Kamis, 19 Februari 2026
26 C
Semarang

Gus Yasin Dorong Percepatan Hunian Sementara Warga Terdampak Tanah Gerak Tegal

Berita Terkait


TEGAL
 – Bencana tanah gerak di Desa Padasari, Jatinegara, kabupaten Tegal awal Februari lalu, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat terdampak. Tak terkecuali Ponpes Al Adalah, yang satu desa dengan lokasi bencana. Ponpes yang dihuni 526 santri itu juga ambruk dan retak disana-sini. Terutama Ponpes Al Adalah 1. Semua santri diungsikan.

Menyusul langkah gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang mengunjungi lokasi lebih dulu bersama Wapres Gibran, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), juga sambang ke lokasi bencana, Selasa sore, 17 Februari 2026.

Ditemani sang isteri Hj Nawal Arafah Yasin, Wagub meninjau Ponpes Al Adalah 2 dan Posko pengungsian warga. Selain melihat kondisi pengungsi dari dekat, Wagub juga menyalurkan sejumlah bantuan.

Wagub menilai, kondisi pengungsian cukup sehat dan bagus. Namun begitu dia meminta persiapan hunian sementara (huntara) untuk dipercepat. Mengingat warga sudah merasa cukup lama tinggal di pengungsian.

“Alhamdulilah kondisi pengungsi sampai saat ini sehat, pelayananya juga bagus. Yang membuat tak nyaman karena bukan rumah sendiri, dan sampai kapan (di pengungsian). Maka yang kita butuhkan percepatan huntaranya (hunian rumah sementara),” kata Taj Yasin di Posko pengungsian.

Untuk kebutuhan huntara, menurutnya dibutuhkan 900 rumah (yang terdampak bencana). Saat ini sudah dibangun 550 rumah. Masih butuh lahan sisanya sekitar 350 rumah. Menurutnya hal ini harus dikawal karena dalam satu rumah itu terkadang ada yang dua KK, tiga KK, bahkan ada yang sampai 5 KK.

” Ini yang harus kita kawal nanti kita carikan solusinya. Di sini sebenarnya lahan luas, cuma masih belum direkomendasikan oleh BMKG dan ESDM, karena tanahnya sebagian masih labil. Sehingga kita bener-bener memastikan tanah yang pas,”imbuhnya.

Karena memasuki Ramadan, Wagub berpesan semua pengungsi yang muslim harus tetap menjalankan ibadah. Dia memastikan Biro Kesra untuk menyediakan tempat ibadah dan musala yang layak.

“Kami pastikan dari pemerintah untuk menyiapkan sahur dan buka, insyaa Alloh sudah kita siapkan semuanya. Jadi harus tetap melakukan ibadah karena saya melihat di sini mayoritas juga punya majelis-majelis pesantren, agamis, sehingga mereka butuh tempat ibadah,”pesanya.

Dalam kunjungan itu, Wagub bersama isteri juga berdialog bersama pengungsi. Menanyakan kondisi dan memastikan layanan berjalan baik.

Wagub juga menyerahkan bantuan logistik, makanan, dan non permakanan dari PMI, BPBD Jateng, dan Dinsos Jateng. Dari Dinkes diserahkan bantuan obat dan vitamin, dari Disdik tas dan alat tulis, dari Dishanpan berupa beras Portivit 50 Kg, beras jagung 50 pcs, dan beras singkong 50 Pcs. Total bantuan dari pemerintah provinsi itu senilai Rp 239.315.923.

Sebagai informasi, tanah gerak mulai terjadi hari Minggu, 1 Februari 2026, dan paling parah terjadi Senin, 2 Februari 2026. Akibat hujan deras yang mengguyur di kawasan ini sejak beberapa hari terakhir. Mengakibatkan tanah dan jalan desa bongkah di sana sini. Bangunan ambruk. Sedikitnya 2.453 jiwa atau sekitar 596 KK mengungsi, dan 900 an rumah rusak.
Ada tiga lahan alternatif relokasi telah disiapkan. Di Desa Padasari, Lebakwangi, dan Capar, Kecamatan Jatinegara, kabupaten Tegal.***

Berita Terkait

spot_img

Berita Terbaru