Sabtu, 14 Februari 2026
25 C
Semarang

PLN Siagakan 1.700 Personel Hadapi Cuaca Ekstrem, Warga Diminta Waspada Bahaya Listrik Saat Banjir

Berita Terkait

Semarang, 11 Februari 2026 – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang diperkirakan masih berpeluang terjadi di sejumlah daerah, seiring dinamika atmosfer yang masih aktif.

Menindaklanjuti peringatan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta (PLN UID Jateng dan DIY) mengimbau agar masyarakat tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap potensi gangguan kelistrikan saat hujan deras, angin kencang, maupun banjir.

General Manager PLN UID Jateng dan DIY, Bramantyo Anggun Pambudi, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam kesiapsiagaan perusahaan.

“Sesuai peringatan dini dari BMKG, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan waspada. PLN telah menyiagakan lebih dari 1.700 personel operasional beserta infrastruktur pendukung selama 24 jam untuk mengantisipasi dan menangani potensi gangguan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Ia menjelaskan, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan pohon tumbang yang mengenai jaringan listrik hingga menimbulkan kabel menjuntai. Selain itu, genangan air di area instalasi listrik pelanggan juga dapat meningkatkan risiko bahaya kelistrikan.

Untuk meminimalkan risiko, PLN membagikan tiga langkah penting yang perlu diperhatikan masyarakat saat terjadi cuaca ekstrem.

Pertama, segera matikan aliran listrik melalui Miniature Circuit Breaker (MCB) pada kWh meter apabila air mulai memasuki rumah guna mencegah risiko tersengat listrik. Kedua, cabut seluruh peralatan elektronik dari stop kontak untuk menghindari arus pendek, serta pindahkan peralatan ke tempat yang lebih tinggi jika genangan air meningkat. Ketiga, pastikan instalasi dan peralatan listrik benar-benar kering serta aman sebelum digunakan kembali setelah terdampak banjir.

“Air merupakan konduktor kuat yang sangat berbahaya bagi sistem kelistrikan rumah tangga. Karena itu, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama saat hujan lebat yang berpotensi menimbulkan banjir,” tambahnya.

PLN juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan potensi bahaya atau gangguan jaringan listrik melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center 123. Laporan cepat dari masyarakat akan membantu percepatan respons petugas, termasuk jika diperlukan penghentian sementara pasokan listrik demi menjaga keselamatan bersama.

Dengan kesiapsiagaan yang diperkuat serta dukungan informasi dini dari BMKG, PLN berharap masyarakat dapat menghadapi potensi cuaca ekstrem dengan lebih aman dan tetap terlindungi.

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru