Semarang – Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris, menggelar kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) di Balai Desa Timpik, Kabupaten Semarang, pada Minggu, (15/2). Sosialisasi program MBG menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman masyarakat terkait pentingnya pemenuhan gizi seimbang sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Muh Haris menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak usia sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
“Program Makan Bergizi merupakan upaya strategis pemerintah untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Program ini bertujuan memenuhi kebutuhan gizi seimbang, menurunkan risiko stunting dan anemia, serta mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan generasi muda melalui penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas,” ujar Muh Haris saat sosialisasikan program MBG di Desa Timpik.
Muh Haris menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak. Menurutnya, keterlibatan aktif pemerintah daerah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, hingga orang tua memiliki peran krusial dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah hingga masyarakat dan orang tua. Dengan partisipasi aktif, pengawasan bersama, serta pemanfaatan pangan lokal, Program Makan Bergizi diharapkan menjadi investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan,” tegasnya.
Dalam sosialisasi tersebut juga dijelaskan mengenai pedoman gizi seimbang yang kini menjadi acuan utama, menggantikan konsep lama empat sehat lima sempurna. Muh Haris menguraikan pentingnya konsumsi aneka ragam pangan sesuai prinsip “Isi Piringku”, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam proses pengolahan makanan, aktivitas fisik yang cukup, serta pemantauan berat badan secara berkala melalui posyandu maupun unit kesehatan sekolah.
Implementasi program MBG merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin hak dasar masyarakat atas pangan yang berkualitas. Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar program tidak hanya bersifat seremonial, melainkan benar-benar memberikan dampak berkelanjutan.
“Ini adalah tanggung jawab bersama. Sinergi antara pemerintah, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil sangat dibutuhkan untuk mengawal efektivitas program ini,” tutup Muh Haris.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Semarang semakin memahami urgensi gizi seimbang dan turut berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari investasi masa depan bangsa.***



