelanggan terundang.

Area Head PGN Bojonegoro, Faishal Arief, menyampaikan terima kasih atas kehadiran para pelanggan dalam kegiatan PGN Care. Ia menegaskan, pihaknya memiliki kewajiban untuk menyampaikan informasi terkait produk PGN, termasuk aspek keamanan dan keselamatan penggunaan gas bumi.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi Bapak dan Ibu sekalian,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Bandungrejo, Budi Utomo, menilai kegiatan yang digelar PGN tersebut sangat bermanfaat bagi warga. Baik dari sisi peningkatan pengetahuan mengenai keamanan penggunaan produk PGN maupun layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diberikan kepada pelanggan di Desa Bandungrejo.

“Dengan cara penggunaan gas bumi yang tepat, tentu membuat para pelanggan merasa aman dalam memanfaatkan energi bersih ini,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pelanggan juga mendapatkan penjelasan mengenai tagihan, metode pembayaran, cara pencatatan meter mandiri, pengenalan sifat gas bumi, cara mendeteksi kebocoran, serta mengikuti kuis interaktif. Kegiatan dilanjutkan dengan penyuluhan tentang P2HIV/AIDS dan diakhiri dengan pemeriksaan kesehatan gratis.

Sementara itu, dr. M. Yusuf Amran menyampaikan terdapat dua penyakit menular yang masih menjadi perhatian di Indonesia, yakni tuberkulosis dan HIV/AIDS. Meski sama-sama menular, keduanya memiliki perbedaan karakteristik, dan tuberkulosis dinilai lebih mudah menular dibandingkan HIV/AIDS.

“Namun jangan takut, karena kedua penyakit ini dapat dicegah. Biaya pengobatannya juga ditanggung pemerintah melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan,” tegas dr. M. Yusuf Amran, seraya memaparkan secara rinci mengenai gejala hingga tata cara pengobatan kedua penyakit tersebut.

Salah satu peserta, Binasri, warga Rukun Tetangga (RT) 24 Rukun Warga (RW) 4 Desa Bandungrejo, mengaku puas dengan pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut. Salah satunya mengenai deteksi kebocoran gas yang dinilai dapat mencegah pembengkakan tagihan akibat kebocoran.

“Selain itu, sekarang saya tidak lagi mengangkat tabung gas. Gas bumi tersedia 24 jam dan dari segi biaya juga lebih murah,” ungkapnya.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru